PTM Dijaga, Anak Bahagia

Perlu dipantau dan evaluasi penyelenggaraan PTM terbatas. anak merasa bahagia kembali ke sekolah

PTM Dijaga, Anak Bahagia
Pembelajaran Tatap Muka

 

             PTM adalah Pembelajaran Tatap Muka.

Bahagia, menurut KBBI: Kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan kesenangan, ketenteraman hidup secara lahir dan batin yang maknanya adalah untuk meningkatkan visi diri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan belajar tatap muka, karena memang prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan. Kesiapan sekolah perlu dilihat dari kemampuan menyediakan sarana pendukung pencegahan pandemi covid-19. Hak hidup dengan sehat baik jasmani maupun rohani adalah tingkatan tertinggi yang ingin dimiliki setiap orang termasuk anak. keinginan untuk menjalani kehidupan normal seperti dulu-dulu lagi termasuk kembalinya peserta didik ke sekolah harus disertai dengan keyakinan dan jaminan keamanan kesehatan seluruh warga sekolah.

Penegakan disiplin protokol kesehatan baik di sekolah ataupun selama perjalanan dari rumah ke sekolah perlu benar-benar dipatuhi ketika menyelenggarakan PTM terbatas. Pemerintah akan senantiasa memantau jalannya PTM terbatas supaya sekolah aman dan tidak terjadi penyebaran virus covid-19. Bisa dipahami jika ada pemerintah daerah yang belum berani melaksanakan PTM terbatas sekalipun SKB (Surat Keputusan Bersama) empat Menteri (Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan  Teknologi, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) telah mengaturnya dengan bijak namun, kekhawatiran terjadinya learning loss mendorong insan pendidikan untuk segera menyelenggarakan PTM terbatas, agar capaian belajar dapat dipenuhi.

Satuan tugas covid-19 telah menginstruksikan agar setiap institusi pendidikan yang membuka PTM terbatas untuk memiliki satuan tugas penanganan covid-19 di internal institusi. Orangtua peserta didik dihimbau untuk selalu bekerjasama dengan pihak sekolah (tidak boleh lepas tangan) untuk ikut menekan risiko penularan virus pada anak. Kerjasama ini adalah untuk menjaga PTM yang berlangsung aman dan membuat anak bahagia, karena bisa berlajar dan bermain lagi bersama dengan teman-temannya. Bagaimanapun juga kualitas pendidikan dan proses tumbuhkembang anak harus diprioritaskan.

Diakui oleh orangtua dan guru bahwa pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) yang berkepanjangan dapat berisiko negatif pada anak (risiko dampak sosial) dan hal itu sangat berpengaruh pada mental anak. Mengedukasi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan selama PTM terbatas berlangsung harus terus-menerus diingatkan kepada para pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan. Ini merupakan tanggung jawab bersama, bahu-membahu dan tetap menjaga kewaspadaan bersama (keluarga, masyarakat dan negara).

PTM Berlangsung, Keselamatan Anak Terjamin

            Di tengah krisis covid-19 insan pendidikan sangat khawatir anak tidak sungguh-sungguh belajar, putus sekolah dan ada juga yang terpaksa bekerja untuk mendukung keuangan keluarga. Belajar di sekolah diakui dapat menghasilkan pencapaian akademis yang lebih baik jika dibandingkan dengan belajar dari rumah (PJJ). Hal ini disebabkan adanya perbedaan akses internet, kualitas materi pembelajaran, sarana, situasi rumah/keluarga sehingga dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, apalagi bagi anak yang dililit keterbatasan sosial ekonomi.

            Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasanan melekat (waskat) dan evaluasi secara rutin terhadap penyelenggaraan PTM terbatas. PTM harus terus berlangsung, karena penutupan sekolah yang berkepanjangan mengakibatkan peserta didik semakin tertinggal dalam belajar sehingga yang terjadi adalah kesenjangan pendidikan yang semakin lebar. Kolaborasi yang efektif antara kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah, guru dan orangtua peserta didik sangat diharapkan untuk menyukseskan PTM terbatas. 

            Kiranya kepercayaan pemerintah yang diberikan kepada sekolah untuk menjalankan PTM akan dapat terealisir dengan baik. Secara bertahap terus didorong dan diyakinkan agar anak-anak diijinkan kembali ke sekolah oleh orangtuanya. Ada atau tidaknya kasus penularan di sekolah, protokol kesehatan ketat akan terus dijalankan, karena ini merupakan kunci untuk mengendalikan pandemi covid-19. Kita patut bersyukur karena kasus covid-19 menunjukkan tren yang menurun, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga. Sedangkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, kita harus mulai belajar berdampingan dengan covid-19, karena wabah corona tidak akan hilang seluruhnya dalam waktu dekat sehingga usaha percepatan vaksinasi menyeluruh perlu terus digencarkan.

            Pemerintah telah berusaha keras memberikan pelayanan terbaik, tercepat, hingga melakukan cara jemput bola ke seluruh pelosok nusantara, karena pemberian vaksin diyakini bahwa itulah salah satu kunci untuk mengendalikan dan menghambat penyebaran covid-19. Pemerintah juga mengajak semua pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran  model digital, diperlukan cara-cara baru misalnya dengan model hibrid atau campuran yang tentu saja pendidik harus kreatif dan inovatif dalam mengemas dan menyajikan pembelajaran. Pembelajaran yang mudah dipahami, tidak mudah dilupakan akan membuat peserta didik enjoy dalam menuntut ilmu.

Bapak Jokowi juga menegaskan bahwa situasi pandemi covid-19 ini hendaknya jangan jadi penghalang untuk mencapai kemajuan, cita-cita mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul harus terus diperjuangkan. Pendidikan Untuk Semua (PUS) dan Semua Untuk Pendidikan (SUP) harus terus dikawal. Justru dengan adanya pandemi terjadi percepatan digitalisasi. Plattform digital jadi kesmpatan emas untuk melakukan transformasi pendidikan, sehingga ketika nanti semua anak kembali ke sekolah berbagai palttform teknologi akan tetap digunakan untuk meningkatkan komunikasi pendidik, peserta didik dan orangtua peserta didik.

Akhirnya anak bahagia, orangtuanya tenang, sekolah aman, corona terkendali, pendidikan di Indonesia maju, semoga!

 

Jakarta, 27 September 2021

Salam penulis: E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia - tyasyes@gmail.com