Manusia Keblinger x Manusia Keminter

Omong-omong iseng hasil pengamatan iseng-iseng pula.

Manusia Keblinger x Manusia Keminter

Manusia itu keblinger karena keminter atau sebaliknya keminter karena keblinger? Yang bener jadi salah, yang salah jadi bener. Yang asli jadi palsu, yang palsu jadi asli. Tidak buta, tapi membutakan akal pikiran dan segenap panca inderanya. Yang terlihat nyata tak terlihat nyata di matanya. Yang halu malah terlihat nyata di mata dan pikirannya. Karena oramg hanya melihat apa yang ingin dilihat. Selaksa bukti kebenaran di depan pelupuk matanya malah membuatnya semakin erat memejamkan mata.

Tak lain tak bukan, semua karena penyangkalan a k a denial. Menyangkal apa? Apa lagi kalau bukan kenyataan. Kadang realita memang tidak bersahabat. Seringkali menggigit. Karena reality bites. Halah bolak-balik aja. By the way busway, kenyataan itu mau tak mau tetap harus diterima juga di penghujung hari. Sepahit apa pun.

Masih keblinger? Tak apa. Nikmati saja dulu masa-masa keblinger yang indah. Cepat atau lambat, semua akan tersadar sendiri pada waktunya. Karena semua juga akan indah pada waktunya. Halah lagi. Amit-amit, semoga saja tidak keblinger terlalu lama, lalu tahu-tahu sudah menuju gila. Semoga tidak. Semoga.