Merawat Ingatan

Merawat Ingatan

Akhirnya, muncul tunas dari batang kelor yang kami tanam minggu lalu. Kami sengaja menanam, untuk merawat ingatan.

Ada banyak hal yang terlupa si era kini. Saat semua serba digital, kita tak lagi banyak mengingat, kita banyak terdistraksi. Ada hal penting, dan juga tidak penting dan butuh perhatian, tapi banyak terlewatkan.

Beberapa mencoba merawat ingatan dengan tulisan, agar tak jadi laluan waktu, agar hidup tak sembari lalu. 

Tapi tak banyak yang memilih itu. 

Kami tak sering menulis, tapi mencoba untuk terus menanam, lalu menuliskan.

Ada bibit alpukat, mangga, nangka, kelengkeng, pisang, jeruk, dan terakhir ada bibit daun kelor di halaman kami.

Pada bibit yang tumbuh serampangan itu ada wujud usaha kami yang saat ini belum berhenti untuk menjadi bertiga, saat ini masih berdua.

Kelor menjadi anggota keluarga baru di halaman kami. Bila ia tumbuh besar, ia akan mengingatkan bahwa ia hadir saat pandemi. Bahwa saat itu, tidak ada yang dilakukan selain menjaga diri. Berada di rumah menjadi sangat berarti.

Kelor, bagi kami jadi penanda, bahwa asa itu masih ada, walau hanya sebesar daunnya.