Tenggang Rasa, Itu Makanan Apa?

Tenggang Rasa, Itu Makanan Apa?

Di akun media sosial ada cerita seorang teman dekat sedang sedih. Gara-gara ada teman lamanya dia di masa SMP yang kayaknya sih cuma pengen ramah, tapi jadinya malah salah.

Awalnya basa-basi karena lama tak bertemu. Mulai dari nanya kerja apa, sibuk ngapain sampai akhirnya pertanyaan yang dihindari keluar juga. Tau donk pertanyaan apa itu?

Yah, kalau buat cewek yang ada di umur layak menikah tapi belum menikah, sih, pertanyaan paling menyebalkan itu adalah udah nikah belom? Yang kemudian dilanjutkan dengan "tuduhan" --- ih belom nikah pasti kebanyakan milih --- udahlah nggak usah banyak pertimbangan --- nanti ga laku dan lain sebagainya dan lain seterusnya.

Wajar teman saya kesal, kan? Tapi waktu teman saya mengungkapkan kekesalan pada temannya, si penanya dan penuduh itu bilang kalau dia itu begitu karena peduli, karena tenggang rasa dan lagian itu tadi aku bercanda. Gitu katanya. Uhm... yakin? peduli banget? tenggang rasa abis? bercanda? Agak nggak lucu ya kalau itu bercanda...

Saya juga bukan orang yang selalu bisa bicara baik dengan orang lain, sih. Sering judes dan rasanya teman dekat saya tau itu. Cuma kalau untuk masalah beginian kayaknya tidak perlu orang yang super hebat untuk bisa mengerti bahwa plis banget daripada mengajukan pertanyaan itu lebih baik cari pertanyaan lain yang lebih asik.

Pertanyaan kenapa belum nikah? Kenapa belom punya anak? dan pertanyaan serupa itu bagi sebagian orang itu menyebalkan, loh! Lagian udah banyak juga kan yang terang-terangan bilang kalau pertanyaan semacam itu mengganggu. Kenapa juga masih tanya-tanya...

Coba deh bayangin, kalau kita yang ada di posisi itu.

Pengen nikah, tapi belum bertemu dengan orang yang pas. Sudah usaha tapi belum berhasil juga. Belum waktunya.

Pengen punya anak, tapi belum juga dikasih kesempatan. Sudah mencoba, tapi belum bisa. Belum waktunya.

Siapa sih orang yang nggak pengen nikah? Siapa sih orang yang nggak pengen punya pendamping? Pasti semua pengen, kan? Hanya saja, mana orangnyaaa? Orang belom nemu, kok! Nikah? pengen banget! Tapi sama siapa? sembarang orang? Nanti kalau salah pilih, "diomelin" juga.

Siapa juga yang nggak pengen punya anak? Pengen banget! Andaikan bikin anak bisa pakai tepung dan jadi dengan instan.

Pengen banget bilang sama orang-orang yang masih saja kekeuh menanyakan hal itu pada teman-teman atau saudaranya: Tuhan yang punya kuasa atas apa yang kau tanyakan, teman. Lalu, dari pada pertanyaanmu memancing kesedihannya, mengapa tak kau doakan saja temanmu yang belum seberuntung dirimu itu. Doakan diam-diam, agar dia mendapatkan rejeki jodoh dan anak secepat yang kau dapatkan. Enyahkan rasa ingin tahu mengapa dia belum juga mendapatkan apa yang kau anggap mudah. Karena mudah bagimu mungkin tidak baginya. Ajaklah dia berbincang tentang hal lain yang tak membuatnya gusar.

Menurut saya, sepertinya itu cara bertenggang rasa yang pas.

Bagaimana?