CATATAN KECIL

CATATAN KECIL

 

Ku terdiam di sudut sunyi, ada kalanya harus mulai berpikir dengan kepala dingin, tentang apapun itu tak terkecuali, tentangmu. Aku menaungi hatiku dengan indahnya hari bersamamu, berselancar kata dalam rasa, hingga tak terhitung waktu. Menggenggam asa dalam kalbu di setiap jalinan rindu. Menuai ingin di setiap pertemuan, hingga tawamu dan semua cerita-cerita lucumu selalu menghiasi malamku. Itu dulu.

Dua hati dalam kesatuan rasa,  bertujuan menjejaki lorong waktu berlari ke masa depan. Bersama terbang dalam satu paralayang kasih, yang tak pernah tahu kapan dan di tanah harapan mana akan singgah, atau akan terus terbang bersama dalam genggaman erat untuk saling percaya dan menguatkan agar tak terjatuh, oleng oleh terpaan angin. Demi aku, rasa takut ketinggianmu seakan sirna di ujung rasa. Mendengar tawa riangku di puncak ketinggian rasa bahagia, membuatmu tak merasakan terbang tinggi dalam sebuah impian. Itu dulu.

Ketika senja, ada simpul senyum menghias bibir lembutmu yang hangat, hingga rona jingga tak ingin cepat berlalu dari indahnya pancaran sinar yang memantul dari bias netramu, yang penuh gejolak kerinduan akan adaku. Ada bunga-bunga bermekaran di tepian hati, setiap melihat keceriaan yang terlukis di wajahmu. Ada kerinduan yang mendalam dalam setiap tutur yang terucap. Manismu lugu, dalam balutan kasih yang tersemai dalam setiap jengkal rasa bahagia, yang  membuat detak jantungku menari-nari. Itu dulu.

Kini aku tetap berteman dalam sunyi, hanya ada bayangmu yang kulihat diam menggigil di sudut sepi. Tak lagi tampak senyum jenakamu yang hangat tiap kali memeluk kalbu, tak ada lagi sapa rindu yang kau titipkan di langit malam.