UNGKAPKAN UNTUK SELESAIKAN

Saya ingat betul, miss komunikasi selalu menjadi bahan evaluasi disetiap selesainya suatu kegiatan OSIS ketika saya masih duduk di bangku SMA. Hal ini mungkin saja berlaku secara umum dikehidupan kita. Saya sangat berharap bahwa kita dapat menyadari pentingnya komunikasi dan yang paling penting mau memulai untuk mengkomunikasikan setiap masalah yang dihadapi karena komunikasi adalah kunci untuk menemukan solusi setiap permasalahan.

UNGKAPKAN UNTUK SELESAIKAN

UNGKAPKAN UNTUK SELESAIKAN

Tulisan ini saya awali dengan sebuah kalimat “Don’t manage their behavior, manage your expectations”. Hampir setiap orang pernah merasakan kecewa terhadap orang lain. Kecewa terhadap teman, sahabat, bahkan anggota keluarga. Tentu itu adalah hal yang wajar, namun penting bagi kita untuk menanamkan kalimat yang telah saya sampaikan tadi. Pasalnya, kita tahu bahwa kita adalah makhluk sosial yang hidup di suatu tempat bernama bumi dan berdampingan dengan miliyaran manusia lain dengan tidak satupun individu yang memiliki karakter yang sama persis. Fakta tersebut memberikan peluang yang sangat besar untuk terjadinya berbagai masalah mulai dari masalah kecil hingga masalah-masalah serius yang mengakibatkan kejadian-kejadian tidak manusiawi. Sehingga, jangan sekalipun mengharapkan untuk selalu dimengerti orang lain, apalagi jika hanya memberikan “kode” tapi berharap besar orang lain untuk “peka” dan melakukan apa yang kita inginkan.  

Selama kita hidup di dunia ini, selama itu pula kita akan menghadapi masalah. Apakah ini adalah hal yang patut dikhawatirkan? TENTU TIDAK. Pasalnya, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Mungkin Anda ragu akan pernyataan saya tersebut, namun saya sangat yakin dan percaya akan hal itu.

Lantas mengapa banyak orang diluar sana yang akhirnya memilih mengorbankan hidupnya, banyak yang akhirnya menjadi “gila”, depresi, atau melakukan tindakan kriminal ketika menghadapi suatu masalah?

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah mereka belum menemukan benang merah dari masalah tersebut. Hal ini tentu tidak mudah, pun tidak mustahil tentunya. Menyelesaikan masalah adalah hal yang rumit, walaupun terkadang kita lah yang membuatnya menjadi rumit. Semuanya mungkin tergantung kepada individu masing-masing. Bagaimana kita dapat mengkomunikasikan sesuatu yang sedang mengganjal dibenak dan pikiran kita kepada orang lain untuk menemukan jalan keluar.

Bagi orang-orang yang memiliki sifat “tidak enakan” hal ini merupakan tantangan terbesar. Saya sendiri sering mengalaminya. Jika dipikir-pikir banyak kejadian saat saya merasa dihadapkan atas suatu masalah besar padahal sebenarnya kondisi itu saya sendiri lah yang menciptakannya. Saya memilih untuk tidak mengkomunikasikan apa yang sebenarnya saya rasakan, saya tidak berani menyampaikan argumentasi, atau sekadar saya tidak tahu harus mengatakan apa. Pada beberapa kesempatan, ketika saya akhirnya berhasil mengumpulkan keberanian untuk angkat bicara, semua yang sebelumnya saya terka-terka ternyata sangat berlebihan. Apa yang saya sampaikan mendapat respon positif atau bahkan memberikan jalan keluar atas “ancaman” permasalahan yang akan timbul jikasaja saya memilih untuk diam. Nah, disaat-saat seperti itulah saya benar-benar paham bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat krusial bagi kita.

Ketika berinteraksi dengan orang lain namun kita tidak membangun komunikasi yang baik, maka kita seakan mencoba memasukkan benang kedalam jarum di dalam ruangan yang gelap gulita. Kita hanya menduga-duga pikiran, respon, dan perasaan lawan interaksi kita. Muncul lah curiga, rasa takut, atau bahkan rasa tidak dimengerti. Ini bisasaja menjadi cikal bakal terjadinya masalah atau menjadi sebab masalah tidak dapat terselesaikan. Coba kita renungkan, bagaimana mungkin orang lain bisa memahami pikiran dan perasaan kita Ketika kita tidak memberitahukannya dengan jelas? Bukan kah kita juga tidak dapat melakukan hal tersebut? Oleh karena itu kita membutuhkan komunikasi.

Jelas bukan sekadar mau dan berani berkomunikasi, namun kita perlu belajar cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi yang baik mampu menjadi jembatan antar individu untuk saling bertukar pikiran dengan benar dan mencegah timbulnya kesalahpahaman yang dapat menimbulkan masalah serius. Hal ini tidak hanya merujuk pada penguasaan bahasa yang baik, namun lebih kepada berbicara dengan “clear” sehingga apa yang ada dibenak kita dapat tersalurkan dan lawan interaksi kita mampu mengetahuinya secara utuh pun sebaliknya.

Saya ingat betul, miss komunikasi selalu menjadi bahan evaluasi disetiap selesainya suatu kegiatan OSIS ketika saya masih duduk di bangku SMA. Hal ini mungkin saja berlaku secara umum dikehidupan kita. Saya sangat berharap bahwa kita dapat menyadari pentingnya komunikasi dan yang paling penting mau memulai untuk mengkomunikasikan setiap masalah yang dihadapi karena komunikasi adalah kunci untuk menemukan solusi setiap permasalahan.

Don’t expect people to abide by your rules if you don’t clearly communicate what they are, Tony Robbins.