Perempuan tangguh itu temanku

Perempuan tangguh itu temanku

Beberapa tahun belakangan ini saya menekuni bidang tata rias pengantin.Walau sebenarnya saya merasa terlambat untuk belajar lagi dari nol. Salah satu profesi yang tidak lagi menjadi dominasi perempuan tapi juga ditekuni rekan pria. Profesi yang sebenarnya teramat menyenangkan.

Sebagai team yang harus bekerjasama untuk mewujudkan sebuah perhelatan yang tidak hanya harus on time serta apik tapi juga harus mengesankan bagi para tamu.Dunia panggungsaya menyebutnya. Bagaimana tidak sebuah show yang berlangsung beberapa jam tapi persiapannya seperti kalau mau buat film saja. Dari tema,kostum,dekorasi dll.

Demi sebuah sajian yang ciamik tersebut kadang banyak kejadian dibalik layar yang menjengkelkan.

Sering sekali kita harus sampai di lokasi empunya hajat jam 03.00 pagi. Semua semata demi sebuah suksesnya acara. Jam jam dimana orang lagi enak enaknya di buai mimpi berselimut hangat. Dan tentu saja lalulintas masih sangat sepi sekali,sehingga rawan sekali buat para perempuan.

Pada suatu hari teman saya, sebut saja mba Tutik,seorang ibu rumah tangga dengan 2 putra putri yang duduk di bangku sd bercerita, waktu itu dia berangkat dari rumah pagi pagi sekali untuk membantu event salah satu temannya. Saat melaju di jalan dengan motornya dia dibuntuti oleh seorang pemuda. Ketilka laju motor dipercepat si pemuda ikut mempercepat laju motornya, begitu pun saat laju motor diperlambat maka si pemuda ikut memperlambat laju motornya.

Merasa ada gelagat yang kurang baik dari si pemuda tersebut maka saat sampai di traffic light perempatan jalan dan posisi dirasa aman karena di belakang truck si mba Tutik ini membuka kaca helmnya.

"Maaf saya sudah tua dan hanya cari makan," katanya kepada si pemuda sambil kedua tangannya ditelangkupkan di dada.

Mendengar ceritanya saya yang baperan sontak mbrebes mili sekaligus ketawa. Mbrebes mili membayangkan sebegitunya perjuangan perempuan, bot-bote nggolek cukup membantu mencari nafkah, dan ketawa karena kata tua. So what gitu lhoh kalau tua, lhah emang kalau tua kejahatan tidak bisa menimpa.

Alhamdulillah, begitu mba Tutik bilang si pemuda tidak lagi membuntutinya.

Demikianlah salah satu duka kami para pejuang subuh (begitu kami biasa menyebutnya). Belum lagi sekarang di kota kami Jogja sedang marak klitih.

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menjaga kami,para perempuan yang berusaha ikut berjuang njejege ekonomi keluarga. Aamiin yaa Robb