Tak lagi sama

Sekelumit rindu padamu

Tak lagi sama

Kira-kira awal maret 2020 siang nya dihari jumat saya makan siang dengannya. Dan sorenya saya harus balik ke Bandung, maklum kantor saya di Jakarta,keluarga di Bandung.

Sabtunya kantor mengumumkan WFH, otomatis senin nya saya tidak balik lagi ke Jakarta. Sampai hari ini saya belum balik masih WFH.

Kami sering komunikasi via whatsapp, atau kadang sering mengingatkan saat akan meeting Zoom karena saya yang sering jadi hostnya.

Dia duduk di sebelah saya, meja kerja kami sejajar, dia komandan tempur darat, pas sebelah kanan meja kerja saya tempat dirinya. Sementara saya di amanahi sebagai panglima tempur udara yang bertanggung jawab terhadap semua serangan udara.

Sebelah kiri meja saya di duduki oleh panglima komando pasukan tempur udara dan darat, saya bertanggung jawab kepadanya.

Kami tiga serangkai dalam hal ini, dan saya tepat duduk di tengah diantara kedua nya.

Tiba- tiba di awal April disaat masih WFH saya dikagetkan dengan berita bahwa dirinya sakit, dan masuk rumah sakit, sering info tentang kesehatannya mewarnai isi WAG kami. Saya hanya coba selipkan nama nya dalam doa semoga Allah angkat dan hilangkan sakitnya.

Begitu. Sampai waktu ramadan pun tiba, saya secara berkala waktu menanyakan kabar dirinya ke istrinya via japri wa. Belum baikan memang, tapi setidaknya saya bisa tau kondisi dirinya.

Dan jelang 2 hari mencapai puncak ramadan dimana esoknya idul fitri, berita itu datang, saya buru-buru call istrinya, diangkat oleh tetangganya, dan dikabarkan dirinya telah tiada.

Ngilu terasa di hati, pedih terasa di sanubari, dan seolah tak percaya dirinya yang usianya sama persis dengan saya, dia lahir di tanggal 7 bulan september 79 saya berjarak 11 hari dibulan yang sama dan tahun yang sama. 

Kini sedih ini diatas sedih, dan rindu ini bertumpuk rindu, ingin lari ikut mensholatkan dirimu, dan mengantarmu ke peristirahatan terakhir, tapi situasi membuat langkah ini tertahan disini. Dengan rasa yang tak karuan di hati, kucoba ambil air wudhu dan tegakkan sholat gaib untukmu.

Dan kini. Kelak saat aku kembali ke jakarta, duduk di meja kerjaku. Tentu ada rasa dan suasana yang tak lagi sama.

Tak ada lagi dirimu yang sering mengajak makan siang dimana hari ini bro... atau tak adalagi julukan si berat untuk julukan kita berdua yang sering kau lontarkan dalam canda.

Semoga Allah memberikan rahmatNya sehingga dirimu baik-baik saja disana. Sampai waktu yang ditentukannya tiba, untuk kita kembali berjumpa.

Tak lagi sama tanpa dirimu sobat...