Memory Kamar Mayat

Memory Kamar Mayat
Foto punyanya Lulu Ratna
Kamar mayat RSCM dulu adalah jalan pintas kami dari Jl. Kimia menuju ke Salemba. Sambil jalan, kami bisa melihat jejeran kaki-kaki yang menyembul dari balik kain putih penutup jenazah. Karena melintasnya sekitar jam-jam 7-8 malam, situasinya rada remang-remang gimana gitu. Tapi, kami malah senang. Kadang-kadang kami bikin-bikin seram sendiri buat hiburan. Pura-pura ketakutanlah, saling ngagetinlah.
 
Seperti pada hari itu. Sambil jalan saya menempelkan muka di punggung teman. Dua tangan menutup sisi kiri dan kanan wajah. Sambil mengeluarkan suara yang dibuat gemetar, "akut..., akut..., akut..."
 
Tiba-tiba...
 
"Woi!!!" seseorang di belakang berteriak sambil menepuk pundak saya dengan lumayan keras.
 
"Huwaaaa!!!" jeritan saya melengking tinggi sekali.
 
Saking kagetnya, saya sampai terlompat. Iya, menjerit sambil melompat. Saya menengok ke belakang, bermaksud menggerutu ke teman yang telah sukses besar mengagetkan saya. Tapi, orang di belakang saya ternyata seorang laki-laki yang tak saya kenal sama sekali. Wajahnya juga tampak kaget, dan malu.
 
“Maaf ya, mbak. Tadi saya kira cowoq, jadi saya iseng mau ngagetin. Ternyata jeritannya ceweq banget. Aduh, saya sampai kaget, ternyata ceweq,”.
 
“Eeeh!?”saya tak mampu berkata-kata, tak menyangka sama sekali demikian situasinya.
 
“Beneran, mbak, maaf ya mbak, saya duluan ya, mbak, permisi,” katanya buru-buru.
 
“Yuk ah, cepetan!’ katanya ke temannya yang langsung didorong ngebut menyusul saya yang masih asyik bengong.

Dapatkan reward khusus dengan mendukung The Writers.
List Reward dapat dilihat di: https://trakteer.id/the-writers/showcase.