Enam Kebaikan Mengikuti Lomba

Ternyata ada kebaikan dari mengikuti perlombaan, ini dia 6 kebaikannya.

Enam Kebaikan Mengikuti Lomba

 

Pernah enggak teman-teman dibilang gini, "Eh, keren euy, sibuk ngivent terus nih!" 

Terus apa balasan Teman-teman buat mereka yang suka nyinyir itu? Cuek dan diem aja, pura-pura enggak dengar atau malah balik nyerang? Pasti beragam ya jawabannya. 

Di balik kata-kata yang terdengar nyinyir itu tahu enggak sih kalau ngikut lomba itu ada kebaikannya. Loh, emang kebaikan ngikut lomba itu apa sih? Apa buat sibuk dan capek doang? Huh! Tentu tidak ya. Ada juga yang bilang," Enggak sayang kalau idenya dicuri orang?"

Baiklah, saya rangkum beberapa kebaikan ngikut event atau lomba ya, termasuk lomba menulis. Jelas saja rangkuman ini sifatnya subjektif sekali ya. Jadi, siapa saja boleh berbeda pendapat dengan saya.

Sebelum membahas tentang kebaikan ngikut lomba, Teman-teman pernah ikut lomba aja nih? Yang paling sering ngikut lomba apa ya? Jujur saya itu kadang enggak PD ngikut lomba, tetapi akhirnya mau membuka diri agar hidup lebih bermakna. Cieee, maksudnya apa coba? ????

Kebaikan mengikuti lomba menurut versi saya. 
Pertama, saya belajar mengenali kemampuan dan kekurangan diri. Saya tahu bahwa untuk menjadi pemenang dari sebuah perlombaan itu tidak mudah. Sehingga saya melakukannya dengan seoptimal saya, bukan seoptimal Teman-teman yang sudah lebih dulu melejit dibandingkan saya.

Kedua, lomba mengajarkan kita membuka diri dan wawasan lebih luas. Yang tadinya kita tidak mengerti bahkan nol dalam masalah kusta, akhirnya mau membaca tentangnya. Tentu saja itu menjadi nilai lebih bagi diri kita pribadi, iya kan? Dari pengetahuan itu, kita akan lebih waspada dalam menghadapi kemungkinan buruk yang menimpa kita, tetapi berdoa semoga kita semua terjauh dari keburukannya.

Ketiga, menambah relasi pertemanan. Ini jelas ya. Akhir tahun 2020, pertemanan saya di FB hanya 300 orang (malang banget kan?) karena FB itu FB baru saya. Nah, setelah ikut event menulis, huh, saya sampai bingung untuk menerima permintaan pertemanan. Masalahnya, kalau ada teman yang sama sih bisa langsung terima. Namun, setelah dilihat profilnya, teman yang sama pun enggak ada dan namanya pun 'aneh-aneh' seperti Panah Asmara, Aku yang Mencintaimu. Kan takut kalau tetiba di konfirmasi, eh si dia ngajak chat aneh. Kan gaswat bin takut. ????

Keempat, lomba itu memotivasi agar tidak sempat vakum apalagi dalam hal tulis-menulis. Saya pernah mengalaminya, uh enggak enak banget kalau enggak nulis. Bener enggak? Meskipun nulisnya receh seperti ini, sudah melegakan.

Kelima, jika pun berhasil dalam perlombaan, bukan berarti kita merasa sudah hebat. Bisa jadi itu keberuntungan saja. Aduh, kayaknya saya pada posisi itu kali ya. Namun, bisa jadi saat itu kita sedang diuji rasa oleh Pemilik hati untuk terus bersyukur dan meningkatkan kualitas diri.

Keenam, berlomba artinya membagikan kebaikan atau pengetahuan kepada khalayak ramai. Bukan untuk pembenaran dari opini saja, tetapi untuk menuangkan gagasan, lalu bertukar pikiran karenanya.

Dari keenam kebaikan itu, adakah yang sama dengan saya? Jika dirasa lomba itu membawa manfaat, buang ke laut deh nyinyiran yang mengatakan kalau kamu sok sibuk atau apalah. Kalimat negatif yang seperti itu harus disingkirkan ya biar jiwa dan raga tetap sehat.