Mundur Terkubur

Jika kematian belum saatnya
Maka ujian menjadi penggantinya
Jika kebahagiaan tak sudi datang
Kesedihan menjadi penantang
Dalam sebuah cawan aku tertawan
Hingga ia tak sanggup menahan
Luapan tangisan dan penyesalan
Permintaan tiada berkenan
Tercekat menahan yang tertahan
Tak layak untuk ungkapkan
Walau sekadar perumpamaan
Yang tak lain seekor hewan
Berkaca
Seorang manusia tertawakan
Berlagak
Seorang manusia porakporandakan
Cukup tuan
Siksaan apa lagi yang akan kau layangkan?
Tidakkah cukup setiap dagelan
Seolah anjing dan kucing bermesraan
Kau bangkitkan
Lalu matikan
Kau bangkitkan lagi
Lalu matikan lagi
Baiklah,
Untuk aku yang bodoh
Berhenti tergopoh
Tengok bintangmu
Dia setia menemanimu
Bintang,
Kau sendiri?
Kenapa kau perlihatkan diri?
Saat aku menyanjung perih
Dan menyulam perih
Jika kau datang untuk beri kenyamanan
Lantas kenapa selalu beri sayatan
Begitu rendah sang perempuan
Hingga terus engkau mainkan
Nah tahan,
Kuukur sebidang
Kupastikan tenang
Kusimpan tanpabenderang
Cinta, kau menuju ruang
Dapatkan reward khusus dengan mendukung The Writers.
List Reward dapat dilihat di: https://trakteer.id/the-writers/showcase.