UCUL SIJI (LEPAS SATU)

UCUL SIJI (LEPAS SATU)

Sehabis magrib kebiasaan kami sekeluarga ngaji bersama telah berangsung lama. Namun, kali tu si bungasu di tengah-tengah ngaji kebelet pipis. Dia tak berani ke toilet sendiri. Padahal, jarak toilet dengan tempat ngaji amat dekat. Maklum, kami tinggal di perumahan.

"Bunda, tolong dong anter ke toilet," rajuknya padaku.

"Ups. Adik kan sudah besar. Harus berani sendiri dong," pintaku. Kan, aku takuuttt.

Berpindah ke ayah minta dianter, si ayah gak mau juga.

Jurus terakhirnya minta dianter kakak.

"Mas, olong dong anter ke toilet," katanya manja.

"Eits. Adik kan sudah besar. Harus berani sendiri dong," jawab si kakak.

"Enggak mauuuu. Takuuutttt. Ini ka sudah malam," jawab si adik.

Kakak pun bernasihat. 

"Dik kenapa takut?"

"Aku takut syetannnn," katanya setengah menangis.

"Ups. Ini kan bulan Ramadan. Ingat kan, pelajaran di sekolah. Bahwa bulana Ramadan iu pintu syurga dibukan, pintu neraka ditutup, dan para syetan dibelenggu. Kenapa takut syetan?"

"Iyaaaa. Tetep takutttt. Bagaimana kalau syetannya ucul sijiiii (lepas satuuuu)," rajuknya masih setengah menangis.

Sontak seisi rumah pun tertawa. Dan si adik tidak jadi menangis, malah ganti tertawa. HAHAHAHAHA