Peluk

Peluk

Dear Aksara,

Tidakkah ingin kau memelukku?
Untuk sekadar merasakan detak jantung yang tak beraturan.

Tidakkah ingin kau memelukku?
Untuk merasakan hembusan nafas yang tersengal-sengal sehabis lari dari kejauhan melewati kerumumunan berbagai jenis perempuan.

Tidakkah ingin kau memelukku?
Setidaknya untuk membisikkan frasa selamat tinggal.

Salam rindu,

Jingga.
Jakarta, 17 Juni 2020
15.03

​​​​