Certified Angus Beef: Kualitas Nyata atau Sekadar Gimmick Marketing?

Apakah angus beef benar-benar menjamin kualitas, atau hanya strategi marketing? Kenali perbedaan Angus biasa dan Certified Angus Beef serta pengaruhnya pada cita rasa steak.

Certified Angus Beef: Kualitas Nyata atau Sekadar Gimmick Marketing?
certified angus beef prime rib

Di dunia kuliner modern, kata "Angus" telah menjadi komoditas bahasa yang sangat murah. Anda bisa menemukannya di selebaran burger cepat saji hingga menu restoran hotel berbintang. Sering kali, kata ini dipasangkan dengan embel-embel "Premium" atau "Black," seolah-olah genetika sapi adalah satu-satunya penjamin rasa. 

Namun, bagi konsumen yang kritis, muncul sebuah pertanyaan mendasar: Apakah label Angus Beef benar-benar menawarkan perbedaan kualitas, atau ini hanya gimmick untuk menaikkan harga jual?

Kita bongkar di pembahasan selanjutnya. 

Perbedaan Angus Beef dan Certified Angus Beef

Banyak orang tidak menyadari bahwa ada jurang perbedaan yang sangat lebar antara daging sapi Angus biasa dengan apa yang secara resmi menyandang gelar Certified Angus Beef (CAB), hanya sekitar satu dari empat ekor sapi Angus yang mampu lolos seleksi ketat untuk bisa mendapatkan sertifikasi tersebut.

Mengapa sesulit itu? Karena CAB bukan sekadar label pemasaran yang dibuat oleh restoran, melainkan sebuah standar teknis yang diawasi secara independen oleh American Angus Association. Ada beberapa kriteria objektif yang tidak bisa dinegosiasikan, mulai dari sebaran marbling yang harus konsisten, ukuran serat otot yang presisi, hingga batas ketebalan lemak luar. 

Jika sebuah potongan daging gagal memenuhi kriteria ini, ia akan diturunkan menjadi daging komoditas biasa. 

Kenapa Ini Penting?

Bagi para profesional dan meat lover, standarisasi semacam ini soal konsistensi rasa. Dalam dunia fine dining, tantangan terbesar bukanlah harga yang mahal, melainkan inkonsistensi. Mereka tidak hanya membayar untuk rasa yang enak hari ini, tapi mereka membayar untuk "kepastian" bahwa kualitas yang mereka nikmati akan tetap sama pada kunjungan berikutnya.

Karenanya, investasi pada bahan baku adalah cara restoran melakukan mitigasi risiko. Dengan menggunakan daging yang sudah tersertifikasi, celah ketidakpastian rasa bisa dihindari.

Kesimpulan

Pada akhirnya, kemewahan sejati dalam kuliner terletak pada kejujuran standar yang dijaga. Memilih tempat yang menjamin penggunaan bahan baku bersertifikat adalah cara paling cerdas untuk memastikan investasi waktu dan biaya Anda tidak terbuang sia-sia.

Beberapa restoran steak premium seperti Lawry's Jakarta memahami betul bahwa reputasi dibangun di atas konsistensi ini. Dengan hanya menyajikan Certified Angus Beef yang diolah melalui metode slow roast yang presisi, mereka memastikan bahwa setiap porsi prime rib yang sampai ke meja Anda adalah sebuah janji kualitas yang terpenuhi, bukan sekadar janji di atas lembar menu.

Dapatkan reward khusus dengan mendukung The Writers.
List Reward dapat dilihat di: https://trakteer.id/the-writers/showcase.