Bulik Wangi

Cerita tentang Bulik Wangi

Bulik Wangi

"Din, sini deh ada yang mau ngobrol sama kamu" ujar ibuk sembari memberikan gawainya padaku

"Eh, Cah Bagus, apa kabar? Masih inget bulikmu ini?" Terlihat wajah seirang wanita paruh baya tampak sumringah di video call

"Mmm..siapa ya?kok aku lupa ya? Kataku cengegesan

"Beneran lupa?, Waduh,bulik bener-bener sudah dilupakan, ya?" Ujar wanita itu pasang wajah cemberut

"Ini bulik Sri, yang di temanggung dulu, udah ingat? Atau ingatnya malah Bulik Wangi" Ujarnya lagi

Aku mulai menata ingatan, "Bulik Sri? Bulik Wangi? Aku kayaknya familiar dengan nama kedua" kataku 

"Hush..ya itu bulikmu, Bulik Wangi, duh, kok bisa lupa tho, din?" Teriak Ibuk dari arah dapur

"Lha, iya pho? Maaf bulik, aku beneran lupa" kataku sambil garuk-garuk kepala menahan malu

"Iya, gak apa-apa, bulik juga baru bisa hubungi kamu ini, dulu terakhir ketemu kamu umur 6 tahun, sekarang udah 19 tahun ya? Udah punya pacar belum? Kalo masih libur, main ke temanggung ya, Bulik tunggu lho.."

"Iya, Bulik, InsyaAllah adin main ke temanggung, nanti izin sama ibuk dan bapak dulu ya" kataku singkat

" Ya udah, salam tuk bapak sama ibuk ya, beneran lho bulik tunggu di Temanggung, assalamualaikum.."

"Waalikumussalam" jawabku sembari menutup telfon dan meberikannya kepada ibuk.

"Ibuk, aku kok lupa wajah Bulik Sri ya?"

"Ya kamu masih muda udah mulai pikun, kayak bapakmu aja" ujar ibuk terkekeh

" Tapi kalo kamu ketemu bulik, pasti ingat akan wanginya"

"Wanginya? Bukannya nama bulik emang Bulik wangi?"

"Hush..ya bukanlah, namanya Sri Wulandari, tapi semenjak kecil kamu selalu manggil bulikmu itu Bulik Wangi"

"Kirain namanya Sriwangiwati" kataku asal

"Ngawur!" ujar ibuk sambil menjitak kepalaku

Jadi, aku yang kasih nama panggilan itu?"

"Lha iya, siapa lagi?"

"Kok, bisa buk, gimana ceritanya?" Tanyaku penasaran

"Kamu beneran lupa sama sekali?" Tanya ibu memastikan

"Iya,buk, masak aku bohong" ujarku serius

"Ya udah, ibuk masak dulu, klo udah beres nnti ibuk ceritain"

Tak beberapa lama, ibu menghampiriku di sofa ruang ruang tengah


"Din, Kamu inget gak, dulu waktu kecil tuh kamu hiperaktif banget, ibuk gak bilang nakal ya, cuma suka bikin ibu pusing kalo liat tingkahmu"

"Hehe, inget-inget lupa, buk, emang kenapa sih, kok diingetin lagi, emang senakal apa, buk?" Tanyaku penasaran.

"Gak nakal, cuma hiperaktif. Dulu tuh tiba-tiba aja tetangga datang ke rumah, katanya kamu lempar sendal anaknya ke genting, atau pernah juga kamu melempar batu ke jendela tetangga. Duh, kalo ingat waktu itu, ibuk jadi kesal sendiri" wajah ibuk nampak serius

"Ya, dulu ibuk bingung banget, namanya juga masih ibu muda, ngerawat kamu sendiri, terus bapakmu juga sibuk kerja, kadang lembur, baru pulang malam, jadi ibuk sering nangis, terus ngadunya ya nelpon ke Bulik Wangi" kata ibuk lagi

"Trus apa kata Bulik Wangi?"

