Komunikasi dengan Diri Sendiri: Ciri-ciri Orang Gila atau Kunci Penyelesaian Masalah?

Banyak orang mengira bahwa "berbicara sendiri" merupakan salah satu ciri - ciri "orang gila." Apakah hal tersebut fakta atau hanya sekedar mitos belaka?

Komunikasi dengan Diri Sendiri: Ciri-ciri Orang Gila atau Kunci Penyelesaian Masalah?
sumber: pixabay

Kamu pernah nggak, sih berbicara dengan dirimu sendiri? Kalau jawabannya iya, berarti selamat! Kamu tidak sendiri karena menurut penelitian, banyak juga loh orang yang sering berbicara dengan dirinya sendiri. Jadi, kamu tidak perlu merasa malu atau bahkan merasa aneh. Konsep mengenai “berbicara sendiri” ini terkadang dikaitkan dengan salah satu ciri – ciri “orang gila”. Namun, apakah hal tersebut fakta atau hanya sekedar mitos belaka? Untuk mengetahui hal tersebut, perlu ditelaah definisi dari “berbicara sendiri” terlebih dahulu. Berbicara sendiri atau berkomunikasi dengan diri sendiri memiliki istilah formalnya sendiri, yaitu Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dengan diri sendiri, yang bisa berupa self-talk atau “berbicara sendiri”, imajinasi, dan bahkan memori. Konsep mengenai “berbicara sendiri” yang dibahas sebelumnya termasuk salah satu bentuk dari komunikasi intrapersonal. Contoh kecilnya, ketika kamu ingin pergi ke tempat kerja dan di tengah perjalanan kamu berpikir, “duh dompetku ketinggalan nggak ya?” Memang terdengar sederhana, tetapi contoh kecil seperti itu saja sudah termasuk dalam komunikasi intrapersonal. Hal inilah yang menjadi pembeda utama antara komunikasi intrapersonal dengan interpersonal. Pada komunikasi interpersonal, diperlukan 2 orang atau lebih supaya proses komunikasi dapat terjadi. Sebaliknya, pada komunikasi intrapersonal, hanya dirimulah yang menjadi pengirim serta penerima pesan dari proses komunikasi tersebut.

Setelah membahas secara singkat mengenai komunikasi intrapersonal, tentu kamu ingin tahu dong apa saja sih bentuk dari komunikasi intrapersonal? Ternyata, terdapat tiga bentuk komunikasi intrapersonal loh! Jadi, komunikasi intrapersonal tidak hanya sekedar “berbicara sendiri” saja, tetapi masih ada contoh lainnya. Nah, apa saja sih ketiga bentuk komunikasi intrapersonal tersebut? 

  1. Bentuk pikiran

Komunikasi intrapersonal bentuk pikiran lah yang biasanya sering kita lakukan. Mulai dari memikirkan menu makanan untuk malam hari sampai berpikir mengenai permasalahan soal ujian matematika yang sedang kita kerjakan. Terkadang, kita juga sering berkomunikasi dengan diri kita sendiri secara berlebihan yang menimbulkan efek negatif, atau biasa disebut overthinking.

  1. Bentuk vokal

Komunikasi bentuk vokal inilah yang sebelumnya sudah kita bicarakan, yaitu mengenai konsep “berbicara sendiri.” Sebagian dari kita biasanya melakukan proses komunikasi ini ketika sedang sendirian.

  1. Bentuk tulisan

Bentuk komunikasi intrapersonal yang satu ini melibatkan semua tulisan yang kamu tuangkan di dalam tulisanmu, bisa di notes smartphone-mu, jurnal atau buku harian pribadi, dan bahkan bisa juga loh komunikasi intrapersonal ini dituangkan dalam daftar belanjaan mu sehari – hari.

Setelah mengetahui bentuk – bentuk dari komunikasi intrapersonal, kamu jadi sadar kan bahwa komunikasi intrapersonal itu sangat dekat dengan kehidupan kita sehari – hari. Tanpa sadar, dengan menerapkan komunikasi intrapersonal yang baik dengan diri sendiri, masalah kita di kehidupan dapat terselesaikan. 

 

Loh, kok bisa gitu, sih?

