Merindukan Dia yang selalu Merindukanku

Merindukan Dia yang selalu Merindukanku

Sore itu, Nayaka kecil masih menunggumu. Yaa.. seperti biasanya, aku akan selalu menunggu kepulanganmu setiap sore depan pintu. :)

Bagi Nayaka kecil, kau bukan sekedar Ayah. Tapi lebih dari itu, kaulah tempatnya bertaut. Seseorang yang selalu memberikan dekapan ternyaman ketika ibuku terbagi fokus untuk mengurus adik bayiku. Kaulah pelukis sketsa kehidupan hebat, lewat cinta dan kasih sayang yang selalu mewarnai hari kecil ku. 

Tapi, sore itu aku tak kunjung melihat sosokmu. Yang ku lihat hanya sanak saudara yang silih bergantian bertamu untuk menyampain bela sungkawa, rasa empati dan duka selalu mereka bisikan ketika mereka memelukku. Yaa.. karna aku gadis kecilmu.

Nayaka si Anak Ayah, julukan itu mungkin akan hilang ketika kau tak kunjung pulang. Maut yang menjemputmu kala itu, menjadi hijab antara duniamu dan duniaku, tapi tidak untuk hati kita yang sudah saling terpaut.

Masih rindukah Ayah kepadaku seperti dulu? Yang selalu bergegas pulang ke rumah saat sudah menyelesaikan tugas, hanya untuk cepat bertemu denganku agar bisa memelukku :)

Yaa.. aku sangat merindukan dia yang selalu merindukanku. 

Ayah aku selalu rindu padamu.

-Nayaka gadis kecilmu-