Mengembara di dalam rumah

Mengembara di dalam rumah

Di bulan puasa ini saya hampir tidak pernah kemana-mana. Kecuali urusan kerja dan membeli kebutuhan pokok, dan jugapakan kucing dan burung piaraan. 

Ajakan untuk buka persama tetap ada walaupun masih di tengah pandemi. Tapi tak ada yang saya hiraukan. Alasan takut terpapar pagebluk menjadi salah satu alasan walaupun alasan untuk tidak kemana-mana dengan alasan lain lebih menguat.

Alasan utama ya tentu saja alasan untuk mengurangi kembara yang biasa saya lakukan di bulan biasanya. Aktifitas seperti: Makan dan jajan di luar, belanja di supermarket, atau sekedar jalan-jalan di taman kota praktis saya tiadakan di bulan ini. Mager is my passion, now.

Rumah menjadi ruang kembara lama yang baru. Lama karena rumah saya lama tidak direnovasi. Baru karena rumah jadi ruang aktivitas utama, di luar kantor. Saya tidak berfikir untuk jalan-jalan ke mana-mana untuk saat ini. Foto-foto jepretan di tempat wisata dan alam yang terpampang di ruang tamu dan keluarga ternyata tak banyak memberi nyawa dalam kehidupan. 

Kita, atau setidaknya saya, seakan ingin mencari ruang kontemplasi untuk penyegaran hidup atas kepenatan kerja yang mendera. Jawabannya selalu saja dengan jalan-jalan ke luar kota atau refreshing. Padahal, dengan waktu kurang lebih hanya seminggu, tidak banyak penyegaran yang bisa didapatkan, sisanya rasa capai saja.

Karena itu, saya memutuskan untuk menjaga asa kesegaran di rumah saja. Tidak kemana-mana walaupun traveloka tetap dicek sesekali, eh dua kali sehari.