Mengubah Orang Kikir Menjadi Dermawan Dengan Komunikasi

Tips komunikasi agar orang yang Anda minta tolong memberikan bantun atas masalah finansial Anda.

Mengubah Orang Kikir Menjadi Dermawan Dengan Komunikasi
Ilustrasi orang memberi recehan (sumber: Seuramoeaceh.com)

Ketika kita tertimpa masalah finansial, maka satu-satunya cara menyelesaikan yang terbaik adalah dengan meminta pertolongan kepada saudara maupun teman. Masalah tersebut bisa terselesaikan apabila orang yang diminta pertolongan memiliki sifat yang dermawan, dan akan menjadi masalah apabila ternyata orangnya pelit. Saat meminta bantuan, tangan Tuan Kikir menjadi pendek dan sakunya sangat dalam, sehingga tangannya tidak bisa mengambil uang yang ada di dalamnya. Jika perilaku seperti ini dimiliki orang lain bukan saudara kita masih bisa diterima, akan tetapi apabila saudara yang terdekat, bukan main bikin kepala kita menjadi pusing.  Dia sangat irit dengan uangnya padahal dia kaya. Beli barang saja milih yang paling murah padahal buat diri sendiri, apabila kita yang hendak meminta kepadanya, pastinya sulit dan kalo diberikan hanya sedikit. Oke santai saja sobat, jika Anda sedang menghadapi orang yang memiliki sifat demikian. Pada tulisan ini, penulis akan memberikan teknik komunikasi agar masalah yang menimpa saudara dapat terselesaikan, orang kikir tersebut bisa memberi Anda bantuan, karena semua masalah dapat teratasi dengan komunikasi yang baik. Berikut ini tips komunikasinya.

1.      Ubahlah Sudut Pandangnya Tentang Harta

Semua manusia tanpa kecuali yang hidup di dunia pasti ingin hidup bahagia, manusia tidak akan tahan terhadap kesengsaraan. Atas fitrahnya itu, manusia selalu bergerak menuju hal yang bisa mendatangkan kebahagiaan. Bagi sebagian orang, gerbang kebahagian itu uang, sedangkan yang lain bisa kebersamaan dengan anak atau keluarga, bisa bermanfaat bagi sesama dan lain sebagainya. Uang bagi orang kedekut menjadi penting, karena kebahagiaan itu penting. Uang dia simpan rapat-rapat, disebabkan bisa memberikan kebahagiaan untuk dirinya. Keyakinan dan nilai tersebut menentukan perilakunya, sehingga jika ingin mengubah menjadi dermawan! Dengan cara mengingatkan seseorang akan nilai hidup sesungguhnya, dengan mengubah keyakinannya tentang harta. Misalnya ayahmu selalu membelikan barang yang murahan hanya karena menghemat, maka tunjukkanlah kepada ayah Anda untuk melihat barang yang diberikan, bahwa barangnya cepat rusak dan tidak nyaman untuk dipakai. Atau ketika ayahmu sangat kikir terhadap orang yang membutuhkan, maka ajaklah ayah Anda mengunjungi seseorang kerabat atau orang lain yang sudah tua, orang sakit, orang kesusahan, dan bisa pergi ke makam. Sampaikan dengan tulus bahwa hidup memiliki akhir, dan tujuan hidup bukanlah untuk mati dengan uang yang paling banyak. Dengan demikian, pesan yang disampaikan bisa merasuk karena bisa menggambarkan dengan empiris (nyata).

2.      Mintalah Dengan Cara yang Tidak Biasa

Supaya Anda bisa berhasil mendapatkan bantuan, maka mintalah dengan nominal yang tidak wajar sesuai dengan kebutuhan. Misalnya anak Anda sedang sakit dan diminta untuk segera melunasi biayanya di rumah sakit, sebesar Rp. 4.778.300 (empat juta tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu tiga ratus rupiah). Sedangkan Anda benar-benar lagi tidak punya uang, maka datanglah kepada kerabat atau teman dan mintalah bantuan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Santos pada tahun 1991. Anda akan cenderung memperoleh hasil jika Anda meminta uang sebesar empat juta tujuh ratus tujuh puluh delapan ribu lima ratus rupiah. Kenapa segitu? Agar orang yang Anda minta memperhatikan permintaan Anda dan memikirkannya. Jika anda meminta dengan dana dibulatkan menjadi empat juta delapan ratus, maka akan membuat orang akan lebih memperhitungkan permintaan itu. Jika uang faktor satu-satunya, pengemis yang meminta akan selalu mendapatkan recehan. Sebaliknya, orang akan melihat Anda sebagai seorang yang membutuhkan biaya untuk anak Anda sebagai seorang manusia dengan kebutuhan spesifik, bukan sekadar asal meminta saja. Dengan menunjukkan jumlah yang aneh akan menunjukkan bahwa Anda menghargai nilai uang, karena Anda meminta hanya sesuai dengan kebutuhan, tidak membulatkannya agar menjadi mudah.

3.      Teknik Maju lalu Mundur

Cara terakhir agar Anda mendapatkan bantuan adalah dengan mengajukan permintaan yang jauh lebih besar daripada yang mungkin dia setujui. Setelah dia menolak, Anda meminta dengan nominal yang lebih kecil___jumlah yang sesungguhnya Anda inginkan. Misalnya Anda membutuhkan dana sebesar lima ratus ribu, sebagai jaga-jaga untuk operasional perawatan saudara Anda yang dirawat di rumah sakit. Maka mintalah dengan nominal yang tinggi, bisa satu juta setengah, dua juta hingga lima juta. Setelah dia menolak karena jumlah uang nilainya tinggi, maka selanjutnya Anda ajukan nominal yang rendah tadi sebesar lima ratus ribu rupiah, hal tersebut akan membuat dia berpikir untuk memberikan.

 

Semoga teknik ini bisa membantu, sumber referensi dari telaah buku yang membahas psikologi komunikasi.