Secangkir Kopi

Demi Waktu Ashar yang singkat, manusia hendaklah beramal shaleh yang sangat maksimal. manusia yang tidak dapat melakukan amal shaleh berarti mereka termasuk orang yang merugi.

Secangkir Kopi
Hidup di dunia itu singkat iabarat waktu minum secangkir kopi.

Banyak tokoh dan pembesar yang dapat menghasilkan catatan sejarah serta ide-ide yang dhsyat di saat mereka ngopi  Sambil meminum secangkir kopi mereka melakukan diskusi. tentang hal-hal yang penting. Banyak juga hal-hal penting yang menyangkut kepentingan negara diselesaikan sambil minum kopi. Dari sudut pandang minum kopi dapatlah dikatakan bahwa jarak antara cangkir dan bibir itu tidak jauh. Bahkan dapat dikatakan bahwa antar secangkir kopi dapat mendekatkan alam pikir. JIka diukur dari waktu bahwa jarak antar kopi dan pikir itu sangant singkat, namun meskipun dekat perjalanan kopi menuju bibir membutuhkan waktu dan ikhtiar.

Banyak orang gagal memaknai waktu kritis pada dirinya. Sering banyak yang beralasan dengan waktu kritis tidak melakukan tindakan apapun. Tidak melakukan apapun sehingga nihil hasil beralasan waktunya sudah mepet dan terlambat. Padahal di antara waktu yang sangat singkat masih banyak peristiwa dan peluang untuk merebut hasil atau keputusan. Ibarat dikatakan jika dalam watu tenggang saat meminum secanglir kopi saja dapat menghasilkan beberapa keputusan, apalagi waktu yang durasinya lebih lama. Menentukan seorang pimpinn departemen sambil minum kopi, mereshufle menteri juga dapat dilakukan sambil minum kopi., dan memberikan rekomendasi calon bupati juga sambil ngopi.

Menikmati Secangkir Kopi adalah moment singkat yang kebanyakan manusia abaikan begitu saja tanpa makna. Apalagi waktu luang dari bangun tidur sampai akan tidur lagi selalu dibiarkan begitu saja tanpa karya dan hasil. Hanya manusia-manusia super yang dapat memenej waktu singkat untuk menorehkan peristiwa sejarah dalam hidupnya. Secangkir kopi dapat membunuh waktu untuk berkarya mencetak sejarah kebaikan.

Hidup di dunia ibaratnya hanya menggunakan tenggang waktu minum secangkir kopi. Kebanyakan manusia dalam keadaan merugi tidak mampu merebut peluang untuk menjadi pemenang. Sedikit manusia yang dapat mengisi waktunya sesaat minum kopi untuk melakukan amal shaleh. Sedikit manusia yang mampu meninggalkan meja ngopi dengan keadaan tidak merugi. Mereka adalah pemenang kehidupan yang dapat mengalahkan waktu singkat, sesingkat minum secangkir kopi.  

 

 .