Foto dia yang kuhapus

dia sungguh mempesona, bagaikan pelepas dahaga di gurun sahara.

Foto dia yang kuhapus
https://thewriters.id/uploads/images/image_750x_6027fa922d307.jpg

 

Nama ku brodi, 10 tahun yang lalu aku kelas 2 SMK swasta di kota padang, aku angkatan ke 10 di sekolah tersebut, wanita yang ku sukai bernama vika, vika amalia, angkatan ke 9 di sekolah ku, kakak kelasku, sekolah kami merupakan sekolah swasta yang memiliki beragam budaya dan agama baik siswa dan guru nya, kami seperti indonesia kecil, dia salah satu yang siswi yang menggunakan jilbab di sekolah ku, totalnya tak sampai dengan 10 siswi yang menggunakan jilbab di sekolahku, namun hanya dia yang bersinar paling terang dimata ku, kami sudah mulai sering berbicara via sms kala itu, tapi tetap saja aku yang tak berani menungkapkan apa yang kurasakan padanya, tapi yakin dia mengetahuinya, entah dari temannya, atau dia sendiri.

 

Sering kali aku merasa bodoh dan serperti orang tak punya akal, begitulah cinta? mungkin, atau hanya aku yang belum dewasa, ketika mengingatnya pun kini aku hanya bisa tersipu malu, memjamkan mataku dengan keras agar ingatan itu hilang, atau berharap hal tersebut tidak pernah aku lakukan, tapi waktu sudah berlalu, dan beberapa kejadian bodoh tersebut nyata terjadi, contoh saja saat berjalan pulang bersama dia dan sahabatnya ria, kami bertiga berjalan menuju tempat pemberhentian angkutan umum kota, yang jaraknya 5 menit kurang lebih jika berjalan kaki, jalan setapak yang disebelah kirinya ada kebun warga, entah itu kebun apa, aku tidak terlalu memikirkannya, dan disebelah kanan kami ada tembok tinggi bangunan dari toko yang lumayan terkenal di daerah tersebut, namun sepertinya aku hanya beberapa kali kesana selama 3 tahun bersekolah, selama perjalan tersebut aku malah bernyanyi lagu tentang  seorang lelaki yang masih mencintai seseorang wanita di alam sana, ya lagu krispatih berjudul mengenangmu, dan dia bertanya, "masa nyanyiin lagu buat orang yang udah meninggal" temannya pun menyahut "ia day, emang cwe yang lu suka udah mati?" pungkas ria, orang orang memanggilku day, broday entah kenapa, mungkin plesetan dari brodi, hingga sekarang aku sudah terbiasa dengan nama itu, pertanyaan dari mereka tadi tak ku balas sedikitput, aku tak sanggup menahan senyum di wajahku saat mereka bertanya, entah kenapa tapi seperti mereka tertarik padaku, mungkin sedikit.

 

Pernah juga aku bernyanyi lagu sheila on 7 yang berjudul "yang terlewatkan", dia juga menyahut "makannya kalau ada kesempatan jangan di lewatin" balas vika saat aku bernyanyi. aku tertegun dan terdiam sudah berapa kali ia berikan aku kesempatan untuk itu, menyatakan perasaaanku, tapi tak ada sedikitpun keberanian dari hati ku, bahkan lisanku sering terdiam, terpaku oleh keindahan rupanya, seakan aku tak sanggup berkata apa apa, jadilah aku seorang yang kikuk didepannya.

 

hari itu kami memperingati hari guru, aku yang menjadi bagian dari osis lebih tepatnya dibagian dokumentasi, menjadi seseorang yang mengabadikan momen, aku adalah orang yang bebas tidak suka dikekang, apa lagi dalam bagian acara yang formal formal, pada waktu SMP aku menjadi bagian Drum Band karena dapat perlakuan khsusus, tak perlu berbaris terlalu rapi, dan bisa duduk jika kelelahan membawa alat drum pada saat upcara, setelah upacara pun kami diberikan 1 teh botol dan 1 gorengan untuk sarapan, hari hari senin yang menyenangkan pada saat itu, kini pun begitu, setiap ada acara formal dan upacara, aku menjadi bagian yang mengabadikan moment tersebut, aku bebas berjalan kemana saja ketika semua orang harus berbaris rapi, ketika semua orang harus memandang kedepan memperhatikan Komandan upacara berbicara, termasuk ketika Kepala Sekolah memberikan sedikit ceramah tentang hari guru, betapa kami harus menghargai setiap usaha yang telah guru kami berikan kepada kami, memberikan seluruh ilmu yang ia ketahui untuk mencerdaskan kami, terima kasih guruku.

