Bikin Tulisan Keren Pake HP

Buat yang hobi nulis, atau, sedang belajar menulis, alat bantu paling mudah yang ditenteng-tenteng kemanapun pergi adalah HP. Dengan HP, sambil berada di MRT, atau bus, menulis masih terus bisa dilakukan. Jika dalam sehari 10 jam kita pegang HP, tak ada salahnya memberikan waktu 10 menit untuk membuat sebuah tulisan tentang pengalaman atau kejadian simpel harianmu yang barangkali menjadi sebuah kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain.

Bikin Tulisan Keren Pake HP
Ilustrasi menulis menggunakan HP

 

Tulisan 'Invisible Fluorescence' yang pernah saya tulis sebagai status FB, saya copas dan 'taruh' di website Thewriters.id. Ternyata platform digital itu asik banget buat yang suka nulis lho. Mau upload foto pake HP, untuk mempercantik tampilan tulisan kita, semudah dan seenak minum jus sirsak! 

Mau gaya-gayain tulisan pake ala-ala ringkasan atau quotes di bagian awal, bikin huruf miring untuk kata-kata bahasa gaul dan kata-kata yang bukan bahasa Indonesia pun gampang. Writers friendly pokona mah

Apalagi bagi orang-orang yang memiliki paham begini: membaca tulisan tuh bagaikan menikmati lukisan. Sehingga, setiap typo adalah rasa gatal di mata. Setiap penulisan yang tidak apik adalah seperti noda tinta yang tak sengaja menciprati lukisan dan tak dikehendaki, sehingga sangat mengganggu.

Misal, kata sandang 'Sang' dan 'Si' harus diawali dengan huruf kapital. Kata ganti kedua 'Anda', harus dimulai dengan huruf kapital. Kata depan 'di' yang menunjukkan tempat harus diberi spasi. Akhiran 'kan' untuk kata dasar tunjuk, harus dituliskan dengan jelas huruf 'k'-nya sehingga ada dua huruf 'k' pada kata berimbuhan tersebut. 'Tunjukkan', bukan 'tunjukan'.

Bahasa menunjukkan bangsa. Bahasa tulis yang indah (struktur, penulisan, tata bahasa, gaya bahasa, cara bertutur) menunjukkan siapa diri kita. Mantan boss saya, Eddy Kurnia (dulu Direktur Utama PT Infomedia Nusantara, anak perusahaan PT Telkom Tbk) pernah bilang bahwa tata bahasa menunjukkan logika berpikir kita. Saya mengamininya. Tanda baca, cara penulisan, PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), dan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menjadi referensi yang saya perhitungkan untuk ditengok, namun tidak memenjara saya untuk menggunakan bahasa daerah nusantara.

Sebuah kalimat langsung harus ada koma dan pembuka kata. Seperti ini: Harry berkata, "Tuh, kan, Teh Nina ... kubilang juga apa. 'Tikusruk' deh jadinya. Sayang atuh sendal cantiknya masuk ke lumpur sawah".

Kalimat itu akan berubah menjadi kalimat pasif tanpa pembuka kata. Begini: Harry berkata bahwa ia sudah memberi tahu Teh Nina untuk berhati-hati agar 'nggak' jatuh terjerembab (tikusruk, bahasa Sunda) ke sawah, dan sendal yang dikenakan Nina (yang indah banget penuh ornamen dan permata) bisa terhindar dari belepotan lumpur sawah.

Untuk format formal/resmi, saya juga masih sering menjumpai penggunaan kata 'negoisasi' untuk kata yang seharusnya ditulis dengan benar 'negosiasi'. 'Februari' dituliskan sebagai 'Pebruari'. 

Sebuah tulisan, tak masalah tidak menggunakan bahasa Indonesia baku. Tak masalah juga  menggunakan kata-kata bahasa percakapan sehari-hari. Untuk kata 'tidak', sah-sah saja ditulis dengan gak atau nggak atau enggak atau indak atau ndak. Bagi saya akan lebih memenuhi aspek estetika saat dipandang mata bila ditulis dengan huruf miring. 

Ya.. seperti lukisan lah.

Huruf-huruf tersusun menjadi kata. Kata-kata tersusun menjadi kalimat. Kalimat-kalimat menjadi alinea. Dan seterusnya. Kata, kalimat, tanda baca, adalah sapuan-sapuan beragam warna yang membuat sebuah pola pada 'lukisan kata' berbentuk narasi. 

Jadi, website Thewriters.id, sangat ngebantu banget bikin tulisan jadi keren meskipun hanya pake HP. Gak perlu buka laptop, cukup pake HP. Cocok buat para commuters yang menghabiskan umurnya di jalan, baik di kendaraan umum maupun di mobil kantor. Cocok juga buat orang-orang sekarang yang hampir 17 jam waktunya dalam sehari tak lepas dari HP. Cocok buat yang ingin terus menulis menebar kebaikan.

Selain mengunggah karya tulisan, website ini juga asik untuk menggelar karya-karya kita yang lain. Fotografi misalnya. Video. Bahkan rekaman baca puisi.

So, The Invisible Fluorescence, setelah saya pandangi, bentuknya jadi jauh lebih indah pada format website Thewriters.id. Menjadi bisa lebih bercerita. Ada gambar/foto utama, dan ada foto lain yang bisa disisipkan untuk lebih jelas memberikan gambaran.

Kau pun bisa membuat status FB mu di segmen Cerpenting. Cerita Pendek Gak Penting. Jadi, isinya cuman hal-hal ringan dan kadang sepele doang. Istilah ini 'nungul' dari kelas menulis yang 'ditungguin dengan setia' oleh Budiman Hakim dan Asep Herna. Kau boleh menuliskan apa saja di segmen Cerpenting ini.

Jika kau punya beberapa draft tulisan, ada banyak segmen yang bisa kau isi. Cerpenting, Economy, Fiction, Lifestyle, Entertaintment, Humanities, Sports, Politics, Technology, Travel.

Tunggu apa lagi?