Contoh kecilnya saja, ketika kamu memiliki masalah, yaitu kebingungan tentang menu makan malam pada hari ini, otakmu pasti secara otomatis mencoba memikirkan kemungkinan makanan yang bisa kamu santap untuk menu makan malam. Lalu, tiba – tiba kamu teringat bahwa di rumahmu ada ayam goreng di kulkas dan kamu pun memutuskan bahwa ayam gorenglah yang akan menjadi menu makan malammu hari ini. Hanya dengan melakukan komunikasi intrapersonal secara sederhana tetapi efisien, kamu bisa menemukan solusi dari permasalahanmu, sesederhana apapun kedengarannya. Contoh lainnya, ketika kamu merasa stres karena kamu memiliki masalah dengan pasanganmu, kamu bisa mencoba menghibur dirimu sendiri dengan mengucapkan beberapa kalimat afirmatif kepada dirimu sendiri supaya kamu bisa lebih tenang. Setelah itu, kamu pun bisa memikirkan solusi dari permasalahanmu tersebut dengan kepala yang lebih dingin. Dengan menerapkan komunikasi intrapersonal tersebut, secara tidak langsung masalah kita, baik yang kecil maupun besar, dapat terselesaikan. Dua contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya permasalahan yang bisa kamu temukan solusinya dengan menerapkan komunikasi intrapersonal. 

Maka dari itu, penting sekali untuk menjalin komunikasi yang baik dengan dirimu sendiri. Ketika kamu memiliki komunikasi intrapersonal yang baik, kamu dapat memotivasi dirimu sendiri dan kamu pun dapat memahami dirimu secara lebih baik. Yang tidak kalah penting juga, ketika kamu memiliki masalah, kamu dapat melihat masalahmu dari berbagai sudut pandang, yang merupakan hasil brainstorming otakmu dengan dirimu sendiri sehingga kamu bisa menemukan solusi dari permasalahanmu secara lebih mudah.

Nah, setelah mengetahui tentang apa itu komunikasi intrapersonal, bentuk – bentuknya, serta manfaat dari komunikasi intrapersonal dalam penyelesaian masalah, kita bisa kembali ke pertanyaan utama kita, apakah “berbicara sendiri” yang termasuk bentuk komunikasi intrapersonal adalah ciri – ciri “orang gila”?

Jawabannya tergantung.

 

Loh, kenapa tergantung?

Hal itu ditentukan dari hal yang kamu katakan ketika kamu berkomunikasi dengan dirimu sendiri. Apakah hal – hal yang kamu komunikasikan dengan dirimu sendiri itu tidak relevan satu sama lain? Apakah komunikasi dengan dirimu sendiri menghambat kehidupanmu secara keseluruhan? Kalau memang iya, mungkin kamu memang memiliki “masalah” yang harus segera diselesaikan. Tetapi, hal ini juga tidak berarti kamu gila, ya!

Namun, apabila komunikasi dengan dirimu sendiri itu dapat membantu hidupmu menjadi lebih produktif, dapat membantu dirimu menyelesaikan masalah, dan menghasilkan manfaat lain yang berguna untuk hidupmu, maka selamat! Kamu sudah menerapkan komunikasi intrapersonal dengan baik dan kamu bisa menjadikan komunikasi intrapersonal sebagai kunci senjata untukmu menyelesaikan masalah di kehidupan! Meskipun masalahmu tidak dapat diselesaikan secara langsung, tetapi jenis komunikasi ini bisa membantu membantumu fokus dalam berpikir, yang berakibat pada penemuan solusi yang tepat untuk masalahmu.

Namun, jangan lupakan juga bahwa seberapa pun sempurnanya diri kita, masalah dapat hadir dari faktor lain, yaitu faktor eksternal. Tidak semua masalah datangnya dari diri kita sendiri, tetapi dengan menguasai komunikasi intrapersonal, kita dapat mencegah, atau bahkan mengurangi adanya masalah yang dapat berakibat pada timbulnya konflik. Namun, apabila konflik itu sudah terlanjur terjadi, komunikasi intrapersonal bisa menjadi “awalan” atau “kunci” dari proses penyelesaian masalah tersebut.

 

Yuk, mulailah berkomunikasi yang baik dengan dirimu sendiri sebagai kunci untuk menyelesaikan semua masalahmu! 

 

Referensi:

https://www.livescience.com/19849-talk-improves-thinking.html

https://ecampusontario.pressbooks.pub/commbusprofcdn/chapter/what-is-intrapersonal-communication/

https://hot.liputan6.com/read/4008272/bukan-gila-penelitian-ungkap-manfaat-bicara-pada-diri-sendiri

https://www.fingerprintforsuccess.com/blog/intrapersonal-communication

https://www.leadershipahoy.com/what-is-intrapersonal-communication-types-examples-advantages/