Joko Anwar Dalam Bahaya

Joko Anwar dalam bahaya dan HANYA KAMU yang dapat menyelamatkannya!

Joko Anwar Dalam Bahaya

Aneh. Ini nggak mungkin.

Gue heran, kenapa Gundala?  SUPERHERO? Gundala? Kenapa Joko Anwar membuat Gundala? Apa Joko Anwar udah gila? Apa dia nggak sadar kalau jutaan orang bisa menonton karyanya?

Padahal proyeknya sudah jelas! Semua SUPERHERO hanya punya satu keutamaan dari namanya. Ini adalah garisan takdir. Emangnya siapa Joko Anwar sampai mau mengubah takdir? Hanya Tuhan yang bisa mengubah Takdir! Sungguh arogan kau, Joko Anwar!

Superman, Iron Man, Spiderman, Batman, Aquaman, dan Antman. JELAS. Itu baru namanya SUPERHERO. Gundala pun harusnya dari Gundalaman! Nggak ada sejarahnya Gundala jadi SUPERHERO. Joko Anwar tega banget menipu saudara setanah airnya sendiri! Gue nggak abis pikir! Dia kan udah setuju. Bisa-bisanya tetiba berubah? Apa alasan Joko Anwar membuat Gundala? 

Dia udah sukses dan kaya. Mau apa lagi? Kekuasaan, kah? Apa ada agenda lain? Atau...jangan-jangan...ada yang punya agenda lain dengan Joko Anwar?

Apa...justru Joko Anwar diancam? Iya, benar. Ini lebih masuk akal. Dia diancam. Joko Anwar membuat Gundala karena diancam. Benar, benar. JOKO ANWAR PASTI DIANCAM! Astaga! Kenapa gue nggak kepikiran? Ini pasti ulah kaum Jongbat! Nggak mungkin Joko berani menipu pemerintah!

Betul! Kaum Jongbat pasti dibalik ini semua. Terburuk, sungguh ini benar-benar skenario terburuk. Kalau ini terjadi, Joko Anwar dan kita semua BERADA DALAM BAHAYA! 

Takdir, apa yang harus gue lakukan?

Apakah ini juga bagian dari goresan takdir?  Apakah ini ‘waktunya’ yang dimaksudkan oleh Pak Jokowi? Apakah ini saatnya untuk gue bagikan rahasia ini dengan kalian? 

Apakah ini waktunya untuk gue wariskan kunci mustika kepada Indonesia untuk bertemu dengan SUPERHERO riil-nya?

Iya, betul. Nggak ada jalan lain. Gue harus melakukan ini walaupun gue akan mati. Gue harus rela dan siap dengan segala resikonya. Ini adalah takdir dan gue harus segera membagikannya ke kalian, meskipun Kaum Jongbat akan segera memburu dan mencoba membunuh kita semua. Namun, tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Kedamaian harus dipikul dan keadilan harus dijinjing.

Apa yang akan kalian dengarkan mungkin akan sangat mengagetkan dan memilukan. Tapi, jangan menyerah. Teruslah mendengarkan dan terimalah kunci mustika di akhir tulisan ini! Jagalah rahasia ini sampai ‘waktunya’ datang pada kalian. Buatlah takdir menemukan jalannya.

Baiklah...Ini akan menjadi hal yang sulit untuk kalian terima tetapi...

Gundala itu nggak nyata.

Gundala. Cuma. Fiksi.

Tolong, jangan kasih tau siapa-siapa, dulu. Gue tau kalian pasti sangat terkejut. Tenangkan diri kalian dan lanjut dengarkan! Gundala adalah tokoh fiksi yang dibuat oleh Kaum Jongbat untuk menggagalkan proyek pemerintah dengan Joko Anwar. Gundala pasti adalah konspirasi yang dibentuk untuk memanipulasi masyarakat Indonesia dengan meyakini bahwa Gundala adalah SUPERHERO ASLI tanah air...yang sebenarnya tidak nyata.

Padahal, Joko Anwar seharusnya mengungkap sosok SUPERHERO ASLI tanah air yang NYATA dan hidup di tengah-tengah kita melalui film SUPERHERO pertamanya. Ini adalah proyek pemerintah dengan Joko Anwar untuk secara resmi memperkenalkan SUPERHERO ASLI tanah air kepada masyarakat Indonesia.

"Biarkan rakyat, tahu pahlawannya!" ujar Pak Jokowi. "Karena sesama Joko dan juga rekam jejak Anda, saya percayakan film SUPERHERO yang satu ini untuk Anda garap. Sudah saatnya bagi rakyat Indonesia untuk mengetahui siapa SUPERHERO asli yang hidup secara nyata di tengah-tengah mereka."

"Terima kasih, Pak Jokowi atas kesempatannya. Film ini akan menjadi karya yang membuka banyak pikiran rakyat Indonesia." balas Joko Anwar sambil mengangguk. 

Betul sekali, Indonesia memiliki SUPERHERO asli yang hidup di tengah-tengah kita. Ini adalah rahasia terdalam yang ditutup rapat-rapat oleh pemerintah negara ini sejak 1960.

Amerika punya SUPERHERO NYATA seperti Iron Man, Superman, Aquaman, Antman dan Batman.

