Zakat pada generasi milenial dan gaya hidup sosial

Zakat pada generasi milenial dan gaya hidup sosial
https://images.app.goo.gl/yA29V53ncErPYji1A

 

Siapa yang tidak mengenal zakat, ini adalah salah satu rukun Islam dan berkaitan dengan kesejahteraan umat. Tentu saja, semua Muslim tahu ini. Namun jika ditanya bagaimana syarat dan cara menunaikannya, tidak semua muslim memahaminya.

 

Di sisi lain, perkembangan teknologi yang pesat telah membawa gaya hidup yang serba cepat dan mudah. Fasilitas tersebut harus digunakan untuk melakukan aktivitas kehidupan sosial melalui zakat. Sasaran utama dari jenis gerakan ini adalah generasi milenial.

 

Menurut bahasa, kata zakat berarti bersih, suci, berkah, subur dan berkembang. Zakat berarti bersih dan suci, menegaskan bahwa orang selalu membayar zakat karena Allah dan bukan karena pujian manusia, maka Allah akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa mereka. Kemudian berkah, subur dan berkembang merupakan makna menegaskan bahwa hikmah orang yang mengeluarkan zakat akan diberikan keberkahan, ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Keberkahan ini membawa hartanya akan selalu tumbuh subur dan berkembang.

 

Dalam Al-Qur'an, kewajiban zakat digabungkan dengan kewajiban shalat (QS. Al-Baqarah 2:43). Hal ini membuat perintah zakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena dalam harta orang kaya, Allah memberikan hak kepada orang faqir (QS. Adz-Dzariyat 51:19). Jadi jelas bahwa hikmah zakat selalu hidup berdampingan dengan kekuatan ekonomi umat.

 

Selain itu, untuk mewujudkan manfaat dan hikmah zakat, maka penyaluran zakat harus tepat sasaran. Imam Nawawi dalam Majmu'Syarh al-Muhadzdzab mengajarkan cara membagi zakat dengan benar. Jika penerima zakat memiliki potensi untuk berdagang, maka ia diberi modal untuk berdagang. Jika memiliki potensi dalam ilmu pengetahuan, maka diberi ilmu agar bermanfaat. Jika memiliki potensi di bidang pertanian, maka diberi sarana untuk bercocok tanam, begitu seterusnya.

 

Jika kesadaran zakat generasi milenial semakin tinggi, ditambah dengan keberadaan lembaga zakat yang siap menjemput bola, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Manusia akan rukun satu sama lain dan dicintai oleh Allah SWT. Karena dalam hadits shahih dikatakan bahwa mukmin yang kuat lebih baik dari mukmin yang lemah dan lebih dicintai oleh Allah. Tentu saja, menjadi kuat di sini bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga aspek ekonomi dan intelektual.