Tentang Hidroponik

Sistem Pertanian Dengan Menggunakan Air Sebagai Media Tanam

Tentang Hidroponik
Pastikan Kenali Potensi Bahaya Sebelum Melakukan Pekerjaan

Dalam membangun impian ini tidak bisa langsung jadi, ada saja hal-hal yang menghambat pekerjaan.
Seperti kisahku siang ini.
Sesaat baru mengantar Bapak ke BTPN mengambil gaji pensiunannya selepas jumatan, aku bergegas ke workshop belakang rumah dengan maksud menurunkan beberapa potongan kanal C untuk meja hidroponik yang dulu saya taruh di rak atas.

Sebenarnya tidak ada masalah saat menurunkan beberapa potongan awal, namun saat akan menurunkan sepasang potongan kanal C 90 cm terakhir tangan kiriku yang menahan beban tubuh sebuah gulungan seng tergeser dan jatuh kebawah mengiris kulit persendian jari tengahku.

Perlu diketahui kalau ada benda yg jatuhnya keatas berarti anda pilek. Kalau mau diperiksakan pastinya divonis OTG COVID anda nanti hehehe.

Alhasil, merasakan pedihnya kulit tergores aku bergegas turun dari kursi tumpuanku dan kulihat darah segar mengucur deras dari 3 cm luka menganga.

Hal ini membuka kembali memori 4 tahun silam saat pecahan gerinda merobek jempol kaki sepanjang 10 cm.
Ini kali kedua hidroponik ini melukaiku, berdarah dan sakit tentunya.
"Sepiro gedening sengsoro yen tinompo amung dadi cubo".
(Seberapa besar kesengsaraan jika diterima dengan ikhlas hanya akan menjadi cobaan hidup).

Untuk luka robek kali ini sengaja aku tidak pergi ke klinik untuk menjahitnya, karena luka sebelum ini pun dokter juga tidak menjahit lukanya dengan alasan pas persendian akan sakit sekali disuntik biusnya.

Ya, tidak ada alasan untuk berhenti berhidroponik. Setiap pengorbanan pasti akan membuahkan hasil, itu yang aku yakini.

Satu hal yg aku syukuri dengan kejadian ini adalah hari jumat, bukan hari kamis. Semoga malam jumat depan sudah bisa difungsikan kembali jariku ini.

Kediri, 5 Maret 2021
14.05 PM