Ini Solusinya

melindungi diri, melindungi negeri. wajib belajar untuk menemukan solusi

Ini Solusinya
Ada problem, dicari solusinya

 

Pada umumnya orang hanya pandai melempar masalah namun, jika ditanya tentang jalan keluarnya terkadang jawabannya berliku dan tidak jelas sehingga menjadi semakin ruwet. Persoalan kesehatan, ekonomi dan pendidikan sekarang ini dapat dikatakan krusial dan mendesak untuk ditangani, diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya (solusinya). Khusus di bidang pendidikan, apa saja yang sekiranya pemerintah dan para pemerhati pendidikan harus lakukan? Mengingat pandemi covid-19 belum juga hilang sehingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih harus berlanjut. Tak masalah semua itu, asal kita semua disiplin mematuhi protokol kesehatan. Selain harus selalu pakai masker dan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, maka hal-hal lain seperti menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan sebagainya tetap harus dilakukan dengan tertib. Belum waktunya kita bisa berkerumun seperti makan-makan bersama dan sering rapat secara off line serta menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah sepenuhnya, secara terbatas pun semua harus dilakukan sesuai Standart Operating Prosedure (SOP). Pemerintah Indonesia dengan sekuat tenaga akan terus melakukan berbagai langkah agar penularan corona tidak merajalela. PTM terbatas yang sudah dimulai pada tanggal 30 Agustus 2021 di daerah-daerah level 1 – 3 hendaknya menjadi momentum untuk kembali bergairahnya peserta didik dalam menuntut ilmu. Dalam hal ini, penulis sangat menaruh kepedulian akan bangkitnya dunia pendidikan di Indonesia. DKI Jakarta sudah dinyatakan sebagai zona hijau, sehingga ada 610 sekolah menyambut dimulainya PTM terbatas itu dengan gembira dan antusias. Terlebih-lebih bagi peserta didik tingkat SLTA yang memerlukan praktikum, sekalipun hanya dua kali dalam seminggu dan jam pelajaran yang belum maksimal serta jumlah peserta didik yang sangat terbatas (maksimal 50%), duduk berjarak minimal 1,5 meter, yang biasanya 2 siswa dalam 1 bangku menjadi 1 siswa 1 bangku, dengan tetap pakai masker dan cuci tangan ketika memasuki halaman sekolah. Menurut hemat penulis memang idealnya tiap kelas itu diisi dengan 20 siswa, sehingga pembelajaran termasuk praktikum bisa berlangsung efektif. Usaha pemerintah dengan menggencarkan vaksinasi kepada pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan harus kita dukung sepenuhnya, karena dengan demikian maksud melindungi diri, melindungi negeri dan memajukan pendidikan terpenuhi sesuai dengan amanat Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari Sisi Edukasi Melalui Program Bakti Negeri yang diselenggarakan oleh Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), terus diperjuangkan internet bisa menjangkau seluruh wilayah NKRI, sehingga dunia pendidikan tidak lalu menjadi tertinggal gara-gara pandemi covid-19 ini. Wabah ini memang belum hilang, masih terjadi fluktuasi di sanasini, masih ada korban berjatuhan, tragisnya ada anak usia sekolah yang harus kehilangan ayah dan ibunya sekaligus atau dalam jarak waktu yang hampir bersamaan meninggal karena covid-19, jadi masyarakat harus tetap waspada dan jangan abai dengan protokol kesehatan. Banyak pihak yang menyatakan bahwa PTM itu sangat dinanti-nantikan namun, karena masih diselenggarakan secara terbatas maka Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap harus digelar untuk mengejar ketertinggalan capaian pembelajaran, gara-gara sekolah dari rumah yang berlangsung cukup lama. Selaku pendidik, penulis sangat berharap bahwa proses pembelajaran/perkuliahan yang berupa: 1. Video rekaman pembelajaran tatap muka atau pun tatap maya (synchronous, dalam bentuk real classroom atau micro teaching, baik mata pelajaran/mata kuliah teori atau praktik, tetap dikelola dengan baik; 2. Video rekaman proses pembelajaran asynchronous atau rekaman pembelajaran blended/hybrid, yang disertai dengan alamat akses (Uniform Resource Locator – URL) kuliah pada Learning Management System (LMS) yang digunakan lengkap dengan akun akses untuk asesor, tetap disajikan dengan optimal dan model campuran (blended learning) terus diupayakan semenarik mungkin, sehingga peserta didik semakin bergairah menempuh studi. Dari Sisi Psikologis Dampak psikologis pandemi covid-19 meningkatkan kecemasan banyak orang. Para ahli memperingatkan bahwa orang bisa mengalami gangguan kesehatan mental yang berkepanjangan, bahkan lebih lama dari pandemi itu sendiri. Beberapa kecemasan itu seperti: ketakutan melihat gambar sel virus corona, takut (was-was) saat naik transportasi umum, serba takut ketika pegang handle pintu, takut berpapasan dengan orang, berbincang bersama, makan bersama, dan sebagainya. Belum lagi efek psikologi setelah kehilangan pekerjaan, sedang yang bersangkutan adalah kepala keluarga. Banyaknya kabar seputar pandemi covid-19 bisa memicu rasa gelisah dan khawatir yang berlebihan sehingga mengakibatkan stres dan gangguan mental yang berujung pada memburuknya kondisi kesehatan. Benar-benar yang namanya virus corona itu tidak hanya menyebabkan gejala dan penyakit fisik saja, melainkan orang bisa mengalami perasaan tertekan ketika dinyatakan/didiagnosis positif covid-19. Khawatir kalau-kalau privasinya atau identitasnya diketahui publik sehingga berakibat dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya. Daripada merisaukan semuanya itu, marilah kita mencari dan menemukan jalan keluar atau solusinya: 1. Vaksinasi pelajar/mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan dipercepat hingga menyeluruh. 2. Tetap waspada sebab pandemi covid-19 belum hilang artinya masih ada. 3. Penerapan disiplin protokol kesehatan tidak boleh ditawar-tawar lagi dan harus terus-menerus digaungkan ke seluruh pelosok negeri. 4. Menjaga imun tubuh dengan pola hidup sehat dan pola makan-minum serta istirahat teratur, 5. Tanamkan optimisme dan penuhi pikiran dengan hal-hal positif. 6. Mengelola stres (enjoy with stress) dengan melakukan olah raga yang teratur. 7. Melakukan pekerjaan yang disukai (hobi), yang bisa membuat hati tenang dan senang, serta tidak lupa mengucap syukur. 8. Jangan sekali-kali abai dengan kebersihan dan membiasakan hidup bersih. Demikian kiranya urun rembug yang dapat penulis sampaikan, teriring salam sehat dan tetap semangat. Jakarta, 1 September 2021 Salam penulis; E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia – tyasyes@gmail.com