Komunikasi Merupakan Suatu Bentuk Pemecahan Masalah

Bagaimana komunikasi dapat menyelesaikan suatu masalah? Pemecahan masalah memberi kita mekanisme untuk mengindentifikasi hal-hal ini itu , mencari tahu mengapa hal itu rusak dan menentukan tindakan untuk memperbaikinya.

Komunikasi Merupakan Suatu Bentuk Pemecahan Masalah
Komunikasi dapat memecahkan masalah

Dalam suatu organisasi di tempat kerja saat bekerja dari rumah, "Mohon agar barang-barang yang dipinjam dari perusahaan / sekolah, jangan di ambil untuk urusan pribadi dan dikembalikan", kata Supervisor Perusahaan atau Kepala Sekolah. "Barang-barang apa ya maksudnya? Saya sudah kembalikan kok, kan ada di check listnya", sahut si Staff Perusahaan atau seorang Guru.

Lalu di satu sekolahan saat seorang guru menunjukkan kuitansi pembelian kertas & fotocopy. "Miss ......, ini kuitansi dibuat sendiri ya?, kok seperti ada tulisan tangan?" kata Kepala Sekolah. "Mana mungkin saya buat sendiri kuitansi. Itu tempat fotocopy yang di pasar, memang tulis tangan & belum di stempel karena tempatnya ramai", jawab si Guru.

Dalam percakapan secara virtual antar lawan jenis terkadang juga ditemukan kesalahpahaman. "Hallo, saya ingin berteman dengan kamu", tulis si wanita di chat virtual sosial media. "Nah, jelas ya tandanya dari saya bahwa saya tidak tertarik dengan kamu secara fisik dan tidak ada waktu menambah pertemanan karena tidak ada waktu!!," balas si pria ketus. "Loh saya cuma mau menawarkan pertemanan saja kok, kenapa bawa fisik? dan tidak perlu marah-marah seperti itu", balasan jawaban si wanita.

Itulah beberapa proses percakapan dalam suatu organisasi atau antar individu yang satu dengan individu yang lain. Percakapan bisa terjadi secara virtual maupun secara langsung. Terkadang kita mengalami kendala untuk memahami suatu percakapan yang hanya menggunakan pesan teks atau secara virtual. Namun tidak menutup kemungkinan percakapan secara langsung juga dapat menimbulkan konflik.

Percakapan-percakapan tersebut merupakan suatu proses berkomunikasi. Komunikasi merupakan unsur penting dalam kehidupan sosial. Meskipun komunikasi sering menimbulkan konflik sosial, tetapi penyelesaiannya pun melalui komunikasi juga. Komunikasi yang bagaimana yang menjadi penyebab konflik dan menimbulkan masalah, dan komunikasi yang bagaimana yang menjadi solusi konflik (penyelesaian masalah), serta unsur dominan apa yang dibutuhkan komunikasi agar dapat mencapai kehamonian?

Komunikasi yang banyak disandarkan kepada ambisi pribadi seseorang dan kelompok dapat menumbuhkan berbagai bias (ambiguitas), sifat inkonsisten yang mengakibatkan salah pengertian, salah interpretasi, dan salah berkomunikasi. Inkonsisten menyebabkan tumbuhnya konflik sosial, baik bersifat horizontal maupun vertikal. Komunikasi yang konsisten pada nilai-nilai kebersamaan menumbuhkan kedamaian dan sekaligus menjadi solusi bagi konflik sosial.

Menurut dari beberapa buku tentang komunikasi dan juga dari pengalaman saya secara pribadi, saya menyimpulkan ada 3 hal penting yang menunjukkan bahwa komunikasi dapat menyelesaikan masalah :

1. Komunikasi dapat meredakan amarah. Miskomunikasi menyebabkan frustrasi. Jika Anda dapat membicarakan masalah Anda secara efektif, dan kedua belah pihak bersedia untuk berkompromi, kemarahan dapat diredakan. Namun, pastikan bahwa kompromi berada dalam kisaran yang bisa dicapai. Jangan membuat janji yang tidak ingin Anda tepati. Ini hanya akan menyebabkan masalah lebih lanjut.

2. Isu-isu di permukaan yang menyebabkan masalah komunikasi. Beberapa orang cenderung menyimpan kepahitan atau hal-hal yang membuat mereka marah. Terkadang, orang yang sama ini tidak akan memberi tahu pihak lain apa yang sebenarnya paling membuat mereka frustrasi. Komunikasi dapat membantu mengungkap masalah yang tersembunyi itu, yang juga akan membantu memecahkan masalah.

Tentu saja, Anda harus peka setiap kali seseorang menyuarakan masalah yang mendasarinya. Jika mereka disembunyikan sebelumnya, mungkin ada alasan untuk itu. Ada kemungkinan yang sangat bagus bahwa masalah tertentu yang dihadapi dapat sangat mengecewakan salah satu atau kedua belah pihak jika tidak ditangani dengan hati-hati.

3. Komunikasi memperdalam hubungan. Hubungan tidak bisa berkembang jika tidak ada komunikasi. Sebagai contoh, tumbuhan: Tumbuhan tidak dapat bertahan hidup jika tidak memiliki air dan sinar matahari. Dengan cara yang sama, suatu hubungan membutuhkan komunikasi, di mana komunikasi adalah sinar matahari dan air. Jadikanlah komunikasi yang berkualitas, bukan formalitas sederhana. Luangkan waktu dari hari Anda untuk duduk bersama dan melakukan percakapan yang bermakna dengan orang yang Anda cintai. Anda akan kagum betapa ini dapat membantu Anda memecahkan masalah Anda.

Jika Anda sudah mengalami masalah besar, mungkin akan sulit pada awalnya untuk duduk dan berbicara yang bermakna. Pihak lain mungkin membela diri. Cobalah untuk melawan melewati tembok yang tak terlihat itu dan hancurkan. Pertengkaran mungkin muncul selama percakapan, jadi usahakan untuk melakukan yang terbaik untuk menghindari topik sensitif. Tujuan selama pembicaraan ini adalah untuk bersantai dan berbicara dengan baik. Singkirkan dahulu kepahitan atau masalah yang belum terselesaikan.

 

Jadi, dalam berkomunikasi sangat dibutuhkan konsistensi. Konsistensi dalam berkomunikasi bermakna bahwa pesan / berita yang disampaikan berlangsung terus, berkesinambungan, dan tidak bertentangan. Inti pesan yang disampaikan oleh komunikator ke komunikan tidak berubah-ubah, yang berarti tetap.

(oleh : Sessile Ambarita / 5/1/21)