Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

Di belakang kantor saya ada warung makan. Tempatnya kecil saja. Memanfatkan halaman rumah yang tak seberapa. Mungkin luasnya tak lebih dari 30 meter persegi. Itu sudah termasuk etalase makanan dan tempat wajan penggorengan yang lumayan makan tempat. Jualannya gak macam-macam. Lalapan pecel ayam goreng. Jangan bayangin lalapan lengkap seperti terong, timun,  kacang panjang atau kemangi. Ini sajian ayam goreng, sambal, dan lalapannya cuma kol goreng. 

Tapi, dengan sajian sederhana ini aja, di jam makan siang kita bakal lihat deretan motor yang berjejer di depan warung. Ramai. Sampai-sampai, ruang tamu disulap untuk jadi tempat lesehan. Kebanyakan yang makan adalah anak sekolahan. Ini yang turut melambungkan nama lain dari warung ini.

Aslinya warungnya bernama Warung Solo. Karena si penjual berasal dari Solo. Berjualan sudah kurang lebih 7 tahun. Sempat berpindah-pindah, tapi tidak pernah jauh dari area sekolah. 

Anak-anak sekolah kerap mampir makan disini. Karena menunya gak neko-neko. Kadang kelewat banyak pilihan malah buat pusing. Ini saat datang ke warung, penjual cuma tinggal tanya

"Dada atau paha?" Itu aja. Simpel

Tekstur ayamnya empuk, saya tak pernah tanya resepnya, tapi sepertinya dipresto dulu dengan bumbu ungkepan, baru digoreng. Selain itu, yang menjadi favorit adalah porsi nasinya. Tahu mangkok mie ayam jago? Iya, yang biasa dijual sama mamang mie ayam pengkolan. Takaran nasinya pakai mangkok itu, bukan pakai takaran mangkok sup yang kecil. Kebayang dong porsi nasinya gimana? Buanyak banget!. Beneran deh.

Ini daya tarik anak-anak dalam masa pertumbuhan. Anak sekolahan tentunya.

Karena jadi tempat favorit, anak sekolahan ini yang kasih nama nyeleneh untuk warung ini.

"Bi, warung ini kita namain Warung Kacong ya?" Ingat si penjual saat anak sekolahan itu mengusulkan. Ia hanya tertawa saat itu. Tidak tau apa arti kata kacong. 

Tapi, sejak nama itu membahana di kalangan anak sekolah, warungnya menjadi lebih ramai. 

Kini di spanduk warung, selain menuliskan Warung Solo, ia pun menambahkan kata Warung Kacong.  Yah, apalah arti sebuah nama. Yang penting porsi nasinya. Hahahaha