Belajar dari Om Budiman Hakim

Belajar dari Om Budiman Hakim
Foto milik Oby Onyeador di Unsplash

Gimana perasaanmu pas lagi asyik jalan-jalan di mall terus ada mbak apa mas sales gitu datangin kamu dengan mulut yang gak berhenti nerocos nawarin produknya ke kamu? Bikin sebel apa malah seneng? Apalagi pakai jurus memaksa ditambah sok kenal sok dekat nempel-nempel. Astaga, kalau saya udah pilih buat pergi.

Emang benar, itu adalah pekerjaan mereka. Tapi bukannya ada cara lain yang lebih elegan untuk bisa bikin customer jatuh cinta dan akhirnya mau beli? Kalau caranya maksa seperti yang saya jelaskan di awal tadi, alih-alih beli yang ada malah banyak yang lari. Setuju gak sih?

Emang ya, orang kadang-kadang main hajar dan langsung jualan tanpa benar-benar meluangkan waktu sebentar untuk berpikir. Yang penting punya produk dan langsung gas harus laku. Nawarinnya ngawur sampai harus over claim. Parah sih kalau udah kaya gini. Terus kalau produknya gak laku, langsung nyalahin produknya sampai banting harga. Beres kan?

Padahal kenyataannya, customer tuh sama sekali gak peduli sama produkmu. Yang mereka peduliin adalah diri mereka sendiri, penting gak sih buat mereka. Selama ini emang kita kebanyakan halu, merasa bahwa customer berhak tahu apa yang kita jual yang akhirnya bikin kita hanya fokus ke produk dan alhasil mengeluarkan ribuan cara untuk promosi. Ada yang beli? Ada kok, tapi apa benar-benar laris? (lalu diam sejenak...)

Saya yakin, saya dan kamu termasuk orang yang ingin punya bisnis yang gak biasa-biasa aja.

So... berhentilah membuang-buang waktu!

Entrepreneur yang belum terlatih biasanya terlalu fokus ke produk dibanding fokus ke customer. Berpikir bahwa mereka memiliki produk terbaik, jadi mereka ingin dunia melihatnya. Yang ingin mereka lakukan hanyalah menjual produk. Ya benar, meski semua bisnis ujung-ujungnya selling. Tapi pastikan kamu tahu cara selling yang paling efektif dan berkelanjutan dan itu bukan hanya tentang produk kamu.

Lah terus harus gimana?

Nah, ada hal terlampau penting yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan selling dengan menggunakan cara-cara kreatif yang bisa dipelajari dari Om Budiman Hakim.

Siapa sih orang ini? Bagi yang belum tahu, silakan cari di google sendiri ya, intinya orang keren lah pokoknya.

Lah terus apa hubungannya sama Om Budiman Hakim?

Sebentar sabar, jadi beberapa waktu lalu saya mendapatkan sinar-sinar pencerahan setelah membaca buku dan tulisan Om Bud yang bisa diadopsi untuk menjual produk, yaitu copywriting.

Kenapa copywriting? karena copywriting adalah Ibu dari segala bentuk komunikasi yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan selling.

Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dan kreatif?

Kata Om Bud "gampang", yang perlu kamu lakukan adalah memberikan value dengan cara membangun kontak dengan customer, tidak hanya sekadar bertanya mau beli apa, namun pahami karakter customer. Kamu harus bisa membuat pesan yang ingin kamu sampaikan kuat dan jelas karena dengan begitu akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh customer.

Satu lagi, jadikanlah customer seperti pacarmu. Jadilah pacar terbaik untuk mereka, mulai dari memberikan produk yang baik juga berkualitas dan pelayanan yang nyaman. Buatlah interaksi dengan meraka agar kamu terlihat peduli. Seperti memberi ucapan selamat pada hari ulang tahun mereka, memberi mereka hadiah, merayakan pencapaian mereka atau ajak makan malam gratis. Pada akhirnya, customer akan terus kembali. Buat mereka berpikir bahwa tidak ada yang dapat memperlakukan mereka seperti kamu. Lakukan itu dan nikmatilah hasil yang akan kamu petik!

Copywriting memang bukan dukun yang akan secara langsung meningkatkan penjualan, caramu berkomunikasi dengan kreatif dan memberikan yang terbaik sepenuh hati kepada customer yang akan menentukan produk kamu diterima atau tidak. Selalu pahami apa yang penting untuk customer. Temukan jawaban atas setiap pertanyaan melalui komunikasi dengan mereka.