Membaca, menulis dan menyumbang

Membaca, menulis dan menyumbang
Membaca, menulis dan menyumbang

MEMBACA, MENULIS DAN MENYUMBANG

Salah satu tokoh idola saya dalam dunia literasi adalah Maman Suherman. Kenapa demikian? Karena dia adalah tokoh literasi dengan paket lengkap. Dia bukan hanya suka membaca, menulis dan mengajar. Tapi salah satu kegiatan rutinnya adalah menyumbang banyak buku ke seluruh pelosok Nusantara. Yang dia sumbangkan bukan hanya buku karyanya tapi semua jenis buku dari semua penulis. Ck...ck..ck keren ya?

Kegiatannya ini tentu saja membuat banyak orang bersimpati dan ikut berpastisipasi dalam kegiatan baik ini. Salah satunya adalah Oksand, sahabat saya di Komunitas The Writers. Oksand turut menitipkan buku-bukunya pada Maman untuk disumbangkan. Saya terharu bukan main. Virus kebaikan memang perlu diteruskan agar tidak sampai putus.

Dan anehnya, publisher tempat saya biasa menerbitkan buku tiba-tiba mengabarkan bahwa mereka mau menutup usahanya. Oleh karena itu sisa buku yang masih tersimpan di sana dikirimkan ke rumah. Masya Allah! Inilah petunjuk dari Tuhan bahwa kali ini adalah giliran saya untuk ikut menyumbang. 

Begitu buku-buku tersebut tiba, keluarga kami langsung sibuk. Saya beserta isteri dan anak-anak langsung menyortir buku yang masih baik lalu dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam kardus.  Sebuah quality time yang amat menyenangkan di saat pandemi.

Esoknya saya suruh anak saya mengantarkannya ke rumah Maman. Leon, Si Penjelajah Mimpi, akhirnya bisa bertemu dengan penulis idola ayahnya. Pertemuan yang berjalan hangat telah menjadi tali silaturahmi yang mempererat kedua keluarga.

Mungkin ada yang mengira bahwa saya mengagumi Kang Maman hanya basa-basi? Oh kalian keliru kalo mengira begitu. Tau gak? Sehabis mengantarkan buku, Leon belom sampe ke rumah tapi Kang Maman sudah menulis peristiwa itu di social medianya. Luar biasa sekali. Ini linknya https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1348186582242654&id=100011539750384

God bless you, Kang Maman.