MENGENALI POLA KOMUNIKASI DAN TIPE KARAKTER MANUSIA ADALAH JALAN TERBAIK UNTUK SEMUA MASALAH

Setiap individu pasti memiliki masalah. Entah masalah yang bersumber dari diri sendiri maupun dari makhluk hidup lain yang selalu mengganggu fikiran. Hal ini diakibatkan karena kurangnya komunikasi yang seringkali terabaikan dan jarang diselesaikan dengan cara yang baik.

MENGENALI POLA KOMUNIKASI DAN TIPE KARAKTER MANUSIA ADALAH JALAN TERBAIK UNTUK SEMUA MASALAH

Berbagai masalah yang ada akan membuat kebanyakan manusia yang pada dasarnya sebagai makhluk sosial akan mudah menyendiri. Hal ini akan mengakibatkan mudahnya berbagai penyakit yang datang menimpanya, karena otak dan perasaan yang selalu terganggu dengan adanya masalah tanpa diselesaikan dengan cara yang baik. Sebenarnya dengan menyendiri pun itu solusi yang kurang tepat jika memiliki berbagai masalah. Padahal ada banyak yang dapat dipercaya dan dapat memberikan solusi yang baik, bisa dari mengadu pada Tuhan, keluarga, sahabat, guru, psikologi, dll. Masalah yang ada bisa dari berbagai sumber, entah itu dari diri sendiri, suatu hubungan dalam percintaan dan hubungan dalam dunia kerja, maupun lingkungan sekitar.

Kita akan bahas satu persatu mulai dari bentuk dan jenis komunikasi sampai jenis karakter manusia.

Pola komunikasi di sini akan lebih mempunyai arti jauh ketika dikaitkan dengan prinsip-prinsip komunikasi dalam merealisasikan bentuk komunikasi. Komunikasi berdasarkan bentuknya, dibagi menjadi tiga yakni:

1) Komunikasi Antar Personal

Komunikasi ini lebih dikenal dengan Interpersonal: komunikasi yang terjadi antar komunikator dengan komunikan secara langsung dengan cara berhadapan muka atau tidak. Komunikasi seperti ini lebih efektif karena kedua belah pihak saling melancarkan komunikasinya dan dengan feedback keduanya melaksanakan fungsi masing-masing,

2) Komunikasi Kelompok

Yakni komunikasi yang terjadi antara seseorang dan kelompok tertentu. Menurut David Krech dalam buku Individual In Society yang diterbitkan Univercity Of California tahun 1882 halaman 456 dikemukakan bahwa komunikasi kelompok dapat dipetakan menjadi tiga kelompok komunikasi yaitu:

  • Small groups (kelompok yang berjumlah sedikit); yaitu komunikasi yang melibatkan sejumlah orang dalam interaksi satu dengan yang lain dalam suatu pertemuan yang bersifat berhadapan. Ciri-ciri kelompok seperti ini adalah kelompok komunikan dalam situasi berlangsungnya komunikasi mempunyai kesempatan untuk memberikan tanggapan, dalam hal ini komunikator dapat berinteraksi atau melakukan komunikasi antar pribadi.
  • Medium groups (agak banyak); Komunikasi dalam kelompok sedang lebih mudah sebab bisa diorganisir dengan baik dan terarah, misalnya komunikasi antara satu bidang dengan bidang yang lain dalam organisasi atau perusahaan.
  • Large groups (jumlah banyak); merupakan komunikasi yang melibatkan interaksi antara kelompok dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok. Komunikasinya lebih sulit dibandingkan dengan dua kelompok di atas karena tanggapan yang diberikan komunikan lebih bersifat emosional.

3) Komunikasi Massa

Komunikasi yang menggunakan media sebagai alat atau sarana bantu, biasanya menggunakan media elektronik seperti: Televisi, Radio, Surat kabar, Majalah dan lain-lain. Karakteristik media massa antara lain:

  • Pesan-pesan yang disampaikan terbuka untuk umum.
  • Komunikasi bersifat heterogen, baik latar belakang pendidikan, asal daerah, agama yang berbeda, kepentingan yang berbeda.
  • Media massa menimbulkan keserempakan kontak dengan sejumlah besar anggota masyarakat dalam jarak yang jauh dari komunikator.
  • Hubungan komunkator-komunikan bersifat interpersonal dan non pribadi.

Dari uraian tentang pola dan bentuk komunikasi maka setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur-unsur komunikasi harus mampu menjadi sebuah pemahaman yang berarti ketika kita mencoba untuk berkomunikasi baik antar pribadi, interpersonal, kelompok atau massa, sisi lain yang harus diperhatikan dalam menjalankan pola komunikasi harus menggunakan prinsip-prinsip komunikasi sebagai kajian terhadap kondisi psikologi komunikan yang kita hadapi.

