Jeda

penilaian kita kepada orang lain seringkali merupakan cerminan pribadi kita

Jeda
mencari jati diri

Aku menatap jengah
pengemis cilik didepanku
Berusaha menghindar 
Tapi tetap tak bisa 
Mengalihkan perhatian
Matanya menarikku jauh
Jantungku berdebar keras
Saat tangan dekilnya terulur
Diam tanpa kata
Aku seperti membaca 
Kumpulan pengalaman batin
Penuh luka tanpa tanya
Penuh beban tanpa keluh
Penuh angan tanpa harap
Aku menenangkan hatiku
Mengingat keras
Kapan terakhir bersyukur
Airmata menyadarkan
Aku masih ditepi jalan
Entah dimana dia
Aku bahkan belum 
Memberinya senyum