Optimalisasi Komunikasi Word of Mouth Untuk UMKM 4.0

Pentingnya Word of Mouth Untuk Membangun Citra UMKM 4.0

Optimalisasi Komunikasi Word of Mouth Untuk UMKM 4.0
Learn busines

Pandemi covid-19 menjadi menjadi mimpi buruk bagi seluruh negara di dunia. Tak terlepas  Indonesia, yang terkena dampak cipratan covid-19 itu sendiri, mengingat status covid-19 yang merupakan non natural disease. Hingga saat ini, himbauan serta aturan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dalam kampanye #ingatpesanibu, sesuai dengan arahan WHO masih tetap harus dilaksanakan. Sayangnya, hingga saat ini aturan 3M tersebut, belum menimbulkan dampak signifikan terhadap penurunan kasus positif covid-19 di Indonesia.

Tak urung, covid-19 menimbulkan depresi yang begitu akut ditengah-tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang harus bekerja dari rumah (work from home). Pun demikian dengan mereka yang dirumahkan (lay-off). Secara perlahan hubungan komunikasi antara individu terhadap individu lain, begitupun terhadap society semakin memprihatinkan.

Penggunaan video call dari beberapa aplikasi seperti Whatsapp, Skype dan Zoom menjadi solusi baru dalam sarana berkomunikasi. Fiturnya yang mudah digunakan, sekaligus dapat berhadap-hadapan secara langsung didepan kamera dengan lawan bicara, menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh video call. Walaupun begitu, kesan hangat perjumpaan secara fisik tetap tak tergantikan.

Hembusan angin segar telah datang Minggu, tanggal 6 Desember 2012 lalu. Vaksin covid-19 Sinovac asal China telah sampai di Indonesia, dengan 1,2 juta dosis siap suntik. Sasaran gelombang pertama akan diinjeksi kepada tenaga medis serta aparat keamanan yang berjuang digarda depan, gelombang selanjutnya akan direalisasikan secara bertahap kepada seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah sudah  menjanjikan 135 juta vaksin siap suntik segera disiapkan paling lama akhir tahun 2021 nanti, hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto. Meskipun begitu, hadirnya vaksin covid-19, tak secara otomatis mengembalikan kondisi semula, dari dampak resesi ekonomi di Indonesia. Terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia UMKM.

Sektor UMKM merupakan sektor yang terkena pukulan paling keras akibat dampak covid-19. Survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) pada bulan Mei lalu, mendapati bahwa  48,6% UMKM sudah gulung tikar pada masa awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Lebih jauh survei kajian cepat dampak pandemi covid-19 yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),  menunjukkan bahwa hanya sekitar 14,58% UMKM yang akan bertahan, setelah setahun sejak PSBB diumumkan.

Laporan LIPI terakhir pada bulan November lalu, diperkirakan sudah 72,02% dari total seluruh UMKM di Indonesia yang terpaksa tutup akibat pandemi. Dengan kata lain, UMKM dewasa ini, dipaksa untuk cepat beradaptasi di masa pandemi terutama dalam era digitalisasi yang mengikutinya.

 

UMKM 4.0

Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BRIN Bambang Brojonegoro, menulis sebuah artikel  dalam Harian Kompas pada 14 Agustus 2020 yang lalu, tentang cara UMKM agar terus dapat bertahan ditengah tantangan global, pun menghadapi situasi pandemi saat ini. Berdasarkan hasil penelitian Brojonegoro, bahwa satu-satunya cara agar UMKM  dapat bertahan adalah dengan masuk dalam sistem digitalisasi persaingan usaha e-commerce atau UMKM 4.0. Yakni UMKM yang bersahabat dengan teknologi, serta adaptif dalam keadaan marketplace yang penuh dinamika. Dengan kata lain, inilah jalan baru bagi UMKM, agar dapat mempertahankan eksistensi usahanya.

