Bahagia Itu Sangat Sederhana

Bahagia Itu Sangat Sederhana
Ketika kita bisa memberikan apa yang kita miliki dengan hati yang tulus

------------------

Setiap orang punya definisi bahagianya masing-masing. Sebagian orang beranggapan bahwa kebahagiaan berarti semua tujuan hidup dapat tercapai. Sebagian orang berpikir bahwa kebahagiaan adalah ketika mereka berhasil menyelesaikan semua masalah, ketika mereka mendapatkan sesuatu dari orang yang mereka cintai, dan sebagainya.

 

Sayangnya, banyak orang kemudian lupa bahwa ada banyak hal yang bisa disyukuri di dunia ini. Bahkan hal kecil yang tampaknya sederhana sebenarnya adalah hal yang membahagiakan.

 

Islam mengajarkan kita kebahagiaan yang sederhana, namun pengaruhnya terhadap hati dan jiwa adalah dapat kita berikan kepada orang lain. Walaupun tidak banyak yang kita berikan kepada orang lain, apabila semuanya tulus, dengan begitu orang yang kita beri akan senang dengan pemberian kita, dan kita juga akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

 

Itu karena kebahagiaan ada di hati. Jika hati kita puas dengan apa yang telah kita lakukan, hati kita akan bahagia. Penelitian akademis dan sejarah manusia menunjukkan bahwa manusia akan menemukan makna, kepuasan, dan kebahagiaan dalam hidup dengan membuat orang lain bahagia daripada menjadi egois.

 

Tindakan membawa rasa harga diri dan membawa kebahagiaan. Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa kebahagiaan terkait erat dengan suasana hati kita, sedangkan ketidakbahagiaan berasal dari keinginan kita untuk menemukan sesuatu di dalam hati kita.

 

Yasmin Mogahed, juru bicara internasional untuk studi Islam dan spiritual, mengatakan, “Manusia memiliki kebahagiaan yang lebih tinggi dari kebahagiaan fisik. Kebahagiaan tersebut adalah kebahagiaan spiritual yakni kebahagiaan hati dan jiwa. Tingkat kebahagiaan yang tinggi ini hanya bisa datang melalui hubungan kita dengan Allah. Di antaranya, dengan meningkatkan rasa syukur kepada Allah.

 

Dalam Islam, itu adalah bagian dari akhlak mulia, dan kebahagiaannya terus menerus dan abadi. Bahagia di dunia, juga di akhirat kelak. Rasulullah SAW berkata, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah membuat Muslim yang lain bahagia, mengangkat dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan yang lebih aku cintai daripada beriktikaf di Masjid Nabawi selama sebulan penuh.” (HR Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Jaami’ no. 176).

 

Untuk bisa bersedekah tidak harus menunggu kaya, dan tidak perlu menunggu gelar, karena tidak akan erat kaitannya dengan harta dan derajat. Namun, itu terkait erat dengan kedermawanan.