Sang Bidadari Salju
Draco yang sedari tadi telah berubah menjadi naga berwarna putih melesat bagai kilat terbang masuk ke dalam kabut...

Perahu Sang Bidadari Salju bukanlah perahu biasa. Perahu tersebut terbuat dari es dan tembus pandang. Di sisi kanan dan kiri perahu berhiaskan ornamen emas berbentuk naga yang kepala keduanya menghadap berlawanan, ke depan dan ke belakang. Para naga itu hidup dan mereka adalah penjaga Sang Bidadari Salju.
Sang Bidadari Salju sangat menyukai naik perahu kesayangannya.
Setiap sore, ia pasti berkeliling Kutub Utara dengan perahu itu ditemani Draco dan Fafnir, kedua naganya.
Suatu sore saat Sang Bidadari Salju sedang menjelajah di ujung Kutub Utara yang sangat berkabut, tiba-tiba Draco, salah satu naganya bertingkah gelisah dan mulai mengendus mengeluarkan percikan api biru di antara bibirnya yang penuh gigi runcing dan tajam.
Sang Bidadari Salju langsung bersiaga melihat tingkah Draco. Tak ketinggalan Fafnir langsung berubah wujud menjadi naga sungguhan dan langsung mengambil posisi melingkar menutupi tubuh Sang Bidadari Salju dengan sayap merahnya yang menyala. Tugasnya adalah melindungi Sang Bidadari Salju jika ada ancaman dari luar.
Draco yang sedari tadi telah berubah menjadi naga berwarna putih melesat bagai kilat terbang masuk ke dalam kabut. Tak lama dia kembali membawa sesosok asing yang dibawa dengan mulutnya. Di celah-celah sayap Fafnir, Sang Bidadari Salju mengintip dengan penasaran. "Apakah sesosok asing itu?" batinnya. Semakin lama Draco terbang semakin dekat dan mendarat di perahu.
Dengan rasa penasaran, Sang Bidadari Salju mendekati perlahan sosok asing itu yang ternyata seorang manusia. "Ya, ini manusia, laki-laki!" kata Sang Bidadari Salju kepada Draco dan Fafnir. "Seorang manusia yang terdampar di Kutub Utara dengan bertelanjang dada? Mungkin itu bukan manusia!" Jawab Fafnir. Kedua naga pelindung Sang Bidadari Salju bisa berbicara.
Sang Bidadari Salju menyadari jika manusia itu masih hidup tapi sekarat. Dengan kekuatan kosmos dia berusaha membantu menyelamatkan si manusia. Saat hendak meletakkan tangan kanannya yang sudah mengeluarkan sinar emas, tiba-tiba dia terhenti akibat melihat darah yang keluar dari perut sisi kiri si manusia.
Tanpa pikir panjang, Sang Bidadari Salju meletakkan tangannya diluka itu. Ajaib, seketika luka itu sembuh dan hilang lenyap. Tubuh si manusia yang tadinya mulai membiru perlahan berubah berwarna kemerahan. Ternyata kekuatan kosmos milik Sang Bidadari Salju selain bisa menyembuhkan, bisa menghangatkan juga.
Dengan bantuan Draco, si manusia dipindahkan ke ranjang tempat Sang Bidadari biasa beristirahat. Ranjang itu tampak mewah beralaskan bulu angsa yang lembut serta selimut yang terbuat dari butiran salju, tapi terasa hangat saat dipakai.
Tak lama sadarlah manusia itu, matanya mulai terbuka pelan. Samar-samar si manusia mulai melihat sosok yang ada di depannya, semakin lama sosok itu semakin jelas.
"Plaaakkkkk!" Suara nyaring terdengar. "Plak, plok!! Woi, bangun, lu. Gila, siang bolong gini lu tidur di kelas!" teriak Amir tepat di depan muka Edi yang ternyata dari tadi ketiduran di kelas akibat pelajaran geometri yang susahnya minta ampun.
Bu Guru yang memperhatikan dari depan kelas hanya bisa geleng-geleng kepala. Akhirnya, seisi kelas tertawa terbahak-bahak melihat Edi yang masih setengah sadar, berusaha berdiri sambil berjalan bak orang mabuk ingin menuju kamar mandi untuk cuci muka. "Pergi lu, minum kopi sana!!!!" teriak teman satu kelasnya dengan waktu hampir bersamaan.
Dapatkan reward khusus dengan mendukung The Writers.
List Reward dapat dilihat di: https://trakteer.id/the-writers/showcase.