Yang Kita Simpan.

Yang Kita Simpan.

Saya masih menyimpan fragmen warna warni yang kau buat di kertas lipat,kamu menuliskan kata-kata indah disana, kadang tulisanmu merayu atau kadang tulisan mu terlalu romantis,sampai Tuhan pun cemburu.

Ada 21 potongan kecil dan kau masukan ke dalam botol kaca,katamu "Jaga ini, aku tidak bisa membuatkanmu ini lagi, ini yang terakhir" saya hanya bisa tersenyum.

Saya masih menyimpan pesan singkatmu di handphone kecil saya, hal yang selalu kau tanyakan dan kau pastikan: " Kamu dimana? jaga diri baik baik, jangan lupa makan" seolah-olah kau adalah ibuku dan aku adalah muara dari perhatian-perhatian mu yang sederhana.

Saya masih menyimpan suratmu yang kau masuk kan diam-diam ke dalam tasku ketika saya mampir kerumahmu, saya selalu menyimpannya di dalam dompet, ketika aku ingin mengingatmu kembali, aku selalu membacanya kata demi kata, sampai saya kehabisan kata-kata.

Saya masih menyimpan ingatanmu yang murung, cerita tentang keluarga mu yang berantakan, tentang dosen mu yang tidak adil memberi nilai, tentang barang barang yang ingin kau beli, tentang tangismu yang larut dalam hujan, dan tentang pelukmu yang menyesakkan, serta tentang takdir yang kau permasalahkan.Saya tidak ingat kapan terakhir kali kau mengingatkan ku tentang seberapa pentingnya untuk bersyukur,untuk menikmati setiap langkah yang kau coba kuatkan, tentang waktu yang pendar, dan tentang kita yang telah usai.

Pada akhirnya.... Saya hanya menyimpan kamu dalam tiap langkah waktu dan pada doa-doa yang tak sampai.

Selamat mencintai diri sendiri.