Berkaitan dengan bentuk-bentuk komunikasi, pada teori komunikasi sebagaimana dikemukakan Gunawan Jiwanto dalam buku Komunikasi dalam Organisasi tahun 1987 terbitan Andi Offset Yogyakarta halaman 17 terdapat jenis-jenis komunikasi dan dapat digolongkan menjadi 5 kategori jenis komunikasi antara lain yaitu:

1) Komunikasi lisan dan tertulis.

Dasar dari penggolongan komunikasi lisan dan tertulis ini adalah bentuk pesan yang disampaikan, pada komunikasi antar pribadi komunikasi jenis ini yang paling banyak dilakukan.

2) Komunikasi verbal dan non verbal.

Jenis komunikasi ini berlaku apabila dua orang berinteraksi, maka informasi mengenai perasaan dan gagasan-gagasan yang timbul akan dikomunikasikan. Informasi mengenai perasaan seseorang dikemukakan secara lisan melalui apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakannya, arti dan kata atau kalimat diperjelas melalui intonasi bicara, komunikasi dapat dilihat dari perasaan seseorang ketika berinteraksi dengan menggunakan bahasa isyarat non verbal atau melalui bahasa tubuh yaitu: ekspresi, gerakan, isyarat, posisi badan.

3) Komunikasi ke bawah, ke atas dan ke samping.

Penggolongan komunikasi linear ini didasarkan pada arah aliran pesan-pesan informasi dalam suatu organisasi. Dalam komunikasi ini pada umumnya bersifat formal, menggunakan tata cara dan aturan, sebagaimana dilakukan antara karyawan dan pimpinan organisasi. Pemimpin dalam komunikasinya menggunakan instruksi-instruksi, petunjuk-petunjuk, penjelas-penjelas kepada bawahan dan karyawannya. Sebaliknya karyawan dan juga bawahan dalam berkomunikasi dengan pimpinannya ketika memberi laporan-laporan, pengaduan-pengaduan dan lain-lain tidak menghilangkan derajatnya sebagai bawahan. Sedangkan kesamping, antara karyawan dengan karyawan komunikasi bisa berlangsung secara formal dan non formal.

4) Komunikasi Formal dan Informal.

Komunikasi dalam organisasi juga dapat digolongkan menjadi formal dan informal, dasar penggolongan ini adalah gaya, tata krama dan pola aliran informasi di dalam oraganisasi. Proses komunikasi formal terjadi ketika informasi dikirim kemudian ditransfer melalui pola hirarki kewenangan organisasi yang sudah diterapkan dalam struktur organisasi. Sedangkan informal, antara para karyawan terjadi komunikasi yang tidak terbatas dan bebas.

5) Komunikasi satu arah dan dua arah.

Jenis komunikasi ini berbeda dalam hal ada tidaknya kesempatan bagi komunikan untuk memberi reaksi maupun respon dan tanggapan terhadap pesan-pesan dan informasi yang dikirim komunikator.

Dalam suatu hubungan sosial antar manusia kurangnya komunikasi adalah awal yang buruk untuk memulai sebuah hubungan percintaan maupun hubungan dalam dunia kerja atau bahkan untuk lingkungan sekitar. Ada banyak rahasia yang seringkali enggan diungkap tiap individu kepada individu lain atau bahkan kelompok lain. Hal ini disebabkan karena berbagai tipe karakter manusia yang berbeda-beda.

Tipe Karakter Manusia

Pembagian tipe karakter manusia menjadi empat kelompok besar, yaitu: sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris, disebut juga sebagai the four temperament. Tempramen adalah sifat dasar manusia yang terbentuk sejak lahir dan tidak akan pernah berubah. Seiring berjalannya waktu, tempramen mungkin berkembang, tapi dasarnya tetaplah sama. Satu orang juga bisa memilik lebih dari satu tempramen, dengan dominasi salah satunya. Berikut ini tipe karakter manusia berdasarkan teori the four temprament.

1. Sanguinis

Orang sanguinis mudah bergaul dan ekstrovert

Sanguinis adalah tipe karakteristik manusia yang paling umum. Orang-orang sanguinis memiliki ciri kepribadian seperti berikut ini:

  • Suka bersenang-senang
  • Mudah bergaul dengan orang lain
  • Punya energi yang besar
  • Cenderung ekstrovert
  • Aktif
  • Optimistis
  • Impulsif
  • Punya selera humor yang baik
  • Ekspresif
  • Tidak ragu menunjukkan rasa sayang ke orang lain
  • Perhatian mudah teralih ketika bosan
  • Cenderung pelupa
  • Kurang tertata
  • Kompetitif

Orang yang memiliki tipe kepribadian sangunis biasanya mendominasi di bidang olahraga, politik, dan bisnis. Beberapa orang bahkan ada yang dianggap sebagai super sanguine. Individu dengan kepribadian ini sangat cerewet dan begitu aktif, hingga terkadang membuat orang di sekitarnya merasa terganggu.

