Ini tentang menjaga kehormatan

Cerita pedih produk lokal

Ini tentang menjaga kehormatan

Bismillah

"Ini tentang menjaga Kehormatan"

Sedikit memang. Dan diantara yang sedikit itu, sedikit lagi yang peduli.

Jumlah penduduk negeri kita yg besar memang menjadi sasaran empuk produk2 luar masuk.. dari kantong kresek, sampai produk bernilai mahal di dominasi produk luar.

Ada bias disini. Produknya memang di produksi di dalam negeri tapi merknya merk Global, merk luar negeri sana yang tentu saja keuntungannya mengalir keluar.

Dan ini bukan satu, dua, atau 100 produk, ini sudah ribuan produk, produk2 ber merk global menyerbu lini kehidupan kita. Dan kitapun terbiasa dengannya.

Sementara disudut lain, masih di negeri ini, riak2 kecil menyembul kepermukaan, pribumi si pemilik negeri, dengan keterbatasannya, mencoba menghadirkan produk2 yang secara fungsi sama dengan produk yang diciptakan merk global ini.

Di sektor makanan misalnya, para pelaku usaha lokal, kita menyebutnya pelaku UKM ada misalnya memproduksi kripik kentang, dengan merk lokal, bicara rasa sama aja bahkan cenderung lebih enak yang buatan UKM ini, karena mereka paham citarasa lidah penduduk negeri ini. Tapi jika bicara tentang penyerapan dipasar. Cenderung tidak ada, tenggelam dalam jauh didasar tertutup oleh merk2 global.

Ada sebagian yang mencoba menerobos masuk kedalam pasar retail market modern. Belum dipajang di etalase, rentetan aturan bikin mengelus dada.
Mulai konsiyasi, mulai harus support plastik pembungkus di retail tersebut. Belum jualan sudah dicakar sana sini.
Kolaps. iya.

Dititik ini maka kami mencoba menjembatani para pelaku UKM yang kesulitan memasarkan produknya dengan platform digital yang menghubungkan antara pelaku UKM dengan konsumennya.

Kami bertindak ibarat sebuah distributor dengan muatan produk dari semua pelaku UKM yang ada dan bergabung.

Kami siapkan sistemnya. Kami siapkan pasukan tempurnya yang akan menyebarkan produk2 tersebut.

Tidak mudah memang.
Tapi kami sudah kembangkan layar di lautan. Pantang membalikan layar kembali ke dermaga.
Lebih baik tenggelam di ganasnya samudra persaingan.

Bukan kami anti merk global, tapi kami ingin porsi produk2 ukm kami lebih besar di negeri sendiri.
Kami ingin ingin berdaulat di negeri sendiri. 
Karena ini tentang menjaga kehormatan.

Kang Lintang
juragan oleh-oleh