Perlu diketahui, akibat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, begitu pula telah terpampangnya kondisi barang yang akan dijual. Rating toko serta keluwesan dan kecepatan didalam membalas komentar pelanggan, telah menjadi standarisasi tak tertulis baru, bagi mereka yang akan masuk didalam sistem e-commerce. Pola komunikasi masyarakat ikut berubah, dari yang dulunya cenderung pasif, kini jauh lebih detail dan objektif, saat ingin membeli suatu barang atau jasa. Rating toko berperan besar mensumbangsi terhadap ketertarikan konsumen.

Apabila rating toko mendapatkan bintang lima dengan komentar yang positif. Otomatis gambaran kualitas produk juga demikian. Demikian sebaliknya, apabila rating sebuah toko buruk (kurang dari tiga bintang), serta  isi komentar adalah keluhan, maka dengan segera konsumen baru akan cepat-cepat berpindah pada slide penawaran berikutnya. Inilah yang menjadi tantangan baru yang menjadi lahan adaptasi, oleh UMKM yang  bersaing dalam sistem e-commerce.

Setiap UMKM  yang telah memasuki dunia e-commerce dituntut untuk terus menghadirkan produk baru yang lebih baik dari segi kualitas ditambah harga yang  lebih bersaing. UMKM 4.0, harus dapat menghadirkan kebaharuan produk, tanpa mengurangi kualitas produk (akan lebih baik jika ditingkatkan). Apabila UMKM 4.0 telah dapat menguasai algoritma persaingan usaha e-commerce, maka dengan sendirinya, rating dari UMKM 4.0 akan melejit tajam hingga menjadi toko paling direkomendasikan.

Menilik dari fakta diatas, UMKM 4.0 yang masuk dalam e-commerce, dituntut untuk lebih komunikatif, ramah, serta melakukan sarana advertising yang efektif. Mengiklankan produk yang ditawarkan merupakan faktor penting didalam mendapatkan penawaran dari konsumen terutama konsumen baru. Ada faktor pendorong didalam memenangkan persaingan e-commerce terkhusus advertising. Faktor ini berperan untuk membangun citra toko menjadi lebih terpercaya, dengan memanfaatkan rekomendasi dari pelanggan ke calon pelanggan lain. Faktor tersebut bernama word of mouth.

Pentingnya Word of Mouth

Rekomendasi (word of mouth) merupakan sebuah komunikasi yang teramat penting.  Dari hasil penelitian Fridgen (1996) pola rekomendasi berbeda dengan iklan biasa, rekomendasi lebih seperti mempengaruhi orang lain, yang dilakukan oleh orang lain juga yang memiliki pengalaman didalam memakai suatu produk. Jika iklan lebih bersifat ajakan tanpa adanya bukti, maka word of mouth adalah tindakan secara cuma-cuma yang dilakukan seseorang karena pengalamannya didalam mencoba suatu produk yang sangat bagus.

Seseorang memberikan rekomendasi kepada orang lain bukan hanya sekedar tentang kualitas barang, namun juga keramahan penjual, detail produk yang ditawarkan serta kecepatan didalam pengiriman. Adanya akumulasi dari kompleksitas komunikasi ini yang akan membuat seseorang akan dengan senang hati merekomendasikan online shop yang pernah dikunjunginya kepada orang lain.

Karena e-commerce merupakan sebuah wadah yang sangat membutuhkan trust. Maka penting bagi UMKM 4.0 dalam membangun persepsi publik demi meningkatkan rating  online shop. Optimalisasi Word of mouth merupakan pilihan terbaik bagi UMKM 4.0 yang sedang dalam proses membangun trust serta mendorong sarana advertising yang lebih optimal demi dapat memenangkan persaingan di marketplace. Dengan demikian, perlu pengklasifikasian tentang tata cara merealisasikan penggunaan word of mouth tersebut.

Pertama, para pelaku UMKM 4.0 dapat mensiasatinya dengan memberitahukan kepada pelanggan  yang membeli secara manual (offline) untuk mencoba aplikasi sekaligus transaksi dengan menggunakan sistem e-commerce. Minta juga pelanggan untuk memberikan komentar positif serta rating yang baik demi membangun kualitas online shop. Hal ini terlihat sederhana, namun sangat efektif untuk membangun kepercayaan pelanggan baru yang akan berbelanja.

