JIKA IDE BUNTU

JIKA IDE BUNTU

JIKA IDE BUNTU

Pada saat akan menulis ada kalanya kita kekurangan ide. Sudah di depan laptop tapi tidak tahu harus menulis apa terutam kalimat awal untuk mengawali suatu cerita. Terlebih ketika dead line untuk mengumpulkan tinggal satu hari. Pasti akan menjadi panik. Jika hal itu terjadi, saya biasanya pejamkan mata sejenak berusaha mengistirahatkan pikiran dan badan. Jika sudah merasa nyaman saya membasuh muka agar terasa segar.

Ada kalanya saya mendengarkan lagu-lagu lembut atau hanya sekedar instrumentalia namun bukan musik pengantar tidur. Minum segelas teh manis hangat dapat menstimulasi otak kita. Bagi beberapa orang suka meminum kopi untuk membuat pikiran lebih fokus.

Setiap orang memiliki cara tersendiri ketika menghadapi ide buntu atau stuck untuk mengekspresikan ide-idenya kedalam tulisan. Tips berikut yang pernah saya terima ketika mengikuti project menulis bareng dengan Omera.

Pertama, JANGAN TERPAKU PADA JUDUL. Judul tidak harus di awal, bisa di tengah atau di akhir. Jangan sampai waktu kita habis hanya karena terpaku memikirkan judul cerita di awal.

Kedua, MULAI DENGAN QUOTE. Quote yang menarik dapat dijadikan pemicu awal dalam menulis selanjutnya akan muncul kalimat-kalimat berikutnya. Kita dapat memulai menulis dengan sebuah quote yang berkaitan dengan bakal isi naskah kita.

Ketiga, PERNYATAAN ATAU PERTANYAAN. Kita dapat memulai tulisan dengan sebuah pernyataan atau pertanyaan. Kita pastikan terlebih dahulu pertanyaan atau pernyataannya sesuai dengan tema atau isi naskah yang akan kita tulis.

Keempat. AWALAN TAK BIASA. Kita dapat mengawali tulisan dengan kalimat yang unik dan menarik, bahkan yang lucu sekalipun. Awalan yang menarik akan membuat pembaca penasaran akan lanjutan ceritanya. Jika yang kita tulis bertemakan horor, maka di awal cerita kita dapat menggunakan cerita yang menyeramkan atau adegan menegangkan.

Kelima, AWALAN DIALOG. Dialog juga bisa menjadi awalan dari sebuah tulisan. Awalan sebuah tulisan tidak harus berupa rangkaian kalimat indah. Sebuah dialog bisa menjadi jalan keluar dari kebuntuan dalam memulai sebuah tulisan.

Keenam, DESKRIPSI TOKOH. Kita dapat mengawali sebuah tulisan dengan mendeskripsikan tokohnya, mulai dari karakternya, ciri fisiknya, kepribadiannya, serta segala hal tentang si tokoh.

Ketujuh, SHOWING. Kita dapat mengawali naskah kita dengan kalimat yang berisi showing, sebagai contoh detail keadaan sebuah rumah yang menjadi latar cerita, atau keadaan cuaca serta sekeliling, dan lain sebagainya.

Dari ketujuh tips tersebut diatas saya lebih sering menggunakan showing untuk memulai cerita. Saya gambarkan cuaca di saat itu, kemudian perasaan yang mendukung cuaca tersebut. Sebagai contoh jika menggambarkan tentang mendung dan segera turun hujan, suasana hati yang tepat adalah sedang sedih, galau atau sepi.

Saya juga suka memulai tulisan dengan quote. Quote biasanya lebih menyentuh ke hati. Sehingga akan membawa alur cerita semakin mendalam dirasakan oleh pembacanya. Saya banyak mendapatkan quote dari internet atau kiriman dari teman-teman di WhatsApp atau dari siswa saya.

Silakan mencoba tips yang disukai dan mulailah menulis.

 

“Spoken words fly away, written words remain.”

-Latin proverbs-

 

Jakarta, 5 Februari 2021