TOPIK YANG ASYIK

TOPIK YANG ASYIK
sumber gambar: iconfinder.com

"Sayang, apa, ya, yang asyik kita percakapkan malam Minggu begini?" tanyaku tadi. 

Seharusnya tak usah saja kutanyakan itu. Aku malah jadi kesal karena kau belum juga menemukan topik percakapan yang seru. Usul-usulmu ini tak ada yang menarik bagiku:

"Tentang saus sambal kekinian yang kubilang rasanya seperti kaporit itu?"

"Ah, apa lagi yang mau dibahas soal itu? Buatku, itu lumayan enak. Tak masalah kalau kau tak suka. Biar aku yang menghabiskannya."

"Tentang si meong yang mengintip-intip di depan pintu karena hidungnya mengendus duri ikan di kantong sampah?"

"Ah, sudah jelas bahwa aku tak akan izinkan dia masuk. Toh, dia bukan piaraan kita dan aku tak suka kucing liar masuk rumah."

"Tentang pendingin ruangan portabel mini yang kaubelikan untukku tapi tak terasa dinginnya sama sekali?"

"Ya, ya, lain kali kita beli yang lebih bagus, ya. Sekarang minimal lumayan dikit, kan, daripada tak ada kipas angin pula di sini. Kau tahu, aku tak betah kegerahan."

"Tentang cat dinding kamar yang makin mengelupas saking seringnya kusandari tanpa baju?"

"Yah, susah juga menyuruhmu beli sekaleng cat hanya untuk menutupi bagian kecil itu. Besoknya kau akan duduk di situ lagi dan catnya tak lama akan mengelupas lagi. Masa bodoh, lah."

"Lalu, apa, dong? Oh, ini ada berita terkini. Tentang tsunami yang baru melanda Jepang dan terasa juga di Pantai Selatan Jawa!"

"Oh, gitu, ya." 
(Entah kenapa, aku tak terkejut dan tak tertarik juga membahas itu.)

"Ya, sudah. Kita teruskan saja bercakap dengan gadget masing-masing!" Matamu tak lepas dari video di HP-mu.

"Setuju!" 

Lumayanlah, situasi tak penting yang setengah nyata setengah imajinasi bisa jadi satu tulisan ini. 

 

20.03.21_vbvs

#camilanmalmingan