Defensive Transition

Saat mengalami transisi negatif dalam kehidupan tentu saja akan sangat menyesakkan dada. Emosi dan pikiran kita akan dikuras oleh situasi yang menyebalkan.

Defensive Transition

Dalam pertandingan sepak bola terdapat dua situasi yang akan selalu dialami oleh masing-masing kesebelasan yang sedang bertanding. Dua situasi tersebut yaitu transisi negatif (defensive transition) dan transisi positif (offensive transition). Transisi negatif adalah situasi di mana suatu tim baru saja kehilangan bola (direbut oleh lawan) dan harus segera kembali ke posisi bertahan guna mengamankan ancaman lawan dan merebut bola kembali. Sedangkan, transisi positif adalah situasi di mana suatu tim berhasil merebut bola dari lawan dan mengambilalih penguasaan bola, biasanya pada situasi ini suatu tim akan langsung menyerang pertahanan lawan.

Jika disiasati lebih dalam lagi, dua situasi tersebut tidak hanya berlaku dalam sepak bola, tetapi juga berlaku dalam keseharian hidup kita. Dalam kehidupan nyata, transisi negatif bisa dianalogikan sebagai situasi di mana kita sedang berada di dalam tekanan, kesedihan, kehampaan, kejenuhan, dan situasi semacamnya yang memaksa kita untuk tetap bertahan menjalani hidup. Situasi-situasi semacam itu kadang tidak bisa diprediksi kemunculannya, mereka bisa datang dari arah mana saja dan dari celah mana saja.

Saat mengalami transisi negatif dalam kehidupan tentu saja akan sangat menyesakkan dada. Emosi dan pikiran kita akan dikuras oleh situasi yang menyebalkan. Maka dari itu, kita harus punya strategi bertahan guna menyelamatkan kehidupan kita dari segala cobaan yang menerpa.

Pep Guardiola –pelatih Manchester City saat ini– dia memiliki beberapa strategi dalam melakukan pertahanan, salah satunya yaitu “six second rule” atau aturan enam detik. Six second rule adalah posisi di mana suatu tim yang baru saja kehilangan bola harus sesegera mungkin merebut kembali bola tersebut dalam waktu enam detik, jika dalam waktu enam detik tidak dapat merebut bola, maka seluruh pemain akan segera melakukan reshape atau kembali ke posisi bertahan seperti semula.

Strategi Pep tersebut bisa saja kita terapkan dalam kehidupan nyata. Saat “bola” kehidupan kita direbut oleh hal lain dan kita kehilangan kendali dalam menjalani hidup, maka sesegera mungkinlah merebut kembali “bola” kehidupan tersebut agar kita dapat mengendalikan lagi hidup kita. Dalam konteks kehidupan, tidak perlu ada batasan waktu dalam kata ”segera”, definisikanlah “enam detik” tersebut sesuai kesanggupan masing-masing diri kita.

Kemudian, jika dalam waktu singkat tidak mampu merebut kembali “bola” kehidupan, maka sesegera mungkin melakukan reshape dengan cara membentuk garis pertahanan hidup kita sekuat mungkin.

Segeralah temukan strategi pertahanan kalian masing-masing agar tidak kelimpungan saat dipaksa berada dalam situasi transisi negatif dalam kehidupan. Kita harus pandai dalam bertahan supaya ketika waktunya tiba, kita tidak terlalu lama berada di bawah tekanan dan bisa sesegera mungkin mengambilalih ”bola” kehidupan, serta jika memungkinkan bisa langsung melakukan counter attack sehingga mengubah situasi menjadi transisi positif (offensive transition) atau posisi menyerang.

Semangat, untuk kita semua yang sedang berada di dalam situasi transisi negatif!