Pernahkan Kita Konflik Karena Komunikasi? Coba Pahami Penyebab dan Strateginya

Mengatasi masalah dengan memahami penyebab dan menentukan strategi di dalam berkomunikasi, agar terhindar dari konflik.

Pernahkan Kita Konflik Karena Komunikasi? Coba Pahami Penyebab dan Strateginya
Ilustrasi orang mengatur strategi (Pexels/ Jeshoots.com)

Pernahkah kita mengalami konflik dengan saudara hanya karena salah di dalam berkomunikasi? Tidak hanya itu, pernahkan hubungan kita dengan teman menjadi renggang juga disebabkan keliru dalam menyampaikan pesan? Padahal ketika kita pikirkan, durasi di dalam komunikasi tidak mencapai satu jam, tapi efeknya bisa mencapai jangka pendek maupun panjang. Saat ketemu sebelumnya saling memberikan senyuman, menyapa, dan mengobrol tapi setelah kejadian peristiwa itu, hubungan seketika menjadi hancur. Pada tulisan ini, penulis hendak mengutarakan bagaimana strategi komunikasi yang efektif agar komunikasi tidak berubah menjadi konflik, dan menganalisa penyebab kegagalan dalam berkomunikasi.

Strategi Komunikasi Yang Efektif

 Dalam bukunya Tommy Suprapto yang berjudul Pengantar Teori Komunikasi, Willian G. Scoot yang mengutip pendapat Babcot. Proses komunikasi agar terjalin efektif harus memperhatikan beberapa faktor. Pertama, the act (perbuatan). Komunikasi memerlukan lambang-lambang yang dapat dimengerti dengan baik, karena sejatinya komunikasi adalah untuk mencapai sepemahaman antara komunikator dan komunikan, dan komunikasi juga ditentukan hubungan antara komunikan dan komunikator. Kedua, the scene (adegan). Dalam hal ini menjelaskan apa yang dilakukan, simbol apa yang digunakan, dan arti apa yang dikatakan. Ketiga, the agent (pelaku). Pelaku dalam komunikasi adalah komunikator (pengirim) dan komunikan (penerima). Keempat, the agency (perantara). Wujud dari alat ini bentuknya bisa lisan dengan tatap muka, atau bisa berbentuk alat komunikasi tertulis, bisa alat perintah, nota, surat tugas, buletin, dan lain sebagainya.  Kelima, the purpose (Tujuan). Maksud untuk melakukan komunikasi ada beberapa tujuan. Pertama, tujuan fungsional yaitu kita berkomunikasi bertujuan untuk mencapai tujuan dari organisasi atau lembaga. Kedua, ada tujuan manipulasi, kita melakukan komunikasi dengan tujuan untuk menggerakkan komunikan agar mau menerima ide kita, baik yang sesuai atau tidak dengan nilai dan sikap kita. Ketiga, dengan tujuan untuk menciptakan sesuatu yang bersifat kreatif. Berkomunikasi agar perasaan kita bisa terungkapkan ke dalam kenyataan. Keempat, berkomunikasi dengan tujuan untuk menyakinkan atau untuk mengembangkan keyakinan orang-orang terhadap lingkungan.

Strategi komunikasi yang efektif dapat terwujud bila strategi dan metode komunikasi yang digunakan tepat. Sebelum melakukan komunikasi kita memperhatikan faktor kelima tadi yang dirumuskan menjadi, pesan apa yang ingin kita katakan? Siapa komunikannya? Kenapa kita ingin berkomunikasi? Tujuan atau efek apa yang ingin kita harapkan? Kapan dilaksanakannya? Bagaimana metode komunikasi yang digunakan? Setelah kita sudah menjawab beberapa rumusan pertanyaan tersebut, kemudian kita menentukan metode yang tepat. Menurut Alo Liliweri, ada tiga metode utama komunikasi. Pertama, komunikasi informatif. Metode ini kita membahas informasi kepada lawan bicara mengenai orang, objek, tempat, peristiwa, kejadian, keadaan, dan suatu masalah. Metode ini digunakan sekedar untuk menyampaikan informasi semata, bisa hal yang umum. Kedua, komunikasi persuasif. Metode ini akan lebih tepat, ketika ingin mengubah sebuah pandangan orang mengenai sikap, keyakinan, nilai, dan perbuatan. Terakhir adalah komunikasi koersif. Metode ini untuk mengubah sikap dengan cara menekan, memaksa, memberikan instruksi bahkan dengan cara cuci otak sekalipun atau bahasa umumnya adalah dengan cara doktrin, komunikan tidak hanya boleh menerima saja. Dari metode tersebut, ketika kita memiliki tujuan untuk mengubah sikap atau pandangan agar bisa lebih cepat dengan menggunakan metode persuasif. Metode koersif bisa efektif digunakan, ketika komunikator yang secara kredibilitasnya sudah tidak dipertanyakan dan komunikannya kurang kritis. Walaupun juga secara teori komunikasi persuasif sangat sulit untuk dilakukan, karena kebanyakan orang menolak perubahan. Cara agar metode persuasif kita bisa terwujud, perlu mempertimbangkan beberapa prinsip. Pertama, memperhatikan dengan cermat sikap dan kepercayaan komunikan terhadap kita. Kedua, jangan langsung ke point inti, tapi giring dengan cara perlahan agar komunikan bisa percaya, dengan berbagai landasan yang masuk akal. Sedangkan, agar pembicaraan bisa merangsang kepada komunikan. Kita perlu mempertimbangkan beberapa prinsip ini. Pertama, pesan yang kita sampaikan berupa sikap atau pandangan sesuatu harus realistis, sehingga komunikan dapat paham dan bisa melaksanakan sesuai arahan kita. Kedua, tekankan manfaat secara nyata, riil, nampak, kalo bisa sespesifik mungkin dari perilaku yang kita inginkan dari komunikan. Ketiga, tunjukkan kepada komunikan bahwa kita juga bersedia atau sudah melakukan apa yang kita sampaikan.

