THANKS TO THE WRITERS!

THANKS TO THE WRITERS!
THANKS TO THE WRITERS!

Bulan Juli 2019 adalah perkenalan pertama saya dengan komunitas The Writers. Atas ajakan Mbak Cyndha seorang tetangga yang selain menjadi tempat curhat sesama ibu Rumah Tangga juga teman yang sangat baik dalam kegiatan lingkungan dan organisasi kantor.

“Meta inget khan aku lagi belajar nulis lewat whatsapp sama Om Bud dan Kang Asep?”

“Iya ingeeet…aku suka baca tulisan mbak Cyndha di FB!” saya sangat tertarik karena metodenya cukup unik dan sepertinya asik. Gimana gak? Belajar lewat wa terus bayar seikhlasnya. Saat itu belum ada pandemi dan lagi jarang ada pelatihan edukasi yang tidak mengharuskan murid untuk hadir di kelas pelatihan. 

Akhirnya percakapan terus berlanjut dan berita terbaik Om Bud dan Kang Asep hendak melakukan pelatihan di Balikpapan. Kebetulan mereka ada pekerjaan dan akan menyempatkan waktu berbagi ilmu secara langsung. Mbak Cyndhapun langsung mengumpulkan teman- teman yang ingin belajar menulis. Sungguh saya merasa dicemplungin gak tanggung- tanggung sama teman yang bersuara emas ini. 

 

Lewat pertemuan singkat di Dialog Cafe, Om Bud dan Kang Asep mengenalkan konsep Branding, Menulis di social media dan Bagaimana setiap orang sebenarnya dapat menulis. Lewat beberapa gambar yang ditampilkan kita jadi belajar menghubungkan beberapa gambar dengan sebuah brand yang ingin kita sampaikan kepada pembaca atau calon pembeli produk kita. Semua bermodal pengalaman emosional dari kisah kita sendiri. Di masa- masa itulah passion saya dalam menulis menjadi terbuka.

 

Semua teka- teki untuk belajar Menulis lewat WA terjawab ketika mengikuti pelatihan The Writers Batch 3. Bukan saya saja tapi beberapa teman juga kebingungan pada awalnya.

"Aku tuch gak ada bayangan deh Met, gimana sih caranya belajar menulis lewat WA?” tanya Ika teman saat kita duduk ngopi bareng di Etnica Café BP kala itu.

“Gak tau juga sih, tapi kalo denger cerita dari mba Cyndha sih cukup meyakinkan loh”, jawab saya masih bingung juga karena saat itu pertama kalinya kami berdua akan belajar lewat media wa.

Tanggal 19 Juli 2019 pertemuan pertama belajar menulis di group WA The Writers. Kalo dipikir- pikir lagi sih kondisi belajar sambil ngelonin anak tidur itu sebuah kenangan yang gak akan terlupakan. Sambil memegang HP mencoba menyerap ilmu- ilmu yang diberikan para guru hebat ini. Walau berada di kamar tidur saya serasa di kelas yang penuh murid antusias belajar dan bertanya.

 

“Kreatifitas itu adalah sikap hidup”, di pertemuan pertama Om Bud sudah menancapkan ide ini di kepala para siswanya. Lewat setiap ketikan dan slide gambar yang dibagikan pencerahan dalam ilmu menulispun terjadi. Setelah beberapa pertemuan dilanjutkan dengan Ilmu dari Kang Asep Herna. Beliau menjelaskan tentang “The Power of Hypnotic Writing”, Bagaimana kata menciptakan Trance dan hal- hal lain yang mengingatkan kelas betapa otak menyimpan data yang tidak terbatas. Lewat pelatihan Kang Asep kita dibimbing bagaimana menggali data- data yang tersimpan bagai harta karun selama ini. Otak menjadi tidak sama ketika melihat setiap huruf dan kata. Bahkan karya- karya Bapak Sapardi Djoko Damono saya cari untuk belajar karya sastra dari seorang Maestro Sastra Indonesia.

 

Setelah level 1 berakhir rasanya kami semua tidak puas dan akhirnya setelah minimal 50 peserta, Batch 3 lanjut ke level 2. Hehehe… luar biasa khan ini menandakan ilmu yang dibagi gak tanggung- tanggung. Di level 2 lebih dalam lagi ilmu yang dibagi. Ilmu yang bikin nagih lagi dan lagi. Duo guru ini pengajar SERSAN bagi saya. Serius tapi Santai sehingga ilmu yang dibagi selalu disaji dengan gaya dan bahasa yang siap- siap buat kita ketawa dan inget lagi pengalaman yang kita pernah alami dahulu.

 

Akhirnya Kak Devina menggabungkan Writers berbagai Batch dalam satu group, di sana kami dapat berinteraksi dengan berbagai teman- teman baru secara lebih dekat. Ada Kak Budi seorang Puppetry dan pendongeng handal, ada Geng Sumukerz yang melahirkan buku Antologi Puisi, ada Mas Hariadhi yang berbagi pelatihan Menulis, Melukis dan banyak lagi. Banyak informasi berguna juga dibagi dalam group ini. Bahkan ajakan untuk membantu meringankan beban sesama yang sedang kekurangan. Lalu dengan bantuan Mas Wicak terciptalah sebuah Web The Writers. Kami para anggotanya boleh memposting tulisan kita di sana kapan saja. Di website ini banyak tulisan teman- teman yang membuat saya merasa makin kaya dalam banyak hal.

