Bergerak dalam Diam

Catatan Catatan Puasa Hari Ketiga

Bergerak dalam Diam

keinginan-keinginan besar terkadang membelenggu. tak pernah ada habisnya, tak ada puasnya. semakin diikuti semakin tidak dapat dijangkau. tapi membayangkan kehidupan tanpa keinginan-keinginan nisbi tentulah tidak mungkin. 

mungkin karena itulah manusia (bayi) hadir dalam keadaan menangis, karena dengan daya tangisan itu ia harapkan sebuah keinginan agar terwujud. tapi tangisan tetaplah tangisan, ia reda sesaat lalu menangis lagi kemudian. pencapaian demi pencapaian diturutkan untuk menahan diri agar tidak cepat menangis.

lalu puasa datang, ia mungkin hadir untuk bilang bahwa keadaan tak berisi (tak berkeinginan) adalah puncak pencapaian itu sendiri. saat semua sibuk berbicara, bersenda gurau, menuruti keinginan-keinginan padahal itu menjauhkan pada puncak kesadaran yang hakiki. untuk bisa diam, mendengarkan suara-suara lain. karena itu mungkin tuhan bilang bahwa Puasa itu UntukKu. untuk lebih mendekatkan diri kita dengannya, untuk lebih mendengarkanNya. 

tapi tulisan ini ternyata tak mampu terhindar dari menihilkan keinginan-keinginan itu. aku tetap saja tak bisa diam, dan ternyata perutkupun begitu.