Masa Depan Hive Sebagai Jaringan Blockchain Layer Kedua (Bagian Kelima)

Masa Depan Hive Sebagai Jaringan Blockchain Layer Kedua (Bagian Kelima)

Sebuah terjemahan dari tulisan @blocktrades Hive’s future as a 2nd layer blockchain network, dan sudah mendapatkan ijin untuk usaha penerjemahan ini.

Validasi layer pertama berpotensi sebagai tempat untuk menyimpan (tetapi dalam prakteknya, banyak yang tidak seperti itu)

Seorang pembaca yang jeli akan menyadari bahwa salah satu keuntungan sistem blockchain satu layer Vs sistem dua layer adalah: hanya transaksi-transaksi valid saja yang disimpan dalam blok-blok blockchain. Ini secara potensial berarti hanya memerlukan sedikit ruang penyimpanan semenjak transaksi-transaksi yang tidak valid dibuang atau tidak diikutkan dalam blok-blok blockchain.

Akan tetapi dalam hal terjadi banyaknya transaksi yang diumumkan (broadcast) dalam jaringan akibatnya akan mengganggu mengganggu proses validasi. Secara prakteknya, hal ini yang jarang sering terjadi, karena dompet (wallet) akan melakukan pra-validas transaksi pengguna sebelum mengumumkannya dalam jaringan dan tidak akan melakukan pengumuman jika tidak lolos dalam langkah pra-validasi. Jadi secara praktenya, hal ini tidaklah terlalu menguntungkan.

Aplikasi layer kedua dapat ditulis dalam beberapa bahasa program (atau bahkan bisa menggunakan aplikasi microser)

Sistem jaringan blockchain yang menggunakan smart contract memerlukan anda untuk membuat kodenya terlebih dahulu dalam bentuk bahasa skrip. Dalam prakteknya, ini adalah bidang para programmer yang mempunyai kemampuan untuk menambahkan fitur dalam jaringan blockchain.Dan juga masih terbatasnya juga sumber-sumber pengetahuan mengenai hal itu yang secara cepat dapat membuat sebuah aplikasi baru.

Secara garis besarnya, sejak aplikasi layer kedua dijalankan dalam proses yang terpisah dan melakukan komunikasi dengan layer pertama melalui jaringan API, aplikasi layer kedua dapat diimplemetasikan dalam berbagai bahasa program. Faktanya, hal itu mudah dilakukan (dan seringkali lebih berguna) untuk membuat aplikasi layer kedua dengan menggunakan lebih dari satu bahasa progam, dimana aplikasi layer kedua dipisah menjadi dalam bentuk layanan-layanan microser yang berjalan dalam proses yang berbeda.

Aplikasi layer kedua lebih aman karena tidak dijalankan dalam proses konsensus yang utama

Secara teori, sebuah platform smart contract yang dibuat dengan cara yang salah atau kurang benar tidak akan mampu merusak semua sistem yang ada dalam platform. Akan tetapi sistem smart contract ini dijalankan di dalam proses sistim platform yang ada, hal ini berpotensi mengancam kegagalan sistem keamanan yang ada. Salah satu hal yang paling susah untuk dicegah dalam platform ini adalah terlalu banyak menggunakan sumber daya yang ada (contohnya kemampuan CPU, memory, bandwidth jaringan, dan sistem penyimpanan data) dan membuat seluruh jaringan jadi gagal untuk berproses.

Tidak seperti sebuah smart contract, aplikasi pada layer kedua dijalankan dalam proses yang berbeda, yang berarti dapat mengandalkan keamanan dan fitur-fitur kuota sumber daya yang ada dalam basis sistem operasi untuk menghindari permasalahan seperti yang ada dalam smart contract. Untuk level keamanan yang lebih tinggi, aplikasi layer kedua dapat dijalankan secara menyeluruh dalam computer yang berbeda, yang secara efektif menghindarkan agar layer kedua tidak bermasalah seperti yang ada dalam sistem platform lainnya seperti halnya permasalahan jaringan bandwidth dan penggunaan data dalam setiap transaksinya.

Bersambung....