Komunikasi, Kunci Meraih Kenyaman Hidup: Menyelesaikan dan Mencegah Munculnya Masalah

Komunikasi dapat menyelesaikan dan mencegah munculnya masalah yang berimbas pada didapatnya kenyamanan hidup.

Komunikasi, Kunci Meraih Kenyaman Hidup: Menyelesaikan dan Mencegah Munculnya Masalah
Pentingnya komunikasi

Dalam menjalani kehidupan tentunya tak bisa dilepaskan dari berbagai masalah. Masalah bisa muncul karena berbagai penyebab. Yang paling sering terjadi, permasalahan muncul karena adanya perseteruan dengan orang lain. Perseteruan tersebut biasanya bermula dari ketidakcocokan pendapat antara satu sama lain.

Sebenarnya, perseteruan tersebut tidak perlu terjadi. Memang, kalau berbicara perbedaan pendapat pasti selalu ada. Pasalnya, pemikiran satu orang dengan orang lain tentu saja berbeda. Perbedaan tersebut bisa disebab oleh banyak faktor, seperti lingkungan, pendidikan, hingga kepentingan.

Perbedaan pendapat seharusnya dapat dikomunikasikan sehingga bisa diambil jalan tengah yang sesuai. Pendapat yang berbeda justru bagus karena akan memunculkan banyak ide terkait suatu persoalan. Hal itu jauh lebih baik daripada hanya ditanggapi dengan diam meskipun hati tidak setuju.

Dengan kata lain, masalah yang umumnya muncul dari perseteruan atau apapun itu dapat diselesaikan dengan komunikasi. Bahkan, ketika diri sendiri sedang bermasalah bisa diselesaikan dengan komunikasi. Kita bisa berkomunikasi dengan diri sendiri

Pentingnya Komunikasi dalam Penyelesaian Masalah

Peran komunikasi dalam mengatasi masalah sangatlah penting. Misalnya, seorang siswa yang lupa mengerjakan tugas dari gurunya dapat diselesaikan dengan berkata jujur. Ia bisa berbicara kepada gurunya dengan jujur alasan ia tidak mengerjakan tugas. Meskipun konsekuensinya mendapatkan hukuman, setidaknya ia tidak mendapat masalah baru berupa kemarahan dari guru.

Contoh lain bisa ditemukan dalam dunia kerja. Terkadang, hubungan atasan dengan staf kurang baik karena kurangnya komunikasi. Atasan memberikan pekerjaan yang banyak dengan deadline pengerjaan yang berdekatan. Sementara itu, staf hanya menerima tanpa memberikan komplain bahwa dirinya merasa tidak sanggup. Hasilnya, staf akan mendapat omelan dari atasan karena banyak pekerjaan yang tercecer.

Permasalahan tersebut seharusnya tidak muncul jikalau atasan dan staf mau berkomunikasi. Atasan yang notabene punya wewenang lebih bisa menanyakan pekerjaan yang sedang ditangani stafnya. Staf juga punya hak untuk berbicara bahwa dirinya tidak sanggup menerima pekerjaan lagi karena sudah terlalu banyak beban pekerjaan. Jika sudah sama-sama tahu, atasan kemungkinan akan meminta bantuan staf lain untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan demikian, masalah tidak perlu muncul.

Komunikasi Dapat Mencegah Munculnya Masalah

Selain dalam penyelesaian masalah, komunikasi juga penting menjadi pencegah munculnya masalah. Hal ini juga berlaku dalam berbagai hubungan, baik hubungan guru dan siswa, suami dan istri, orang tua dan anak, hingga atasan dan staf. Dengan berkomunikasi, tiap-tiap individu jadi tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan orang lain. Dengan demikian, mereka tidak akan berkata atau bertindak semaunya.

Sebagai contoh, seorang suami membeli sepeda harga puluhan juta tanpa sepengetahuan istri. Lalu, istri marah setelah mengetahuinya. Seharusnya, suami harus berdiskusi terlebih dahulu dengan istri. Istri mungkin akan tidak setuju dengan keinginannya untuk membeli sepeda. Akan tetapi, setidaknya komunikasi sudah dilakukan sehingga suatu saat istri juga tidak akan melakukan hal sama, membeli barang mahal tanpa diskusi, yang juga dapat memunculkan masalah baru.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Berkomunikasi

Dalam berkomunikasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar komunikasi berjalan baik. Komunikasi yang berjalan baik tentunya akan membantu penyelesaian masalah dan mencegah munculnya masalah. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi.

  • Pastikan dalam keadaan tenang. Dalam berkomunikasi, pastikan keadaan hati tenang dan kepala dingin. Dengan demikian, ketika komunikasi berjalan tidak akan muncul percikan emosi yang dapat memicu konflik.
  • Pastikan fokus terhadap masalah. Membahas suatu masalah harus fokus. Jangan sampai melebar ke hal lain, terlebih yang dapat memunculkan perdebatan.
  • Hadirkan pihak ketiga yang netral. Jika permasalahan antara dua orang dirasa perlu didampingi pihak ketiga sebaiknya dilakukan. Pihak ketiga yang dihadirkan tentu saja yang bijak dan tidak memihak. Dengan hadirnya pihak ketiga diharapkan akan menjadi penengah.
  • Kenali diri dan coba buka hati. Mengenali diri dan mencoba membuka hati bisa dilakukan saat berkomunikasi dengan diri sendiri atau dengan pihak lain. Dengan mengenali diri, kita bisa tahu apa yang sebenarnya kita mau. Sementara itu, dengan membuka hati, kita bisa mengenali apa yang orang mau. Dengan demikian, kita bisa memosisikan diri agar tidak merusak kemauan diri sendiri dan orang lain.

Seperti yang sudah dikatakan secara berulang-ulang, komunikasi dapat menyelesaikan masalah dan mencegah masalah. Maka dari itu, jangan takut untuk mulai berkomunikasi, baik dengan diri sendiri atau orang lain demi memunculkan kenyamanan dalam hidup.