 

Mengapa saya menulis semua ini? entah kenapa ada panggilan untuk berbagi pengalaman emosi positif yang diterima dari komunitas ini. Ada rasa bangga, haru dan bahagia yang rasanya perlu dibagi dan semoga menjadi pemacu bagi pembaca untuk menulis ke depannya.

 

Menulis di medsos yang oke menjadi salah satu kebutuhan, tentunya yang positif dan tidak mengundang unsur SARA yah guys. Suatu ketika Om Bud berbagi info menulis di Harian Kompas, tentunya kesempatan emas itu tidak boleh dilewatkan. Nah…ini salah satu momen yang sangat bersejarah. Sebuah kado ulang tahun yang manis dan indah. Tgl 9 Juli 2020 tulisan saya dimuat di harian Kompas dalam rangka Hut ke- 55 Harian KOMPAS. Ada 10 orang terpilih sebagai cerita unik dan menarik. Berbekal ilmu dari The Writers lahirlah sebuah 'curhatan' Ibu Rumah Tangga dalam menghadapi 'Masa Memaknai Kenormalan Baru'. Saking terharunya air mata saya mengalir karena bahagia, terima kasih Tuhan…Thanks to The Writers! 

 

Info dari group kembali datang dan kali ini info ajakan menulis di buku A Tribute to Bapak Djoko Sapardi Damono. Keberanian itupun hadir untuk mengirim puisi ke Mas Dio. Buku tersebut sudah terbit bersama 384 penyair dari seluruh Indonesia, bahkan teman- teman The Writers dari berbagai Batch juga ikut berkontribusi di dalam buku tersebut. Kembali rasa bahagia itu menghampiri karena kesempatan berkarya dalam sebuah buku dapat tercapai.

 

Di group ini pula tercapai kolaborasi  dengan 9 teman yang sungguh- sungguh ingin menulis sebuah cerpen lalu dikumpulkan menjadi satu buku. Diawali dengan tawaran Mas Andung di group untuk menerbitkan sebuah buku dengan harga yang terjangkau. Alam semestapun mengumpulkan kami bersepuluh dalam karya kolaborasi bertema “Pindahan”. Bukunya masih dalam proses nich….hihihi…mohon doanya yah. Terima kasih kakak dan mbak- mbak cantik bernama Cyndha, Donna, Emma, Farah, Iin, Pinkan, Raras, Vifi dan Sanny.

 

Salute untuk penulis sekaligus lulusan the Writers dari berbagai Batch yang mulai terbit satu persatu. Buku mbak Cristabel, Yoyo, Mbak Ida, Geng Sumukerz dan masih banyak lagi. Ada teman saya Christine yang anaknya Ninan masih berumur 10 tahun namun sudah berhasil menuliskan sebuah buku cerita anak (Ibunya juga sudah pernah menerbitkan beberapa buku kolaborasi dan semuanya keren). Ada juga teman saya mba Vifi yang anaknya Fairuz berhasil menulis buku ke-4. Isinya menceritakan 'ganknya' yang berisi 4 orang. Tiga temannya mempunyai kelebihan melukis dengan aliran yang berbeda- beda. Yang membuat saya geleng- geleng kepala adalah teman saya Vianne berhasil merampungkan sebuah novel genre Horor setelah bergabung dalam komunitas The Writers Batch 9. Wow, tentu saja ini menularkan hal yang sangat positif. Diri ini bagai diingatkan  kembali akan mimpi menulis sebuah Novel.

 

Ditengah- tengah kesibukan sebagai ibu Rumah Tangga sayapun merasa masih perlu banyak belajar dari banyak guru dan senior hebat dalam bidang menulis di Indonesia. Ajakan untuk belajar bersama guru menulis lainpun silih ganti berdatangan. Saya sangat mensyukurinya dan memutuskan belajar pula dari mereka. Namun saya harus mengakui bahwa duo sosok di komunitas inilah yang mula- mula menyadarkan panggilan dan mimpi yang telah terkubur sekian lama.


Untuk teman- teman yang tertarik ikut kelas The Writers, jangan lupa hubungi Kak Devina yah. Dan kalau masih penasaran kayak apa ilmu yang dibagi di sana silahkan buka Youtube Kanal Kata. Ada berita- berita menarik berhubungan dengan Menulis, Branding, Hynowriting dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa saat lalu ada penyanyi Chicha Koeswoyo yang diundang untuk berbagi banyak pengalaman dan cerita seru.

 

Kelas penulisan The Writers Batch 13 oleh Om Budiman Hakim dan Kang Asep Herna akan dimulai tanggal 1 Desember 2020.

12X pertemuan jam 8- 10 malam, Selasa, Rabu dan Kamis.

Silakan kontak Kak Devina di no WA 08118774466. Daftar segera. Bayar seikhlasnya.