All You Can Eat, You Can Eat All?

Catatan Catatan Puasa Hari Kedua

All You Can Eat, You Can Eat All?

Sahur pagi ini praktis membuat saya begah. Perut terasa penuh sekali. Di depan meja makan, aneka kudapan tersaji.belum lagi ditambah makanan buka puasa masih banyak tersisa. Ada gorengan tahu, donat, kolak, dan juga lauk yang tidak sempat dimakan karena kekenyangan di saat buka puasa ulah lapar mata. Ini sebenarnya kejadian yang berulang, bisa saja tidak hari ini, tapi dari periode puasa sebelumnya. 

Di dalam hati, selalu ingin bilang "Hei, jangan berlebihan, lapar mata tak pernah berkesudahan" tapi ungkapan hati selalu tak sejalan dengan nafsu. Tiap sore, selalu ada keinginan mampir mencari kudapan khas ramadhan, selalu ada alasan ,"duh, ini kue cuma ada di ramadhan aja, sayang kalau gak dicoba". 

Dan akhirnya, sisa makanan yang menggunungpun terjadi lagi, dan lagi. Seakan ramadhan walaupun terus berulang dari tahun ke tahun ingin menyampaikan bahwa madrasah puasa tidak sekedar lapar dan dahaga, dan tidak sekedar sahur dan menunggu buka. 

Ada pelajaran kecil yang tak pernah dipelajari dengan seksama setiap tahunnya. Pelajaran untuk mencoba merasa cukup dan menihilkan keinginan tak perlu, sebanyak apapaun makanan, toh lambungnya hanya satu.

Sama seperti jargon pada restoran All you Can Eat (yang ternyata berbatas waktu), muncul pertanyaan "You Can Eat All?"

Duh, kok jadi laper ya?