"Katanya ya sabar aja, memang usia kamu lagi suka eksplorasi, nanti juga ada masanya bakal anteng sendiri" 

"Terus bulikmu mengirimkan 1 box lilin aeomatherapi, katanya wanginya bisa menenangkan, bisa buat terapi kamu juga"

"Terus, ibuk pakai lilinnya?"tanyaku

"Ya enggaklah, ibuk kan gak percaya kayak gitu-gituan, masak terapi anak bisa pakai wewangian"

Ibuk akhirnya izin bapak, bawa kamu aja ke temanggung, sekalian refreshing ketemu bulikmu itu. 

"Terus-terus gimana buk?"

"Bentar, ibuk matiin kompor dulu, kuah opornya udah mendidih, tuh"

"Yah, ibuk, adin lagi dengerin serius juga, malah ditinggal" kataku sedikit cemberut


Tak beberapa lama, ibuk duduk lagi sofa, "tadi sampai mana ibuk cerita?"

"Sampai adin dibawa ke Temanggung" kataku

Oh, iya, ya udah, kita naik bis ke temanggung, di terminal langsung dijemputnya sama bulikmu. Nah, pas itu momen yang ibuk gak lupa.

"Pas bulikmu meluk kamu, kamu langsung berseloroh Bulik wangi..Bulik Wangi" kata ibuk tersenyum

"Lha, aku kok atraktif banget ya waktu kecil hehe" 

"Emang sekarang enggak?"

"Ya masih, sih, tapi kan sedikit cool" kataku sambil pasang pose model kalender 

"Coolkas kalee" canda ibuk

"Emang bulik sewangi apa, buk?".

"Ya gak tau, kan kamu yang meluk bulik, meluknya lama lagi"

"Waduh, jadi gak enak nanti kalo ketemu Bulik nih, terus..cerita lagi buk" kataku

"Ya udah, seinget ibuk kita seminggu di temanggung, kamu senang banget di sana, nah pas di sana pikiran ibuk terbuka"

"Hari pertama kamu disana ya iseng banget, tanaman di kebun Bulik di belakang rumah langsung kamu cabutin, ibuk langsung cubit kamu waktu itu, duh, ibuk gak enak sama bulikmu, tapi bulikmu malah ketawa aja"

"Udah, tenang aja, niat mau liburan kok malah marah-marah tho, Mbak" kata bulikmu

"Aduh, aku kok bisa seiseng itu ya, Buk?" Tanyaku

"Ya gak tau juga, pokoknya gak bisa diem, ada aja kelakuannya" 

"Nah, pas malam itu, kamu tidur lelap banget, bulik nyalain lilin di sudut kamar tidurmu

"biar tidurmu tenang" katanya

"Terus besoknya gimana, Buk?"

"Nah, itu dia, ibuk juga heran, kamu jadi kalem banget, tiba-tiba gak grasak grusuk iseng kesana kemari"

"Bulik Bilang, lilin itu adalah lilin aromatherapy, ketika dihirup, akan memberikan pengaruh ke suasana hati, penyimpanan memory, emosi, dan juga perilaku"

"Sri, ini wanginya kok enak banget ya?" Tanya ibuk ke bulik waktu itu

"Terus Bulik bukain buku tentang aromatheraphy, dia bilang, kalo lilin yang dipakai wangi kenanga dan citrus, cocok untuk relaksasi dan memberi ketenangan"

"Berarti diffuser yang di ruang tengah ini pakai aromatheraphy yang sama juga, buk?" Tanyaku sembari menunjung sebuah alat uap yang berada di samping rak TV.

"Iya, baunya enak, kan?"

"Enak banget, Buk, ini aroma kenanga dan citrus?" Tanyaku lagi

"Hehe, iya, sejak dari temanggung ibuk sering pakai lilin aromatheraphy untuk wewangian di rumah, aromanya lebih alami dan tahan lama ketimbang pewangi ruangan"

"dan sekarang enaknya udah berbentuk essensial oil jadi lebih praktis dan lebih aman ketimbang pakai lilin, gak khawatir kebakaran" tambah ibuk lagi

"Wah, ternyata aromatheraphy ampuh juga ya, Buk, kalo dulu gak denger kata Bulik Wangi, mungkin Adin masih hiperaktif kali, ya?"

"Duh, gak kebayang deh, kalo kamu masih nakal, eh hiperaktif kayak dulu pas masih kecil, Ibuk bakal butuh banyak aromateraphy deh setiap saat"

Kamipun tertawa bersama