Indonesia punya... Budiman.

Kalian pasti terkejut kembali. Gue paham. Budiman adalah judul film SUPERHERO Joko Anwar yang sebenarnya. Ini merupakan rahasia anggota ring satu negara yang tergabung dalam SCAM606. SCAM606 terdiri atas elit-elit pemerintah, pemegang kunci mustika, dan Budiman sendiri.

Dan tentunya, kalian adalah anggota pemegang kunci mustika sejak hari ini. Tolong rahasia ini dijaga dengan nyawa kalian sebagai taruhannya.

Sekilas, Budiman adalah om-om berkumis biasa yang bernama Budiman Hakim. Gue pernah bertemu langsung dengan Budiman atas titah Pak Jokowi. Gue inget banget hal pertama yang dia katakan, 

 Selamat siang! Nama saya Budiman Hakim. Di industri Pengawasan saya biasa dipanggil ‘Om Bud’.

Om Bud. Panggilan yang terlalu biasa di mata kaum awam. Tidak berarti apapun bagi jutaan jiwa rakyat Indonesia. Namun, bagi anggota SCAM606, Om Bud adalah sandi rahasia tingkat tinggi yang melindungi segala aktivitas mereka dari Kaum Jongbat.

Om Bud bukan sembarang sebut. Om Bud pada dasarnya adalah singkatan dari Ombudiman, sandi identifikasi bagi Budiman dengan anggota SCAM606. Namun, Ombudiman merupakan sandi yang terlalu literal sehingga sempat muncul perdebatan di kalangan elit pemerintah.

 "Ombudiman? Saya rasa sandi ini lebih cocok menjadi Sandi Aulia. Terlalu terekspos. Cepat atau lambat, kaum Jongbat akan menemukan keberadaan Budiman! " ujar Pak Asep frustrasi. 

"Hmm, tenang Pak Asep. Mari kita telaah pelan-pelan. Menurut saya, kita tetap harus dapat menghadirkan keberadaan Budiman di masyarakat. Kita tetap harus membuat rakyat merasakan kehadiran pahlawannya. Namun, saya setuju apabila kita tidak boleh terlalu literal. Ini menyangkut keamanan dan kestabilan negara. Saat ini, rakyat belum siap. Jadi pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita menghadirkan Budiman tanpa menghadirkannya?" tanya Pak Jokowi sambil mengaduk kopi hitamnya.

 "Hmm...sungguh sulit. Ini seperti menulis dengan tinta bening," timpal Pak Asep.

Diantara detingan ukulele, Budiman menjawab, " kalau soal itu sangat mudah sekali, Pak. Buatlah Ombudiman hadir dibawah Ombudsman. Huruf 'i' pada Ombudiman dan 's' pada Ombudsman adalah sandi yang saling berkaitan. Huruf 'i' adalah huruf kesembilan dan huruf 's' adalah huruf yang konsisten dalam menggambarkan angka 9.  Rakyat akan secara langsung merasakan fungsi dari Budiman melalui Ombudsman dan SCAM606 juga akan mudah mengingat sandi tersebut. Top of Mind!"

"Bagaimana dengan huruf 'g'? Bukankah lebih cocok menggambarkan angka 9?  sambar Pak Asep dengan kening yang mengerut.

"Huruf 'g'  akan berubah menjadi "G" apabila ditulis dalam huruf kapital, berbeda halnya dengan huruf 's'. Huruf 's' memiliki konsistensi kekal yang mahadahsyat dan tidak akan mengubah karakter Ombudsman sampai kapanpun! Ombudsman adalah jalan keluar kita!" jelas Budiman sambil lanjut memetik ukulelenya.

Pak Jokowi pun terkejut. "Lanturan Anda sangat menggelitik namum masih relevan. Jenius sekali! Tidak hanya hadir secara nyata bagi rakyat, Ombudsman akan sangat mudah diingat oleh anggota SCAM606 dan sulit diprediksi oleh kaum Jongbat! Pak Asep, tolong segera proses kebijakan saya untuk menempatkan Budiman di kantor Ombudsman!"

Betul sekali! Ombudsman, badan pengawas penyelenggaraan pelayanan publik, adalah tempat dimana Ombudiman-Budiman berada. 

Maka dari itu, beritahulah Budiman kalau Joko Anwar sedang dalam bahaya! Kaum Jongbat akan segera membunuh semua IDE di dunia kreatif! Segera temukan Budiman dengan menggunakan mustika in-

Lissa! *Tok Tok Tok*

KAUM JONGBAT?!  Itu pasti kaum Jongbat. Waktu gue sudah tiba. 

Carilah dan temukan Budiman di kantor Ombudsman! Gunakan kunci mustika di bawah ini untuk menemukan dirinya! Apapun yang terjadi, kunci mustika tetap harus di tangan kalian! Ini adalah nyawa bangsa ini. Pergilah!

SCAM606 - Kunci Mustika -BDM

[HIGHLY-CLASSIFIED]

"Carilah seorang pria berkumis dengan kata NAJONG dan TOBAT. Dia adalah Budiman."

Semoga kematianku menghasilkan lebih banyak recehan dari pada kehidupanku.

Bersambung.