Kedua, membuat akun serta laman sosial media menjadi lebih menarik dan aktif. Tak jarang para pelanggan baru akan melihat dari kacamata sosial media. Terutama mereka yang berstatus kaum milenial dan generasi Z. Sosial media saat ini selain daripada marketplace juga menjadi penyumbang aktif daripada transaksi pertukaran barang dan jasa. Hal inilah yang perlu disadari sedini mungkin oleh UMKM yang ingin upgrade ke UMKM 4.0 guna memaksimalkan optimalisasi advertising. Sehingga para pelanggan baru akan merekomendasikan laman media sosial kepada temannya secara otomatis..

Ketiga, menjaga hubungan baik dengan para pelanggan toko merupakan hal yang penting lainnya. Produk yang ditawarkan oleh UMKM biasanya dipakai secara berkelanjutan. Dalam artian, produk tersebut dikonsumi secara berulang-ulang oleh konsumen. Inilah aspek penting dalam menjaga hubungan erat dengan pelanggan. Hal yang bisa dilakukan oleh UMKM dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan, diantaranya dengan mengucapkan selamat hari raya, tahun baru, dan sebagainya. Bisa juga dengan memberikan diskon menarik dan sekreatif mungkin, agar brand awareness serta tampilan online shop lebih terkesan ramah, akfif dan komunikatif.

Beruntung saat ini ada Telkom Indonesia, sang sahabat rakyat didalam  menyambung jalinan komunikasi di seluruh pelosok negeri. Berkat keuletan dan dedikasi Telkom Indonesia didalam menyediakan jaringan seluler, kini komunikasi untuk rakyat dapat terangkai indah satu sama lain dari Sabang hingga Merauke. Telkom Indonesia sadar, bahwa saat ini UMKM Indonesia, perlu dibantu dari gersangnya efek yang ditimbulkan pandemi.

Dengan alasan tersebut pula Telkom Indonesia memberikan bentuk kasihnya berupa paket hemat internet untuk UMKM 4.0 melalui jaringan Indihome hingga 10 Mb/s. Mulai dari 179 ribu/bulan saja. Tak berhenti sampai disitu, Telkom Indonesia mengerti, bahwa menolong UMKM yang terkena imbas pandemi juga butuh sokongan serta dukungan secara fisik.

 Oleh karena itu pula Telkom Indonesia senantiasa memberikan pendampingan terhadap UMKM yang terkena imbas pandemi melalui program  di Smart Bisnis. Didalam SmartBisnis pula, para pegiat UMKM dapat belajar peluang  bisnis, rencana bisnis, memulai bisnis, menjalankan bisnis hingga mengembangkan bisnis baru.

Artikel-artikel penunjang krativitas dan pengembangan UMKM 4.0 juga tersedia di SmartBisnis. Dan yang lebih kerennya lagi, UMKM 4.0 dapat menerima suplemen bantuan modal hingga 200 juta rupiah. Begitulah besarnya dedikasi serta bentuk kecintaan Telkom Indonesia,  didalam menyediakan kemudahan akses terutama  pemulihan dampak pandemi bagi pegiat UMKM.

Penutup

Sudah selayaknya pemulihan dampak pandemi baik sektor sosial, kesehatan dan ekonomi berjalan beriringan. Vaksinasi covid-19 akan segera selesai diakhir 2022 nanti, tentu begitu juga dengan dampak resesi ekonomi terutama sektor UMKM harus mendapatkan kesempatan pulih dengan waktu  secepatnya. Dengan optimalisasi word of mouth diharapkan UMKM dapat bertahan di tengah gempuran persaingan e-commerce yang semakin masif terjadi.

Inovasi harus terus dilakukan baik oleh jajaran pemerintah atau pelaku UMKM itu sendiri. Kesempatan yang diberikan oleh Telkom Indonesia berupa paket internet serta program didalam SmartBisnis harus digunakan sebaik mungkin oleh UMKM yang mau bertransisi menuju UMKM 4.0. Agar kondisi normal dengan memanfaatkan kesempatan  globalisasi dan perkembangan teknologi semakin maksimal. Serta jalinan komunikasi dari Telkom Indonesia menjadi berkah bagi semua.