2. Melankolis

Orang yang bersifat melankolis, cenderung detail dalam segala hal

Selama ini, melankolis memiliki konotasi seperti mudah sedih dan berkaitan dengan sesuatu yang berbau depresi. Namun dalam hal tipe temperamen, orang yang melankolis dikenal sebagai individu yang sangat berhati-hati. Orang yang memiliki kepribadian ini adalah tipe pemikir dan perfeksionis. Selain sifat-sifat tersebut, orang melankolis juga memiliki ciri lain, seperti:

  • Sangat detail
  • Menjunjung tinggi kualitas
  • Taat aturan
  • Cemas jika berada di lingkungan baru
  • Bisa agresif di saat-saat tertentu
  • Cenderung introvert dan tertutup
  • Sangat logis, faktual, dan analitis dalam berpikir
  • Selalu membuat rencana detail sebelum melakukan sesuatu
  • Rapi
  • Tepat waktu
  • Tidak malu bertanya dan mencari tahu lebih dalam sebelum memutuskan sesuatu
  • Mudah curiga
  • Teliti

Para melankolis cenderung sulit membangun suatu hubungan dengan orang lain, karena sulit percaya orang lain dan memiliki standar yang tinggi. Namun dalam hal pekerjaan, sifat yang dimiliki orang-orang melankolis membuat mereka cocok menjadi pemimpin. Teliti, detail, taat aturan membuat orang dengan tipe kepribadian ini seringkali terjun dalam bidang:

  • Manajemen
  • Akuntansi
  • Administrasi

3. Plegmatis

Kepribadian plegmatis cirinya suka beramal dan pembawaannya tenang

Orang yang punya kepribadian plegmatis biasanya menghargai kedekatan antar manusia. Sifat seperti ini juga sering disebut sebagai people person. Para plegmatis adalah pemerhati. Mereka senang menganalisis hubungan interpersonal antar manusia, serta kejadian-kejadian di sekitarnya. Lebih lanjut, berikut ini karakteristik orang dengan tipe plagmatis.

  • Pembawaannya tenang atau kalem
  • Setia pada pasangan dan keluarga
  • Selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan teman lama
  • Cenderung menghindari konflik
  • Sering jadi penengah dalam suatu masalah
  • Senang beramal
  • Sering ikut menjadi relawan
  • Pasif
  • Cenderung tidak punya ambisi
  • Mudah setuju dengan keputusan orang lain
  • Apabila bertengkar atau kehilangan kepercayaan, akan sulit dipulihkan
  • Sulit beradaptasi dengan kebiasaan baru

Orang dengan tipe kepribadian ini, seringkali terjun ke profesi-profesi yang berhubungan dengan pelayanan, seperti: perawat, guru, psikolog, atau pekerja sosial.

4. Koleris

Kepribadian koleris bercirikan rasa percaya diri, cerdas, dan mandiri

Koleris adalah tipe kepribadian yang memiliki keinginan besar dan sangat fokus pada tujuannya. Sifat-sifatnya yang lain juga menggambarkan hal serupa, seperti:

  • Cerdas
  • Analitis dan logis
  • Tidak terlalu ramah
  • Lebih suka bekerja sendiri
  • Tidak terlalu suka basa-basi
  • Menyukai percakapan mendalam
  • Lebih suka berkumpul dengan orang-orang dengan sifat yang sama
  • Konsisten dengan tujuannya
  • Percaya diri
  • Ekstrovert
  • Mandiri
  • Cenderung keras kepala
  • Kreatif
  • Tidak mudah terbawa arus pergaulan

Tipe kepribadian ini adalah yang paling jarang dibanding tiga jenis lainnya. Orang-orang koleris jarang berempati kepada orang lain, tapi di saat yang bersamaan juga tidak mudah marah. Hanya saja, mereka suka bicara apa adanya sehingga banyak orang yang menganggapnya sebagai suatu kemarahan, padahal bukan. Karakteristik tersebut membuat orang koleris cenderung akan menekuni bidang teknologi, statistik, teknik, dan pemrograman dalam bekerja.

Semua yang dijabarkan dalam artikel ini dapat disimpulkan bahwa semua hal harus berdasarkan pola, entah itu pola hidup maupun pola komunikasi antar individu maupun antar kelompok. Pelajari dan pahami juga tipe karakter manusia, karena itu akan menentukan bagaimana kita akan bersikap untuk mengungkapkan masalah ataupun untuk memberikan solusi terhadap sesama. Jangan selalu merasa sendiri jika sedang dalam masalah atau mempunyai banyak masalah. Bicaralah dengan siapapun yang menurutmu bisa membantu memberikan solusi terbaik dan jangan takut untuk mengungkapkannya.

 

-2020-

Oleh: Restu Rahayuningtyas

 

Dikutip Dari Beberapa Sumber:

https://pustakakomunikasi.blogspot.com/2015/09/bentuk-dan-jenis-jenis-komunikasi.html

https://www.sehatq.com/artikel/jenis-karakter-manusia-sanguinis-melankolis-plegmatis-dan-koleris