Tubuh Kita Begitu Cerdas

Tubuh Kita Begitu Cerdas

Suatu malam, anak saya yang sekolah di Yogyakarta, Diva, mimpi buruk lalu terbangun. Suasana kamar begitu gelap, AC pun mati. Ternyata, penyebabnya adalah listrik yang padam.

Hal yang sama terjadi pada saya beberapa waktu lalu. Saya bangun karena berasa seperti ada di ruang sempit dan aneh. Fenomena apakah ini?

Baiklah, saya akan jelaskan.

Manusia punya dua elemen pikiran, sadar dan bawah sadar. Saat tidur, pikiran sadar manusia istirahat. Sementara pikiran bawah sadar selalu terjaga. Ia tak pernah istirahat walau manusia ada dalam kondisi sleep state (tidur pulas) sekalipun.

Nah, ketika di dunia sadar, saat kita sedang terancam oleh sesuatu, pikiran bawah sadar mengambil alih kendali dengan merancang refleks. Begitu pun saat tidur.

Bawah sadar kita akan memberi sinyal pada tubuh untuk mengubah frekuensi otak dari delta ke tetha, lalu alpha dan beta. Delta adalah gelombang tidur, theta adalah rileks yang sangat dalam serupa mimpi, alpha adalah rileks ringan, dan beta adalah frekuensi sadar.

Kalau orang lagi tidur (di level delta) lantas dibangunkan secara mendadak langsung ke beta (kesadaran penuh), pasti efeknya pusing. Makanya, tubuh merancang proses manusia bangun dari tidurnya dengan bertahap. Bisa dari delta lantas naik kesadarannya ke theta, lalu alpha dan kemudian beta; atau dari delta bisa langsung ke alpha, untuk kemudian ke beta. Jadi tanpa theta dulu, atau gelombang theta dilaluinya dengan supercepat.

Karakter gelombang theta mirip dengan kondisi mimpi. Ini yang menjelaskan kasus anak saya di atas. Sistem bawah sadarnya merancang mimpi sebagai bridging untuk bangun. Bayangkan, bila ketika listrik padam, Diva langsung terbangun dari tidur pulasnya, pasti ia akan mengalami pusing.

Sementara kasus yang menimpa saya seperti ilustrasi di atas, saya bangun hanya melewati alpha, tanpa theta, sehingga cuma sensasi kinestetik seperti tubuh saya ada di ruang sempit saja sebagai bridging untuk bangun ke kesadaran penuh.

Seperti saya dan anak saya, Anda pasti pernah mengalami hal serupa. Begitulah, bawah sadar manusia memang cerdas adanya.