 

pada saat upacara dimulai, aku sibuk mencari sebuah momen, yang akan di abadikan dalam sebuah buku tahunan nantinya, atau setidaknya menjadi sebuah status difacebook. aku sangat ingat hari itu, hari yang cerah, tidak terlalu panas dan angin yang segar, beberapa pohon disamping lapangan tempat kami mengadakan upacara tampak bahagia dan menari nari, sebagian dari siswa tampak bahagia mendapat perlakuan khusus oleh bayangan pohon dan sebagiannya tampak sedikit memicingkan mata karena silau matahari pagi, aku mengabadikan tiap wajah wajah siswa yang bahagia karena pada hari itu tidak ada pelajaran sama sekali, kami mengadakan kegiatan full seharian, setelah upacara selesai pagi hari itu kegiatan dimulai dari tarik tambang, lomba sepak bola, lomba lari dan masih banyak lagi, ada beberapa tim yang masuk dalam perlombaan, tim guru, tim kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. ya tidak terlalu banyak namun hari itu sungguh indah.

 

aku masih ingat ketika setelah upacara selesai, semua wajah yang ku abadikan melalui kamera, semua wajah yang sedang mencium tangan setiap guru terlihat sangat jelas dimataku, wajah wajah siswa dan siswi yang berjalan satu persatu memberikan tanda hormatnya kepada guru, aku berdiri tepat disamping guru guru yang berbaris dan pada saat itu, aku melihatnya....."vika" gumamku dalam hati, momen tersebut bagaikan bintang yang jatuh setiap 1000 tahun sekali, aku mendapatkan moment terindah dalam hidupku, wajahnya yang tersenyum membuat ku  terpaku sesaat, aku bersyukur, aku bersyukur menjadi fotografer pada saat itu, aku beberapa kali memandang foto tersebut di kamera ku dan tanpa berhenti, hingga salah satu temanku menyapa, "day, ngapain lu, liat foto gw mana?" aku pun tersadar dalam lamunan, "bagus bre, lihat nih" aku menunjukan beberapa foto dari acara tersebut.

 

sudah pukul 12.00 WIB waktunya istirahat, kami semua mendapatkan makan siang dari sekolah, kami semua menyantap makanan dengan lahap, setiap orang terlihat sangat lapar, aku pun tak luput mengabadikan momen momen kebahagiaan itu, semua asyik menyantap makanannya, mereka duduk melingkar satu sama lain, lapangan kami lumayan luas, cukup untuk kelas 1, 2 dan 3 duduk bersama sama, total kelas kami ada 4, hanya kelas 1 yang mempunyai 2 kelas, yaitu kelas 1a dan kelas 1b, sisanya? ya hanya ada kelas 2 dan 3.

 

aku masih pemalu, memandangnya saat jam istirahat, mencari tempat yang pas untuk melahap makan siangku dan juga menatap wajahnya, tak habis pikir aku berani duduk dilingkarannya tempat ia dan teman temannya menyantap makan siang, kami mulai bercerita tentang kegiatan hari ini, bagaimana tadi lomba lari yang dimenangkan oleh vika, tarik tambang dari kelasku yang sangat gigih melawan tim kelas 3, walau akhirnya kami kalah, dan lain sebagainya, hingga datang very seorang yang menurutku menyebalkan, namun tidak juga, dia seperti manusia dengan gaya yang santai dan kalemnya, sesuatu yang tidak ku miliki, tapi sungguh, hingga sekarang kami masih berteman, entah pertemanan kami tulus atau hanya aku berteman dengannya karena untuk mendekati vika, tapi menurutku sama saja, dia mulai melihat seluruh foto di dalam galeri ku, dan dia menemukannya, harta yang paling sangat berharga pada kameraku pada saat itu, momen yang takkan pernah terulang, momen yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidupku, dia tertawa, dan mengatakan "gila lu ya, segitu stalkernya lu sma vika" aku tau maksudnya bercanda karena hanya satu momen itu, satu momen itu, foto vika terlihat sangat mempesona, aku tak tau dia iri atau bagaimana, dengan sigap dan tanpa berpikir panjang, aku berteriak, "mana?1?!" aku mengambil kameraku, dan sontak dengan reflek aku menghapusnya,. "ih kan gw cuman bercanda selow" balas very, very mengambil kembali kameraku dan dia bertanya, "eh mana foto tadi?", "emang ada foto apa?" jawabku, "eh parah dihapus, bagus lho tadi".


Penyesalan dalam hati yang kurasakan, bagaimana tidak, very mengucapkan dengan keras dan didepan vika, aku merasa sangat malu dan gelagapan seperti seorang stalker sebenarnya, dan hingga kini foto tersebut hanya terekam dalam benaku menjadi sebuah memori yang tak terlupakan dari seluruh kejadian yang pernah ku alami bersamanya, tepat akhir tahun lalu aku melihat di status instagramnya, dia telah menemukan imam untuk kehidupannya, walaupun aku masih mengikuti blog buatannya selama 5 tahun, membaca setiap tulisannya dan curhatan hatinya, tetap saja, aku yang tak berbuat sesuatu bisa apa? selain jarak kita antar pulau? pertemuah terakhir kita hampir 9 tahun yang lalu? aku hanya bisa merindu dan menjadi pemalu.
semoga kau bahagia vika.