MASA LALU BIARLAH BERLALU

Semua orang mempunyai kisah hidup pada masa lalu. Ada yang hidupnya senang, sukses, bergelimang harta, ada yang banyak perjuangan untuk sukses, ada yang banyak derita. Masa lalu telah menjadi kenangan. hidup yang nyata adalah masa kini, sekarang. mari berubah dan beradaptasi dengan perubahan jaman akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perubahan pada masyarakat.

MASA LALU BIARLAH BERLALU
Beradaptasi dengan Industri 4.0

 

 

 

        Jangan pedulikan masa lalu, karena sudah berlalu dan tidak dapat ditarik kembali. Begitu juga, jangan risaukan masa depan, karena tak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pergunakanlah waktu/saat ini; itulah semangat! Jadi apakah semangat itu? Jawabnya: Hayatilah waktu yang sekarang ini, kerjakan apa yang perlu dilakukan, betapapun hal itu tentu tidak mudah.

        Setiap orang tentu mempunyai masa lalu, bisa manis, bisa pahit, menyenangkan atau menyedihkan, semua itu sudah berada di belakang kita, tak usah dirisaukan. Kita sekarang berada di hari ini, itulah kenyataan yang sesungguhnya. Membangga-banggakan masa lalu yang mungkin saja Anda adalah pejabat dan atau orang yang sangat berpengaruh atau sangat disegani, atau kaya raya (konglomerat), atau orang yang berjaya, kesemuanya itu hanya tinggal kenangan belaka.

        Kecepatan dan kemajuan teknologi saat ini akan terus bergulir dan diperkirakan berlangsung sampai dengan tahun 2030, yang berarti lebih kurang 10 tahun lagi, ada sekitar dua miliar pegawai di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan (lihat Revolusi Industri Ke empat: Klaus Schwab, 2016). Mereka akan tergerus derasnya kemajuan teknologi yang pesat, sehingga tidaklah mengherankan bila banyak orang, mulai dari anak-anak, kaum muda, apalagi yang sudah berusia senior, mereka pada bertanya-tanya: ‘Aku nanti kerja apa dan di mana?’

        Kalau yang namanya otot sudah tergantikan dengan robot, apa jadinya dengan tenaga manusia? Bagaimana caranya kita bisa hidup di dunia nyata ini dengan nyaman? Jawabnya adalah, jadilah ‘montir-montir’ untuk diri kita sendiri, kita bisa melihat dengan sudut pandang kaca mata seorang teknisi. Apa yang perlu kita perbaiki, bagian mana yang mendesak (urgent) dan bagian mana yang tidak mendesak, sehingga kita bisa menyusun skala prioritas.

        Mengerti tentang diri sendiri memang sulit, karena sejujurnya kita tidak pernah berani menilai siapakah diri kita sesungguhnya (Who Am I?). Ada rasa enggan membuat perubahan yang signifikan terhadap diri kita sendiri, karena sudah enak tinggal di zona nyaman (comfort zone). Oleh karena itu, mari kita belajar mulai dari diri kita sendiri untuk melakukan yang terbaik, karena konon ada sebesar 95% (yang berarti nyaris 100%) penyakit yang kita derita adalah akibat ‘kepahitan’ yang tersimpan di dalam diri kita sendiri tanpa kita sadari.

        Hal tersebut sangat fatal akibatnya, bahkan bisa mematikan kehidupan seseorang. Mulai sekarang milikilah prinsip: ‘Buat apa membawa-bawa sampah kemana-mana, tinggalkan dan mulailah hidup baru!’. Ucapkan berkali-kali, saya bisa berubah ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi, yang berarti menciptakan oto sugesti dalam diri kita sendiri. Bukankah setiap manusia itu adalah agen perubahan (change agent)?

        Sebagai orang yang berprofesi dosen, penulis merenung dalam-dalam atas ‘ramalan’ atau lebih tepatnya adalah prakiraan masa depan, yaitu ‘hilangnya’ kampus, yang segera akan berubah menjadi semacam EO (Event Organizer) yang mengorganisir kuliah dari ilmuwan-ilmuwan kelas dunia. Tidaklah mengherankan kalau kita menyaksikan pekerjaan-pekerjaan yang eksis 20 tahun yang lalu pun perlahan-lahan akan pudar. Oleh karena itu, kita perlu berpikir ulang pekerjaan yang kita tekuni hari ini. Mari kita siapkan segala sesuatunya untuk dapat hidup mandiri dengan jenis pekerjaan-pekerjaan baru, membangun keahlian dan mempersiapkan diri untuk 20 tahun ke depan. Tak usah dirisaukan/disusahkan akan datangnya masa depan!.

        Kita menyadari bahwa pekerjaan-pekerjaan lama akan banyak memudar walau tidak hilang sama sekali (misalnya: kasir di super market, sopir taksi, loper koran, agen-agen asuransi dan tak luput juga profesi akuntan, pengacara, dokter) diperkirakan akan jauh berkurang. Terjadi disrupsi yang cukup mengerikan di abad XXI ini. Maka biarlah masa lalu cukup dikenang saja, karena saat ini kitapun sudah dapat menyaksikan munculnya pekerjaan-pekerjaan baru yang tidak kita kenal sebelumnya.

        Sebagaimana dikemukakan oleh Renald Kasali, Profesor di bidang manajemen yang menyebutkan secara rinci bahwa jenis-jenis perkerjaan baru itu adalah: Blogger, Barista, Web Developer, Game Developer, BIM Developer, Apps Creator, Smart Chief Listener, Smart Kettle Manager, Smart Animator, Smart Control Room Operator, Big Data, Analyst, Cyber Patrol, Forensic Cyber Crime Specialist, Cyber Troops, Cyber Psychologist, Crowd Funding Specialist, Medical Sonographer, Prosthodontics, , Social Entrepreneur, Fashionista and Ambassador, Cloud Computing Services, Cloud Service Specialist, Dog Whisperer, Drone Operator, dan sebagainya. Nah jadinya lebih banyak yang baru kan dari pada yang lama; jadi berhentilah mengeluh dan tak perlu menangisi masa lalu, yang penting kita mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan IPTEKS.

        Lebih lanjut beliau mengatakan: “Satu hal yang pasti, kita harus mulai melatih anak-anak kita menjadi pekerja mandiri menjelajahi profesi-profesi baru. Ketika mesin dibuat menjadi lebih pandai dari manusia, maka pintar saja tidak cukup”. Di sini penulis ingin kemukakan bahwa kreatif dan inovatif, serta siap berubah ke arah yang lebih baik, mau tak mau harus kita lakukan, karena kata kunci di tahun 2021 adalah: (1) Kolaborasi; (2) Efisiensi; (3) Komunikasi; (4) Digital Marketing dan (5) Action.

        Sebagimana kita tahu, kolaborasi adalah bentuk kerja sama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Semuanya itu dikordinasikan dengan baik dan benar, karena menurut Terry: ‘Kordinasi adalah suatu upaya yang sinkron dan teratur demi menyediakan jumlah serta waktu yang tepat dan juga mengerahkan pelaksanaan untuk bisa melahirkan suatu tindakan yang selaras dan harmonis pada tujuan yang sebelumnya sudah ditentukan.

        Akhirnya, masa lalu biarlah berlalu dan masa depan pasti akan datang bagi mereka yang mempersiapkan segalanya mulai hari ini, maka berjuanglah untuk adaptable dan survive.

 

Jakarta, 27 Mei 2021

Salam sehat dari penulis: E. Handayani Tyas – tyasyes@gmail.com