Mengatasi Learning Lost

Secanggih apapun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), masih lebih disukai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Learning Lost terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan.

Mengatasi Learning Lost
Jenuh dan ngantuk

 

 

            Akhir-akhir ini Learning Lost banyak dibicarakan orang terutama mereka yang ada di lingkup pendidikan. Apa itu sesungguhnya Learning Lost? Learning Lost adalah terjadinya kemunduran proses akademis karena suatu kondisi tertentu. Kondisi tertentu di sini yang penulis maksudkan adalah sebagaimana yang kita alami bersama saat ini yakni pandemi covid-19 yang melanda dunia. Penyebaran corona tidak hanya memporakporandakan dunia kesehatan dan perekonomian saja, akan tetapi dunia pendidikan nyaris ‘lumpuh’ dibuatnya.

            Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diwarnai keceriaan, penuh canda tawa anak-anak di sekolah tiba-tiba tergantikan dengan belajar dari rumah, sedang kita tahu bahwa tidak semua rumah mempunyai fasilitas internet, terutama yang di pelosok-pelosok, seperti daerah 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal),  tidak semua rumah memiliki prasarana dan sarana yang dapat menggantikan situasi dan kondisi sekolah. Siapa yang menjadi gurunya, karena tidak semua orangtua mampu berperan sebagai guru, walaupun sesungguhnya orangtua adalah pendidik pertama dan utama. Belajar di rumah dengan disiplin yang sering ‘ditawar-tawar’ dan masih banyak lagi yang mengakibatkan learning lost.

            Mas Menteri pun merasa iba dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung lama ini, beliau mengatakan: ‘Kasihan jika tidak segera ada PTM’. Apa yang terjadi jika siswa mengalami kendala dalam pembelajarannya, harus bertanya kepada siapa, dan sebagainya. Sehingga sangat mungkin terjadi anak mengalami stres atau mungkin juga depresi. Sekolah dan guru mengharuskan bahwa pembelajaran tetap terus berlangsung, artinya peserta didik tetap belajar, sedang bagi mereka yang mahasiswa apa jadinya jika ia menempuh studi di jenjang Strata 2 atau Strata 3 yang pembelajarannya berlangsung 4 semester, bisa saja terjadi sampai mahasiswa menyusun tesis atau disertasi dan sidang terbuka tidak pernah ketemu dengan dosennya, baik dalam mengikuti proses pembelajaran maupun bimbingan penulisan karya ilmiahnya dan mungkin saja terjadi wisuda pun secara virtual.

            Learning Lost terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan, walaupun hal ini bisa diatasi dengan kemajuan teknologi. Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dituntut perubahan besar dalam sistem pendidikan. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini telah berkembang luas dan digitalisasi merupakan hal yang selayaknya digunakan dan diterapkan dalam pendidikan. Aneh memang, tapi ini adalah kenyataan. Kemajuan teknologi secanggih apapun belum bisa sepenuhnya menggantikan manusia. Bukankah teknologi adalah buatan manusia, sedang manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, berbagai upaya sudah dilakukan namun, nampaknya PJJ belum mampu menyamai keunggulan PTM yang sudah bergitu berurat akar dalam kultur pendidikan di Indonesia.

            Siswa di sekolah-sekolah yang jauh dari perkotaan sangat mungkin mengalami penurunan akademis, sehingga yang terjadi adalah hilang semangat, putus sekolah (drop out) karena beratnya biaya yang harus dipikul oleh keluarga melalui pembelajaran daring. Dari sisi guru, mengubah kebiasaan PTM menjadi PJJ bukanlah hal yang mudah, karena mengolah, mengemas dan menyajikan materi ajar secara on line, melakukan sistem penilaian, interaksi antara pendidik dan peserta didik serasa berlangsung begitu singkat karena berubahnya begitu cepat, sehingga ada guru yang belum siap. Dalam hal ini, profesionalitas guru diuji, walaupun dikatakan ada kurikulum darurat yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah masing-masing, akan tetapi sampai kapan harus menggunakan kurikulum darurat itu?

Beberapa Cara yang membuat Joyfull Learning

            Belajar memang harus berlangsung dalam suasana menyenangkan, tidak hanya di kelas TK namun, berlangsung terus sampai dewasa. Mahasiswa pun pasti akan merasa jenuh kalau dosen tidak memfasilitasi pembelajaran secara kreatif dan inovatif. Seperti apa yang dimaksud dengan kreatif? Orang kreatif adalah orang yang mampu menggunakan belahan otak kiri dan otak kanan secara bersamaan, tidak berpikir linier. Ia memiliki kemampuan untuk melihat aspek yang berbeda dari masalah dan memunculkan solusi yang optimal. Orang yang kreatif suka berangan-angan membayangkan hal yang kadang-kadang tidak terpikirkan oleh orang lain. Sedang inovatif itu dapat dimaknai tidak selalu menciptakan sesuatu yang baru tetapi memodifikasi dan memberi nilai tambah untuk sesuatu yang dilakukan seseorang dengan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam hal berpikir dan berimajinasi.

            Oleh karena itu, pendidik di era digital ini harus berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif, serta tetap terus belajar agar tetap eksis menjaga kemajuan pendidikan. Terjadinya learning lost harus diimbangi dengan berbagai kiat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menempatkan peserta didik pada pusat pembelajaran (Student Centre Learning). Agar tetap terjaga semangat belajar yang menggebu, antara lain pendidik bisa mengemas dan menyajikan pembelajaran dengan metode diskusi interaktif, memutar film, model potcast. Apa itu potcast? Potcast adalah rekaman audio yang dapat didengarkan bersama di kelas maya melalui media internet. Potcast adalah salah satu media komunikasi yang bisa kita manfaatkan bukan saja untuk berkomunikasi dengan orang lain tapi juga saling berbagi informasi-informasi penting dan menarik.

            Potcast berbeda dengan radio, karena radio harus dilakukan dan ditayangkan secara langsung dalam frekuensi tertentu. Ada beberapa keunggulan dari potcast, selain mudah diakses juga memiliki banyak pilihan. Di samping keunggulan tentu ada kekurangannya, adapun kekurangan potcast dari media-media audio lain, yaitu potcast hanya mengandalkan suara sehingga harus ditambahkan/diselingi musik yang dapat membuat pendengar tidak cepat bosan. Lagi pula media audio berbasis potcast sebaiknya tidak digunakan untuk materi yang terlalu panjang.

            Selain hal-hal yang sudah penulis uraikan di atas, ada satu hal lagi yang hendak penulis sampaikan sebagai kiat mengatasi learning lost adalah pemanfaatan Learning Management System (LMS), karena dengan LMS membuat mahasiswa aktif dan mendorong penalaran tingkat tinggi yang dikenal oleh dunia pendidikan dengan istilah Higer Order Thinking Skills (HOTS). Mahasiswa bisa menjalin kolaborasi dengan cara Project Based Learning (Pj BL), seperti melakukan presentasi, bedah kasus, diskusi, bahkan debat sekalipun. Pendidik harus mempunyai growth mind set, yaitu pemikiran yang bertumbuh dan berkembang sesuai keberlangsungan zaman, untuk mempercepat pendidik dan peserta didik menghadapi era digital yang perkembangannya kian cepat dari waktu ke waktu. Lembaga pendidikan perlu menyiapkan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran.

 

Jakarta, 7 September 2021

Salam penulis: E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia – tyasyes@gmail.com