ANOMALI HUJAN DAN SEPI

ANOMALI HUJAN DAN SEPI
Foto : Pinterest

 

Malam ini kita berbincang, tentang sinisnya hujan bulan april yang tak sehebat hujan di bulan Juni.
Hanya sekedar lebat dan sedikit meluruhkan gelisah, tetapi lebih banyak membangunkan rindu yang entah.
Di kepala, sajak-sajak membentur dinding. Sakit? Ya, ada beberapa lebam yang kita biarkan saja. 
Mungkin tak peduli, mungkin juga tak dipahami. 
Tetapi mungkin saja kesibukan-kesibukan hidup membuat kita hanya mampu manafsirkan sepi, tanpa mengerti di mana akan berhenti, sekedar singgah, atau kembali berlalu menyusuri sisa waktu.
Kemarilah, dekatlah padaku, akan kita selesaikan kesedihan ini. 
Sederhanakan segala sepi, sebab mengurainya hanya akan melelahkanmu. 
Larutkan saja dalam cangkir-cangkir kopi kita, dan nikmati tiap cecapnya sebagai cinta.