Penyebab Kegagalan Berkomunikasi

Dengan menerapkan strategi komunikasi tersebut, komunikasi yang kita lakukan bisa berjalan efektif dan akan terhindar dari konflik. Penyebab terjadinya pertentangan ada faktor internal dan eksternal, untuk faktor internal berlandasan teori yang sudah dikemukakan menurut analisa menulis sebagai berikut.

1.      Tidak mendudukkan lawan bicara dengan tepat

Penyebab terjadinya konflik bisa, karena tidak menghormati lawan bicara kita. Misalnya seorang adek tidak bisa mendudukkan kakaknya, sebagai seorang yang lebih banyak pengalaman dan pengetahuan. Komunikasinya melangkahi darajat kakaknya, lantas saudaranya tidak terima dan terjadilah pertengkaran.

2.      Berbicara saat kondisi tidak tepat

Berbicara tanpa melihat kondisi bisa membawa malapetaka. Misalnya si A berkomunikasi dengan si B, saat itu dia dalam kondisi ada masalah, badan capek, dan sedih. Tapi si A menasehati si B untuk menjalankan  kewajiban, jika tidak akan diberikan hukuman. Si B tidak terima hingga akhirnya terjadilah konflik mereka berdua.

3.      Tidak paham caranya berkomunikasi

Orang yang tak paham akan tujuan dan metode komunikasi, akan menghasilkan cara yang keliru. Berharap mengubah pandangan komunikan, tetapi dengan cara memaksa padahal komunikan yang diajaknya tidak suka paksaan. Jika demikian, komunikasi akan berubah menjadi perselisihan.

4.      Menyerang pribadi komunikan (bahasa menjelekkan)

Perselisihan bisa terjadi karena si komunikator tidak suka terhadap cara berpikir,  sikap, keyakinan, atau nilai komunikan, kemudian menyerang ke pribadi bukan ke argumentasi. Dengan begitu bukan lagi kritik dan saran, tapi penuh dengan hujatan, cacian, maupun umpatan.

Tabel hal yang perlu dipertimbangkan, agar komunikasi terhindar dari konflik:

ASPEK PRINSIP YANG PERLU DIPERHATIKAN

DESKRIPSI

  1. Berhubungan dengan komunikan
  1. Menghargai kedudukannya
  2. Menghargai sikap, nilai, dan keyakinannya
  3. Memahami keadaan komunikan
  1. Berhubungan dengan bahasa
  1. Bahasa sopan
  2. Mudah dipahami oleh lawan bicara
  1. Berhubungan dengan tindakan dan pesan
  1. Mengucapkan meminta tolong ketika meminta bantuan
  2. Mengucapkan terimakasih ketika mendapatkan bantuan
  3. Mengucapkan maaf apabila berbuat kesalahan
  4. Mengurangi kebiasaan menyela saat orang lain berbicara
  5. Jangan marah bagaimanapun kondisinya
  6. Jangan hanya berbicara dengarkan juga
  7. Hindarilah perdebatan yang membuka pintu kebencian
  8. Tepatilah sebuah janji  jika berjanji
  9. Jangan menjatuhkan saudara dengan mengumbar kejelekannya di depan umum
  10. Tempatkan tawa pada tempatnya
  11. Memberikan pujian yang tulus kepada komunikan

Kesimpulan

            Supaya komunikasi kita berjalan lancar dan hubungan kita menjadi harmonis, maka kita perlu sebelum komunikasi kita mempersiapkan strategi terlebih dahulu, tujuan untuk berkomunikasi dan efek apa yang kita inginkan dari komunikan? Pesan apa yang ingin disampaikan? Siapa komunikan? Bagaimana kita menyampaikan? Kapan waktu yang tepat? Ketika kita hendak mengubah sudut pandang orang, maka kita menggunakan teknik persuasif agar bisa cepat masuk ke komunikan. Mengetahui penyebab kegagalan komunikasi dan menerapkan prinsip yang harus dipegang, akan memberikan kita kewaspadaan dalam proses berkomunikasi, agar menghindar dari perkara yang menyebabkan konflik. Semoga kita semua terhindar dari komunikasi yang membawa permasalahan.